
Seminggu telah berlalu sejak pernikahan itu. Namun pangeran dan putri belum menyempurnakan pernikahan mereka. Pangeran masih sibuk menjaga selir kecilnya. Sejak hari pernikahan itu, tak pernah pangeran mengunjungi putri untuk bertegur sapa. Putri yang kehilangan kesabarannya, pergi menuju ke kediaman selir kecil. Bagaimanapun juga putri adalah pemimpin hareem. Dia memiliki kekuasaan di hareem itu. Putri sangat marah karena selir kecil menguasai pangeran untuk dirinya sendiri. Putri berhak untuk menegur selir kecil dan menghukumnya.
"Maafkan hamba putri, putri tidak boleh masuk ke kediaman selir kecil." ucap pengawal istana.
"Mengapa? Ini adalah wilayah hareem. Aku berhak untuk masuk kemanapun aku mau." ucap putri Ye Xiwu.
"Tapi putri.." ucap pengawal istana.
Putri Ye Xiwu tidak peduli dengan perkataan pengawal istana, dia memaksa untuk masuk ke kediaman selir kecil. Sampai di depan pintu kamarnya, putri Ye Xiwu kembali dihadang oleh para dayang istana. Namun putri tetap memaksakan diri untuk masuk. Dia mendobrak pintu itu dan melihat pangeran yang masih tertidur pulas memeluk selir kecil. Dayang istana berusaha menghalangi putri namun gagal. Putri Ye Xiwu sudah terlanjur masuk ke dalam kamar selir kecil. Suara gaduh itu membuat pangeran terbangun dari tidurnya.
"Ada apa ini?" tanya pangeran lantang.
"Maafkan kami pangeran, putri Ye Xiwu memaksa untuk masuk." jawab salah satu dayang istana.
"Biarkan dia masuk. Kalian pergilah." ucap pangeran yang masih berada di atas ranjangnya.
"Ada apa putri mengganggu ketenanganku pagi-pagi?" tanya pangeran pelan.
"Apa yang sedang pangeran lakukan disini?" tanya putri penuh amarah.
"Aku sedang menemani selir kecil tidur. Apa yang kamu inginkan?" tanya pangeran menahan emosinya.
"Pangeran sebaiknya kembali ke kediaman pangeran. Aku ingin berbicara dengan selir kecil." ucap putri Ye Xiwu.
"Tidak bisa. Jika putri ingin berbicara dengannya. Putri bisa mengatakan semuanya kepadaku." ucap pangeran sopan.
"Maaf pangeran. Aku adalah pemimpin hareem ini. Aku berhak mengatur ketenangan dan menegakkan aturan di hareem ini. Sejak aku berada disini, tidak pernah selir kecil menyapaku. Ini berarti selir kecil menentang keberadaan aku." ucap putri Ye Xiwu dengan nada penuh kesombongan.
__ADS_1
"Putri tidak berhak mengatakan sesuatu yang buruk tentang selir kecil. Karena kaisar sudah memberikan titah bahwa selir kecil hanya dapat dihukum olehku dan sepertinya putri harus tahu bahwa kediaman selir kecil tidak di bawah aturan hareem istana, namun langsung di bawah aturan kediamanku. Tidak boleh ada yang memasuki kediaman selir kecil kecuali aku." ucap pangeran dengan tegas dan penuh intimidasi.
"Apa?" ucap putri yang sangat terkejut.
"Untuk masalah selir kecil yang belum menyapa putri. Karena selir kecil sedang dalam kondisi vegetatif. Jadi aku harap putri segera meninggalkan kediaman selir kecil." ucap pangeran yang tidak bisa menahan lagi amarahnya.
Putri Ye Xiwu sangat marah dan merasa terhina. Pangeran lebih memilih selir kecil yang memiliki posisi rendah. Putri Ye Xiwu meninggalkan kediaman selir kecil dengan wajah kesal. Dia pergi menuju ke kediaman ayahnya, sang menteri keuangan. Dia mengadu kepada ayahnya. Dia ingin mendapatkan pembelaan dari ayahnya. Menteri keuangan sudah termakan dengan perkataan putrinya. Dia. meminta keadilan kepada kaisar. Bagaimana bisa seorang selir kecil dapat menghina seorang putri.
