Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 48 : Kebenaran Yang Mulai Terungkap (Part 2)


__ADS_3

"Pangeran sudah bangun?" tanya kasim Li dengan lembut saat pangeran memeluknya.


"Hm, apa kabar kasim Li?" tanya pangeran dengan hangat.


"Hamba baik-baik saja pangeran." ucap kasim Li dengan tenang.


"Terima kasih sudah menolong kami." ucap pangeran penuh kehangatan.


Pangeran duduk di samping kasim Li sambil melihat dia bermain bersama putranya. Kasim Li terlihat sangat menyayangi Xiao Jiwu.


"Apakah pangeran tahu, putramu memiliki wajah dan kebajikan seperti kaisar. Mungkin saja suatu hari nanti, putramu akan menjadi kaisar Xiao yang lebih baik dan dicintai oleh rakyatnya melebihi ayahmu." ucap kasim Li dengan senyuman kecil.


"Apakah ayahku sangat tampan kasim Li?" tanya pangeran Xiao San penasaran.


"Hm, ayahmu sangat tampan seperti pangeran dan putramu. Dia juga memiliki hati yang murni seperti dirimu. Namun satu kesalahannya, dia tidak memiliki kemampuan untuk melindungi putra kandungnya." ucap kasim Li dengan nada penuh penyesalan.


"Lalu, apakah kamu tahu bagaimana ayahku wafat?" tanya pangeran Xiao San sedikit ragu.


"Hm, hamba adalah orang yang terakhir berada di samping kaisar Xiao Ge. Aku masih mengingat dengan jelas bahwa kaisar telah diracuni oleh seseorang. Tubuhnya menghitam dan dari mulutnya mengeluarkan racun berwarna hitam yang memiliki bau sangat khas seperti bangkai." ucap kasim Li dengan tatapan penuh amarah.


"Apa?" teriak pangeran Xiao San sambil mengepalkan tangannya.


"Apakah kamu tahu siapa yang meracuni kaisa" tanya pangeran menggebu-gebu


"Hamba tidak tahu. Saat hamba berada disana tidak ada satupun penghuni istana. Seakan kaisar seperti bunuh diri meminum racun. Hamba tidak percaya dengan semua itu. Hamba diam-diam menelusuri kamar kaisar. Hamba mencari mungkin saja ada bukti disana. Namun semua nihil. Hanya hanya menemukan sebuah kotak kecil yang disimpan di atas langit-langit kamarnya. Saat hamba buka, hamba menemukan plakat kaisar dan sebuah kotak kecil dengan kunci rahasia. Hamba tidak tahu apa isi kotak itu." kasim Li berusaha menjelaskan secara rinci.

__ADS_1


"Bisakah aku melihat kotak itu?" tanya pangeran.


Kasim Li mengambil kotak itu dan memberikan kepada pangeran. Pangeran Xiao San membuka kotak itu dan di dalamnya hanya ada dua benda yang satu adalah plakat kekaisaran dan satu lagi kontak kecil yang memiliki kunci rahasia. Pangeran Xiao San berusaha untuk membuka kotak rahasia itu namun selalu gagal. Dia menaruh kotak rahasia itu dan mengembalikan kepada kasim Li.


"Sebaiknya pangeran yang menyimpan kotak ini. Hamba yakin ini semua berkaitan dengan pangeran." ucap kasim Li sambil mengembalikan kotak itu.


"Lalu bagaimana dengan putri Ye Xiwu dan pangeran Xiao Fang?" tanya pangeran penasaran.


"Setelah kepergian pangeran, menteri keuangan meminta keadilan terhadap status putri Ye Xiwu. Kemudian kaisar Xiao Ge tetap memberikan status putri kepada putri Ye Xiwu. Rupanya menteri keuangan benar-benar memiliki rencana yang sangat licik. Dia bekerja sama dengan pangeran Xiao Fang untuk menjatuhkan kaisar Xiao Ge. Setahun setelah kepergian pangeran, kaisar dijebak oleh mereka. Kaisar Xiao Ge dituduh telah membunuh puluhan pelajar dari keluarga bangsawan, lebih tepatnya dari keluarga para pejabat yang mendukungnya. Kaisar Xiao Ge tidak dapat berbuat apa-apa, semua bukti mengarah ke kaisar. Akhirnya kaisar dimasukkan ke dalam penjara kesedihan." ucap kasim Li dengan ekspresi wajah menakutkan.


