
Setelah seminggu dari peristiwa di danau itu. Akhirnya selir kecil mendapatkan bukti-bukti dan saksi yang mengarahkan ke Menteri keuangan. Selir kecil Xixi kembali ke istana dengan bukti dan para saksi tersebut. Selir kecil langsung menghadap ke kaisar Xiao Ge.
"Salam hormat kaisar. Semoga kaisar panjang umur dan sehat selalu." ucap selir kecil.
"Lancang sekali kamu berani menghadap kepadaku. Pengawal seret dia ke penjara." perintah kaisar.
"Kaisar, tolong dengarkan penjelasan hamba dulu." ucap selir kecil Xixi dengan penuh permohonan.
Kaisar yang tidak mau mendengarkan, memerintahkan beberapa pengawal untuk membawa selir kecil ke penjara bawah tanah. Pangeran yang mendengar berita itu, langsung pergi menghadap ke kaisar untuk memberikan kesempatan kepada selir kecilnya. Namun kaisar Xiao Ge tetap kukuh pada keputusannya, dia tidak memberikan kesempatan kepada selir kecil. Pangeran terus berlutut di luar kediaman kaisar, memohon kebijakan untuk selir kecilnya. Semalaman pangeran terus berlutut di depan kediaman kaisar. Namun semua sia-sia.
Pagi itu kaisar memerintahkan pengadilan istana untuk membawa selir kecil ke pengadilan. Kaisar memerintahkan algojo untuk memberikan hukuman seratus cambukan kepada selir kecil karena telah berkhianat. Pangeran terus berlutut meminta ampunan untuk selir kecilnya. Namun hukuman itu terus berlangsung. Pangeran hanya mampu melihat dengan penuh kesakitan dan amarah. Sedangkan di pihak lain menteri keuangan, kasim Li dan putri Ye Xiwu tersenyum tipis dengan penuh kepuasan melihat hukuman itu.
Seratus cambukan itu membuat seluruh tubuh selir kecil terluka dan hampir mengantarkan nyawanya sendiri kepada malaikat kematian.
"Aku memaafkanmu demi putra mahkota. Mulai saat ini, gelar selir kecil akan dihapuskan dari statusmu. Dan kamu akan kembali menjadi dayang istana di kediaman pangeran." perintah kaisar.
Selir kecil dibawa kembali ke penjara istana selama sebulan untuk masa hukuman. Sedangkan pangeran tidak dibiarkan untuk bertemu selir kecil. Selir kecil berusaha untuk tetap bertahan, meskipun tubuhnya semakin melemah. Dia tidak menyangka, bahwa kaisar telah dicuci otaknya oleh mereka. Selir kecil telah kalah selangkah dari mereka. Kini selir kecil kembali dengan status sebagai dayang istana. Sudah sebulan dia berada di penjara bawah tanah. Kaisa memerintahkan selir kecil untuk keluar dan kembali ke kediaman pangeran.
__ADS_1
Tubuh selir kecil terlihat sangat kurus, wajahnya sangat pucat. Seakan itu hanyalah mayat hidup. Pangeran yang melihat selir kecil berjalan ke arahnya tak berani untuk membantunya di depan umum. Dia tidak ingin selir kecil dihukum kembali karena sikap gegabah pangeran. Dalam hati pangeran, terasa sangat sakit. Pangeran terasa ingin menangis melihat keadaan selir kecilnya.
Tiba-tiba putri Ye Xiwu datang ke arah selir kecil, dengan sengaja dia menabrakkan dirinya ke tubuh selir kecil hingga selir kecil terjatuh dan terluka. Pangeran ingin menolongnya namun dia mencoba menahannya. Pangeran hanya bisa menonton dari kejauhan saat putri Ye Xiwu menyiksanya. Air mata pangeran tanpa sadar menetes melihat penyiksaan itu. Putri Ye Xiwu dengan wajah sombong, tertawa puas melihat keadaan selir kecil. Setelah puas bermain dengan selir kecil, dia langsung meninggalkan selir kecil yang sudah pingsan di tengah jalan.