Kaisar memerintahkan kepada kasim Li untuk memanggil pangeran dan selir kecil. Saat menerima perintah itu, dia sudah mengerti alasan kaisar memanggilnya. Pangeran pergi ke kediaman kaisar. Disana sudah menunggu putri Ye Xiwu dan menteri keuangan.
"Salam hormat kaisar." sapa pangeran.
"Salam hormat menteri keuangan." sapa pangeran.
"Dimana selir kecil?" tanya kaisar.
"Apa?" ucap kaisar.
"Lalu bagaimana keadaan selir kecil?" tanya kaisar.
"Tabib istana mengatakan bahwa selir kecil masih butuh pengobatan karena tubuhnya masih lemah." ucap pangeran.
"Apakah kamu tahu alasan aku memanggilmu pangeran?" tanya kaisar serius.
"Hamba mengerti." jawab pangeran.
"Alasan apa yang ingin kamu katakan?" tanya kaisar.
__ADS_1
"Hamba hanya ingin mengatakan bahwa hamba belum bisa tidur bersama putri selama selir kecil belum sadar." ucap pangeran singkat.
"Kurang ajar. Kamu menghina keluarga kami pangeran." ucap menteri keuangan tersulut emosi.
"Apakah ada lagi yang ingin kamu katakan?" tanya kaisar dengan bijak.
"Sudah cukup kaisar." ucap pangeran singkat.
"Kaisar hamba mohon keadilan untuk putri hamba." ucap menteri keuangan dengan wajah penuh kepalsuan.
"Pangeran aku perintahkan kepadamu agar kamu dapat memberikan putri Ye Xiwu haknya sebagai istri sah karena dia yang berhak memberikan keturunan untuk kelangsungan kerajaan Xiao dan aku perintahkan agar pangeran selama sebulan tidak boleh menemui selir kecil sebagai hukuman." perintah kaisar dengan tegas.
"Baik, hamba mengerti." ucap pangeran pelan penuh kekecewaan.
Pangeran tidak menyangka putri Ye Xiwu yang terlihat anggun dan baik ternyata memiliki sifat arogan dan pendendam. Pangeran dengan penuh kekesalan pergi meninggalkan kediaman kaisar. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi dan pergi tanpa menoleh ke arah mereka. Putri Ye Xiwu sangat senang mendengar hukuman yang diterima oleh pangeran. Dia tersenyum licik saat pangeran meninggalkan mereka. Bagaimanapun Putri Ye Xiwu tidak pernah menerima kekalahan oleh siapapun. Apapun yang diinginkan oleh putri Ye Xiwu harus didapatkan termasuk pangeran.
"Pelayan, panggil tabib istana." ucap pangeran saat sampai di kediamannya.
"Kurang ajar. Aku tidak akan memaafkan perbuatan kamu putri. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu." ucap pangeran penuh dendam.
Tabib istana sampai di kediaman pangeran. Dia meminta kepada tabib istana untuk mengirimkan salah satu anak buahnya agar dapat menjaga dan merawat selir kecil selama pangeran menjalankan hukuman dari kaisar. Pangeran memerintahkan kepada tabib istana untuk melaporkan perkembangan kesehatan selir istana secara diam-diam. Pangeran tidak ingin ingin putri Ye Xiwu mengetahuinya dan akhirnya berimbas kepada selir kecilnya.
Pangeran mulai melaksanakan perintah kaisar. Setiap malam kaisar akan mendatangani kediaman putri. Dia akan mengalihkan perhatiannya dengan memberikan obat tidur ke dalam makanannya. Sehingga ketika mereka bangun, putri merasa sudah tidur bersama dengan pangeran. Pangeran yang sudah dapat berpikir dengan cerdas, mampu mengelabui putri yang terlihat licik namun sangat bodoh ini. Pangeran terus melakukan trik itu hingga hukuman telah selesai dilakukan.
"Putri karena hukumanku sudah berakhir. Aku hanya akan menemui setiap seminggu sekali. Ini adalah wujud keadilan yang aku berikan kepadamu sebagai istriku." ucap pangeran dengan bijak.
"Kita sudah tidur bersama sesuai dengan keinginanmu. Aku harap tidak ada lagi dendam di hatimu." ucap pangeran pelan.
__ADS_1
Pangeran akhirnya pergi meninggalkan kediaman Putri Ye Xiwu setelah mengatakannya.