"Apa? Kaisar dimasukan ke dalam penjara kesedihan? Dasar iblis betina." ucap pangeran mengumpat saat memikirkan kebiadaban putri Ye Xiwu.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya pangeran semakin kesal.


"Kaisar hanya bertahan dalam waktu tiga bulan dipenjara. Setelah itu hamba mendengar kabar bahwa kaisar Xiao Ge telah bunuh diri karena malu dan memberikan tahtanya kepada Xiao Fang." ucap kasim Li lirih.


Pangeran Xiao San menyesali semua yang terjadi. Meskipun kaisar Xiao Ge telah memisahkan dirinya dengan selir kecil, namun ternyata itu semua hanyalah sebuah kesalahpahaman. Pangeran menyesal tak dapat melihat wajah ayahnya seumur hidupnya. Meskipun dia sudah dapat melihat, tapi semua itu sia-sia. Matanya tak mampu melihat sosok ayahnya. Kasim Li berusaha menghibur pangeran. Kasim Li benar-benar menyesal dengan masa lalunya.


"Sudahlah pangeran. Sekarang kita harus bisa bertahan untuk mencari pelaku yang meracuni kaisar Xiao Ge. Hamba yakin kematian kaisar ini berkaitan erat dengan kelicikan menteri keuangan dan putri Ye Xiwu." ucap kasim Li mengatakan semua dengan jelas.


"Kamu benar kasim Li. Takkan kubiarkan semua kejahatan mereka semakin banyak. Aku akan memulihkan nama baik kaisar Xiao Ge dan selir kecil Xixi. Takkan kubiarkan Xiao Fang menjadi kaisar dan merebut tahta yang menjadi hakku." ucap pangeran dengan wajah penuh ambisi.


Pangeran Xiao San mengepal tangannya dan menguatkan hatinya agar bisa membalaskan dendam kepada menteri keuangan dan putri Ye Xiwu. Hatinya sudah bulat untuk mengambil tahtanya kembali.


"Pangeran.. Pangeran.." panggil Chen Yi sambil berlari dengan napas terengah-engah.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya pangeran terkejut.


"Selir kecil... Selir kecil sudah sadar." ucap Chen Yi terbata-bata.


Pangeran Xiao San yang mendengar berita itu langsung berlari menghampiri selir kecilnya. Dia memegang tangan selir kecil dan menyapanya.


"Selir kecil.." panggil pangeran dengan lembut.


Selir kecil hanya tersenyum kecil dan menatapnya dengan penuh kerinduan. Pangeran Xiao San mengecup keningnya dan berbisik di telinganya dengan lembut.


"Aku merindukanmu." ucap pangeran.


Pangeran Xiao San mengusap pipinya yang lembut dan menatapnya penuh kebahagiaan. Dia sangat bahagia melihat selir kecilnya sudah sadar.


"Dimana putra kita?" tanya selir kecil dengan suara yang masih lemah.


Chen Yi membawa Xiao Jiwu dan membaringkannya di samping tubuh selir kecil. Selir kecil menoleh ke arah putranya dan mengecup keningnya. Dia sangat senang dapat melihat putranya yang masih sehat. Selir kecil mengusap-usap tubuh putranya dan memeluknya dengan erat. Xiao Jiwu tertawa saat merasakan pelukan selir kecil.


Pangeran Xiao San dan Chen Yi meninggal selir kecil dan putranya. Dia memberikan ranah pribadi untuk selir kecil menyusui putranya. Selir kecil tersenyum namun ada tetesan air mata dipipinya. Air mata itu keluar tanda kebahagiaan. Dia sangat bahagia melihat pangeran dan putranya.


"Putraku sayang. Maafkan ibu yang tak mampu melindungimu dan ayahmu." ucap selir kecil lirih.


"Ibu berjanji akan selalu melindungimu dan ayahmu. Ibu harap kamu menjadi anak yang bisa membanggakan ayah dan ibumu. Jadilah anak yang berbakti." ucap selir kecil lembut dan mencium tangan mungil putranya.


Selir kecil menyusui putranya hingga kenyang. Tak lama kemudian Xiao Jiwu tertidur lelap dalam pelukan hangat selir kecil.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2