Setelah memastikan putri Ye Xiwu sudah pergi menjauh. Pangeran menyuruh pengawal istana untuk membawanya ke kediaman selir kecil di belakang istana pangeran. Pangeran menyuruh salah satu tabib untuk memeriksa dan mengobati selir kecil. Sungguh sangat miris sekali. Kini selir kecil dibiarkan sendirian dalam kesakitan. Tidak ada lagi dayang istana ataupun pengawal istana yang melayaninya dan menemaninya. Kini dia harus bertahan sendirian di dalam istana.
Di tengah malam, pangeran secara diam-diam datang ke kamar selir kecil Xixi. Pangeran memeriksanya keadaannya. Nadi dan detak jantungnya terasa sangat lemah. Dia berada diantara hidup dan mati. Pangeran memeluk tubuh selir kecil dengan hati-hati agar tidak melukainya.
"Sayang, aku disini." bisik lembut pangeran sambil memeluknya.
"Hm, aku tahu. Pangeran jangan khawatir, aku baik-baik saja." ucap pelan selir kecil.
"Aku tidak akan menyalahkan dirimu pangeran. Aku percaya dengan hatimu. Jangan katakan apa-apa lagi. Biarkan saat ini aku berada dalam pelukanmu." ucap selir kecil dengan suara lemah.
Malam itu, pangeran hanya memeluk dengan erat tanpa ada perkataan diantara mereka. Pangeran hanya ingin menemani selir kecil meskipun hanya sesaat. Keesokkan paginya, pangeran segera meninggalkan kediaman selir kecil secara diam-diam. Hari itu, meskipun selir kecil masih dalam keadaan lemah, Putri Ye Xiwu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menyiksa selir kecil. Dia memerintahkan salah satu dayang istananya untuk menyeret selir kecil ke hadapannya. Selir kecil dibawa dengan kasar menemui putri Ye Xiwu.
"Kamu budak kecil, cuci semua sepatuku. Aku tidak ingin melihat kotoran sedikitpun." perintah putri Ye Xiwu.
__ADS_1
Putri Ye Xiwu dengan sengaja memerintahkan selir kecil untuk mencuci semua sepatunya dengan air dingin. Air dingin itu membuat seluruh tangan selir kecil menjadi kaku membeku dan kulitnya mulai terkelupas karena efek air dingin itu. Tak cukup sampai disitu saja. Selesai mencuci semua sepatunya, putri Ye Xiwu berulah kembali, dia memerintahkan selir kecil untuk menguras kolam ikan yang ada di kediamannya dan mengisi kolam tersebut dengan air bersih. Putri Ye Xiwu tidak membiarkan siapapun untuk membantu selir kecil. Selesai mengerjakan tugas itu, selir kecil kembali ke kediamannya dengan perut yang lapar. Putri Ye Xiwu tidak memberikannya makan selama seharian.
Dengan perut kosong, selir kecil tidur sambil menangis. Dia tidak menyangka, hidupnya akan seperti ini. Di tengah malam, pangeran diam-diam membawakan selimut tebal, obat-obatan dan makanan lezat untuk selir kecilnya. Dia menyuapi selir kecilnya dengan penuh kelembutan. Dia menghangatkan tubuh selir kecilnya yang semakin lemah.
"Apakah lezat?" tanya pangeran lembut.
"Hm, sangat lezat." ucap selir kecil dengan suara serak.
"Apakah sudah hangat sekarang" tanya pangeran.
"Hm, sangat hangat." ucap selir kecil tersenyum kecil.
"Aku akan menemanimu disini. Aku akan memberikanmu kehangatan dan tidak akan membiarkanmu kelaparan." ucap pangeran memberikan ketenangan dan kenyamanan.
"Tetaplah disini. Meskipun kita harus sembunyi-sembunyi." ucap selir kecil penuh harapan.
"Aku berjanji akan selalu di sisimu. Bersabarlah, aku akan mengembalikan keadaan. Aku akan mengembalikan statusmu." ucap pangeran dengan lembut
__ADS_1
Pangeran memeluknya dengan erat. Menatapnya dengan penuh kasih sayang dan mencium keningnya dengan lembut. Di siang hari, putri Ye Xiwu memberikan kebenciannya kepada selir kecil dan di malam hari pangeran akan memberikan seluruh cintanya kepada selir kecil. Selir kecil Xixi adalah wanita spesial yang paling berharga untuknya selamanya.