
Hari itu angin bertiup kencang, udara terasa sangat dingin hingga menusuk ke kulit. Langit terlihat sangat gelap, tak ada sinar surya yang hadir. Suasana terasa sangat mencekam. Dedaunan bergerak tak beraturan karena tiupan angin yang kasar. Tak ada satupun burung-burung atau hewan lainnya yang berlarian. Suara gemuruh hadir dengan membawa kekuatan besar hingga membuat kegaduhan di sekitar istana. Seluruh penghuni istana keluar dan melihat ke langit. Mereka melihat fenomena yang tak biasa.
Semua orang bertanya-tanya pertanda apa ini? Apakah langit sedang marah kepada mereka. Mengapa langir terlihat sangat menakutkan. Pangeran yang sedang makan siang di kediamannya bersama selir kecil terkejut dengan suara gemuruh itu. Pangeran mengajak selir kecil untuk keluar melihat peristiwa yang sedang terjadi di luar. Namun selir kecil menolaknya, dia terlihat sangat ketakutan. Pangeran berusaha untuk menenangkannya. Pangeran tetap menemani selir kecil di dalam kamar itu.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya pangeran yang khawatir.
"Pangeran, jangan pergi. Tinggallah disini bersamaku." ucap selir kecil dengan ekspresi wajah penuh kecemasan.
"Hm, semua akan baik-baik saja. Aku akan tetap disini bersamamu." ucap pangeran mencoba menenangkannya.
Suara gemuruh di langit terus bersuara tanpa henti. Suara itu semakin terdengar sangat menakutkan. Tiba-tiba petir datang dan menyambar salah satu gerbang istana. Semua penghuni istana semakin panik. Semua yang ada di istana bersujud dan berdoa berharap langit tidak marah kepada mereka. Kaisar dan seluruh pejabat istana terus bersujud dan meminta ampun kepada langit. Seluruh rakyat sangat ketakutan dan hanya bisa berdoa serta menangis. Hari itu semua manusia di kerajaan Xiao hanya bisa melihat kemarahan langit dan tak mampu berbuat apa-apa.
Suara petir itu tiba-tiba menghilang dan membentuk sebuah lubang hitam besar. Dari lubang hitam besar itu terlihat sebuah cahaya yang jatuh ke bumi. Mereka semakin ketakutan melihat fenomena ini. Pangeran sangat penasaran dengan apa yang terjadi saat ini. Namun dia tidak berani meninggalkan selir kecilnya. Selir kecil sangat ketakutan. Seluruh tubuhnya gemetar, wajahnya penuh kecemasan, banyak keringat yang menetes di pelipisnya.
"Pangeran, aku tidak ingin pergi. Aku tidak ingin pergi." ucap selir kecil secara berulang-ulang.
Pangeran bingung dengan perkataan selir kecilnya. Mengapa dia terus mengulang kata-kata itu. Apa yang sebenarnya sedang terjadi. Selir kecil menangis dalam ketakutannya.
"Pangeran, katakan padanya aku belum mau pulang. Aku mohon katakan padanya." ucap selir kecil.
"Siapa? Aku harus mengatakan kepada siapa?" tanya pangeran cemas.
"Dia di luar. Dia ingin membawaku pulang. Aku tidak ingin pergi dari sini." ucap selir kecil gemetar.
"Selir kecil, katakan siapa dia? Siapa yang kamu maksud dengan kata dia?" tanya pangeran sedikit membentak.
__ADS_1
"Dia akan membawaku. Dia ingin memisahkan kita." ucap selir kecil yang bersikap aneh.
Pangeran tidak mengerti dengan semua ini. Pangeran terlihat sangat kebingungan. Pangeran tidak mengerti siapa orang yang akan membawanya. Pangeran tidak mengerti apa yang terjadi dengan selir kecilnya. Pangeran berada dalam lamunannya.
"Pangeran." panggil suara selir kecil pelan.
Panggilan itu menyadarkan pangeran dari lamunannya. Dia melihat ke arah selir kecilnya. Pangeran terkejut saat melihat tubuh selir kecilnya yang terlihat aneh. Tubuhnya terlihat hampir menghilang.
"Pangeran. Aku tidak ingin pergi." ucap selir kecil lirih.
"Selir kecil apa yang sedang terjadi? Mengapa tubuhmu seperti ini?" tanya pangeran panik.
