Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 40 : Bunga Ajaib (Part 2)


__ADS_3

Mimpi itu terlihat sangat nyata. Mimpi itu mampu menidurkan mereka dalam waktu dua bulan. Hingga akhirnya pangeran tersadar bahwa kehidupan indah yang mereka jalani ini hanyalah sebuah mimpi. Pangeran mencoba menyadarkan selir kecilnya. Akhirnya mereka terbebas dari buaian mimpi itu. Keduanya terbangun, mereka membuka mata mereka. Mereka tidak menyangka bahwa efek biji yang mereka makan itu akan membuat mereka masuk ke dalam mimpi terdalam.


"Pangeran, kamu baik-baik saja?" tanya selir kecil cemas.


"Aku baik-baik saja" ucap pangeran sambil mengucap kepala selir kecil.


"Sepertinya kita sudah cukup lama tertidur pangeran." ucap selir kecil.


"Hm, sepertinya sudah dua bulan disini." ucap pangeran sambil menghela napas kecil.


Pangeran dan selir kecil tiba-tiba saja seperti mencium sesuatu yang sangat manis. Wangi itu terhirup masuk ke dalam pernapasan mereka dan mengalir ke dalam darah mereka. Rupanya ini adalah efek bunga ajaib yang sedang mekar. Perasaan keduanya terasa berbeda. Ada rasa panas yang mengalir dalam tubuh mereka. Rasa panas itu membuat detak jantung mereka berdetak kencang.


"Pangeran." bisik selir kecil pelan dengan tatapan penuh hasrat.


"Selir kecil." panggil pangeran dengan suara serak.


Mereka tidak dapat mengendalikan tubuh mereka. Pangeran menyentuh lembut pipi selir kecil, dia mengusapnya secara perlahan. Tatapan penuh godaan yang keluar dari mata selir kecilnya membuat jantung pangeran berdetak semakin kencang. Pangeran yang tidak bisa bertahan, mencium lembut seluruh wajah selir kecilnya secara perlahan. Pangeran menatap selir kecilnya dengan penuh kerinduan, Dia mengecup bibir mungil itu. Secara perlahan tapi pasti, ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman yang intens.


"Ah." sebuah kata keluar dari mulut selir kecil.


Suara itu membuat pangeran semakin tak terkendali. Dia mulai menyentuh setiap lekukan tubuh milik kekasihnya itu. Pangeran tak membiarkan satupun bagian tubuh selir kecil yang lepas dari sentuhannya.


"Selir kecil, panggil namaku." ucap pangeran.


"Xiao San" panggil selir kecil dengan suara serak.

__ADS_1


Panggilan itu membuat pangeran menjadi takut terkontrol. Perlakuannya yang semula lembut berubah menjadi kasar. Dia melepaskan semua hasratnya kepada selir kecilnya. Hasrat itu sangat menggebu-gebu. Pangeran memperlihatkan keperkasaannya. Dia melepaskan kegilaannya untuk memuaskan kekasihnya. Selir kecil tak berdaya mengikuti ritme pergerakan pangeran. Dia tak mampu berkata-kata lagi. Suaranya hampir menghilang karena menghadapi kegilaan pangeran di atas ranjang.


"Xiao San." panggil selir kecil yang merasa berada di puncaknya.


"Xixi.. Xixi.. Xixi.." panggil pangeran yang akhirnya berhasil melepaskan semuanya.


Keduanya telah selesai melepaskan hasrat kerinduan mereka. Keduanya kelelahan dalam penyatuan yin dan yang mereka. Penyatuan itu telah berhasil dan membuat bunga ajaib meresponnya. Pangeran dan selir kecil melakukan syarat terakhir, mereka memberikan darah mereka ke dalam bunga ajaib itu. Setelah itu, mereka terjatuh lemah dan tertidur kembali. Mereka tertidur di samping bunga ajaib itu.


Rupanya bunga ajaib itu sedang mengobati penyakit mereka. Keduanya sedang menyerap energi yang terdapat dalam bunga ajaib itu. Bunga ajaib itu memberikan energi murni yang dapat mengobati penyakit pangeran dan selir kecil. Proses penyerapan itu membutuhkan waktu sekitar enam bulan lamanya. Pangeran Xiao San dan selir kecil Xixi tertidur selama enam bulan lamanya. Energi murni terus terserap ke dalam tubuh mereka.


Waktu terus berjalan, tak terasa enam bulan telah berlalu. Keduanya mulai tersadar. Mereka membuka mata mereka, mereka terkejut dengan perubahan yang terjadi pada tubuh mereka.


"Pangeran, apa yang sedang terjadi dengan perutku? Mengapa perutku membesar?" tanya selir kecil dengan panik.


"Pangeran, dia terus bergerak." teriak selir kecil panik.


Pangeran mencoba menaruh kepalanya di atas perut selir kecil dan mendengarkan pergerakan di dalam perutnya. Mata pangeran terbelalak saat mendengarkan suara bayi. Pangeran tersenyum lebar mendengarkan pergerakan bayi itu, selir kecilnya sedang mengandung. Pangeran tertawa gembira mengetahui bahwa selir kecilnya sedang hamil.


"Selir kecil di dalam perutmu ada bayi kita." ucap pangeran penuh semangat.


"Benarkah?" tanya selir kecil penasaran.


Selir kecilnya tersenyum lebar saat mengetahui berita itu. Dia langsung memegang perutnya, dia tertawa kecil saat bayinya bergerak dengan gembira.


"Aku sangat bahagia. Mungkin saja ini keajaiban dari bunga ajaib." ucap pangeran sambil mengecup kening selir kecil.

__ADS_1


"Sepertinya dia ada setelah kita melakukan ritual itu. Jika itu benar, berarti sekarang usia kehamilanmu sekitar enam bulan. Artinya tiga bulan lagi dia akan lahir." ucap pangeran menjelaskan analisisnya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang pangeran? Apakah seumur hidup kita akan berada disini?" tanya selir kecil mulai cemas.


"Kita akan bertahan selama tiga bulan ke depan. Setelah anak kita lahir, kita akan mencari jalan keluar dari dasar danau ini." ucap pangeran mencoba menenangkannya.


Pangeran dan selir kecil memutuskan untuk hidup di dasar danau itu sampai anaknya lahir. Mereka mencoba bertahan hidup dengan memakan biji-bijian yang mereka anggap aman untuk dimakan. Bunga ajaib itu telah masuk ke dalam tubuh mereka, sehingga semua tanaman yang ada disana tidak akan memengaruhi tubuh mereka.


"Pangeran, bunga itu sangat indah. Bisakah kita menanam bunga itu di taman persik milikmu?" tanya selir kecil manja


"Hm, tentu saja bisa." ucap pangeran lembut.


Pangeran menggenggam erat tangan selir kecil, mereka berjalan-jalan menikmati waktu mereka berdua. Setidaknya untuk hari ini, mereka ingin merasakan kebahagiaan ini. Pangeran merawat selir kecil dengan baik, dia sangat memanjakan selir kecilnya. Meskipun keterbatasan fisik sedikit menggangunya, namun dia berusaha memberikan yang terbaik untuk selir kecilnya.


Pangeran sudah sering merasakan kehilangan kekasihnya secara berulang-ulang. Dia tidak ingin lagi merasakan lagi Kehilangan. Dia ingin peristiwa menyedihkan di masa lalu menjadi peristiwa menyedihkan terakhir baginya.


"Aku sangat mencintaimu selir kecil." ucap pangeran sambil mengecup keningnya.


"Aku juga sangat mencintaimu pangeran." ucap selir kecil sambil menyenderkan kepalanya di bahu pangeran.


"Aku berjanji akan menjagamu dan anak kita." ucap pangeran dan memeluk erat tubuhnya.


"Aku juga berjanji akan selalu menjagamu dan anak kita." ucap selir kecil mencium lembut bibirnya dan tersenyum kecil penuh kemanjaan.


Hari itu keduanya duduk bersama sambil menikmati keindahan bunga-bunga yang sedang mekar. Wangi bunga itu sangat menenangkan hati dan pikiran. Rasanya seperti mimpi. Mereka benar-benar nyaman hidup di dasar danau ini. Sepintas mereka tidak ingin meninggalkan buaian mimpi indah ini. Namun mereka harus kembali ke istana, demi menyelamatkan istana dari kejahatan menteri keuangan di istana.

__ADS_1


__ADS_2