"Pangeran, aku tidak ingin menghilang." ucap selir kecil meneteskan air mata.
"Selir kecil aku mohon jangan menghilang." ucap pangeran semakin panik.
Perlahan tubuh selir kecilnya mulai menghilang menjadi butiran cahaya. Pangeran tidak percaya dengan yang dilihatnya. Dia semakin panik dan ketakutan. Tubuh selir kecilnya semakin menghilang. Tangisan itu akhirnya meledak. Pangeran berteriak dengan kencang saat melihat tubuh selir kecilnya menghilang menjadi butiran cahaya. Tanpa ada jejak apapun, tubuhnya benar-benar menghilangkan.
"Selir kecil." panggil pangeran lirih.
Air mata terus mengalir di pipi pangeran. Tubuhnya masih terdiam kaku. Rasa takut itu telah menyatu dengan hatinya. Tatapannya kosong dan air matanya yang tersisa. Selir kecilnya pergi. Selir kecilnya benar-benar pergi. Setelah kepergian selir kecilnya, langit kembali tenang. Semua terlihat seperti semula. Seluruh penghuni istana bergembira, langit tidak menampakkan kemarahannya lagi. Semua orang bersujud dan berterima kasih kepada langit. Semua orang sangat bahagia, hanya pangeran yang berduka.
"Selir kecil.." teriak pangeran dengan lantang.
"Pangeran, bangunlah." panggil selir kecil mencoba membangunkan pangeran dari tidurnya.
__ADS_1
"Pangeran bangunlah." panggil selir kecil sekali lagi.
Pangeran yang mendengarkan panggilan itu mencoba membuka matanya, dia melihat di depannya selir kecilnya. Pangeran memeluknya dengan erat, memastikan bahwa itu hanyalah sebuah mimpi.
"Apakah kamu bermimpi buruk pangeran?" tanya selir kecil cemas.
"Aku mohon jangan pergi." bisik pangeran dengan tubuh gemetar.
"Aku disini. Tenanglah." ucap selir kecil lembut.
Pangeran yang masih ketakutan hanya mampu memeluk erat selir kecilnya dan tak mengatakan apa-apa lagi. Selir kecilnya mencoba membuatnya nyaman. Dia kembali membaringkan pangeran di tempat tidur dan memeluknya dengan nyaman.
"Aku disini. Itu hanya mimpi. Aku disini." bisik selir kecil.
Pelukan erat dan suara lembut selir kecil membuat pangeran merasakan kenyamanan. Pangeran mulai tenang. Tubuhnya terlihat lebih santai. Pangeran kembali memejamkan matanya dan tidur di samping selir kecilnya. Pangeran berharap ini semua hanyalah sebagai bunga tidur. Dia tidak ingin semua ini berubah menjadi nyata.
"Aku harap semua ini hanyalah mimpi buruk." ucap pangeran dalam hatinya.
Selir kecil menemaninya. Meskipun dia tidak tahu mimpi seperti apa yang dilihat pangeran dalam tidurnya. Namun selir kecil tahu bahwa suatu hari dia benar-benar harus meninggalkan pangeran. Mungkin di hari itu merupakan mimpi buruk sebenarnya bagi pangeran.
"Aku harap saat aku pergi, kamu tetap bahagia pangeran." ucap selir kecil dalam hatinya.
Sepanjang malam, selir kecil tetap menemaninya di tempat tidur. Meskipun terlihat tenang, namun selir kecil tidak ingin membuat pangeran gelisah. Tanpa kata apapun, selir kecil hanya berbaring di sampingnya. Melalui mimpi itu, rupanya selir kecil telah diberikan peringatan untuk menyelesaikan tugasnya disini. Langit telah memberikan peringatan bahwa waktunya hampir habis disini. Dia harus benar-benar bekerja ekstra agar tujuannya dapat tercapai.
"Pangeran aku sangat mencintaimu. Aku berjanji ketika aku pergi, kamu tetap melanjutkan hidupmu dan menjaga dirimu." ucap selir kecil dalam hatinya.
__ADS_1
Meskipun malam itu udara terasa sejuk. Namun malam yang hangat itu tidak bisa menghilangkan rasa gelisah di hari pangeran. Mimpi buruk itu merupakan mimpi terburuk yang pernah dilihatnya seumur hidup.