
Sebulan telah berlalu. Jiang Xi datang ke kediaman selir kecil untuk menemui selir kecil secara diam-diam. Jiang Xi datang dengan membawa hasil penyelidikan mengenai air pemandian kaisar. Sesuai dengan dugaan selir kecil, air itu mengandung mercury. Kandungan mercury sangat berbahaya bagi tubuh. Jika digunakan dalam jumlah yang besar dan intens maka akan berdampak bagi tubuh. Selir kecil sudah menduganya, bahwa penyakit kaisar yang tidak pernah memperlihatkan kemajuan disebabkan oleh mercury ini.
"Bawalah dayang istana baru itu ke tempat persembunyian kita. Lakukan dengan rapi." perintah selir kecil
"Baik." ucap Jiang Xi dan langsung meninggalkan kediamannya.
Selir kecil merasa bahwa bukti yang didapatkan ini sudah cukup untuk menjatuhkan panglima istana. Selir kecil membawa seluruh bukti itu kehadapan pangeran. Pangeran sangat terkejut saat melihat semua bukti yang diberikan oleh selir kecil. Pangeran tidak menyangka bahwa selama ini selir kecilnya telah bekerja keras untuk mencari pelaku kasus yang meracuni dirinya.
Pangeran dan selir kecil pergi menuju ke kediaman kaisar dengan membawa bukti-bukti tersebut. Kaisar tidak percaya dengan yang dilihatnya, dia tidak menyangka tangan kanannya yang sangat dia percaya sekaligus sahabat kecilnya ini telah mengkhianatinya. Kaisar yang mengetahui fakta itu sangat terluka. Kaisar memberikan perintah kepada kasim Li untuk membawa panglima istana dan seluruh keluarganya ke penjara bawah tanah istana agar dapat diadili dengan dasar penghianatan.
"Kasim Li bawa panglima istana dan seluruh keluarga Chen. Jangan biarkan ada satu orang pun yang melarikan diri." perintah kaisar dengan tegas.
Kasim Li menangkap seluruh keluarga panglima Chen Zhen. Mereka dipenjarakan di tempat yang sangat gelap dan lembab. Panglima istana tidak menyangka pangeran yang terlihat tak berguna itu mampu menjebaknya. Panglima meminta bantuan orang itu agar dapat menolongnya dari hukuman mati. Namun orang itu justru lepas tangan dan mengancam panglima istana agar tidak membawa-bawa namanya dalam kasus ini. Panglima istana sangat kesal dan kecewa, ternyata orang yang didukungnya justru melarikan diri dari tanggung jawab. Padahal panglima istana sudah mengorbankan segalanya untuk orang itu.
Panglima istana dan keluarganya mulai di interograsi untuk melihat apakah ini semua adalah kesalahan mutlak panglima istana atau ada pejabat lain yang ikut terlibat. Panglima istana tetap bungkam dengan fakta yang ada, walaupun dia sudah dikhianati oleh orang itu, namun dia tetap setia pada orang itu. Dia tetap mengaku bahwa dirinya sebagai otak kasus ini. Hakim istana akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi mati seluruh keluarga panglima Chen. Dua hari lagi adalah hari eksekusi keluarga Chen. Meskipun keluarga Chen tidak bersalah, namun akibat perbuatan Chen Zhen yang sudah melakukan pengkhianatan maka semua keluarganya ikut terseret.
__ADS_1
Malam itu selir kecil datang ke dalam penjara bawah tanah secara diam-diam. Selir kecil datang menemui panglima Chen Zhen. Selir kecil sangat penasaran dengan kasus ini. Tidak mungkin otak pelaku kasus meracuni ini hanya dilakukan oleh panglima Chen saja. Sedangkan sesuai dengan praduga selir kecil, racun yang diberikan kepada pangeran bukanlah racun sembarangan. Racun ini hanya dapat dibeli oleh orang-orang tertentu dan panglima tidak mungkin mendapatkan kuasa untuk membeli racun ini.
"Katakan bagaimana caramu membeli racun ini?" tanya selir kecil pelan.
"Hamba beli di pasar gelap." ucap panglima Chen.
"Bohong. Racun ini hanya dapat dibeli menggunakan plakat dari keluarga kerajaan." bentak selir kecil.
"Aku tanya sekali lagi, dari mana kau dapatkan racun ini?" tanya selir kecil lantang
"Baiklah jika kamu tidak ingin mengatakannya. Makan ini." ucap selir kecil sambil memasukkan sebuah pil khusus untuk menahan racun seperti yang pernah dia makan dulu.
"Apa ini selir kecil." tanya panglima Chen Zhen dengan penuh amarah.
"Haha.. itu hadiah kecil dariku. Kamu tidak akan pernah mati dan akan tersiksa di setiap denyutan jantungmu." ucap selir kecil dengan mata yang menakutkan.
__ADS_1
"Apakah kamu tahu panglima. Tidak ada yang boleh menyakiti suamiku. Kamu tidak boleh mati dengan mudah. Kamu harus merasakan penderitaan yang dirasakan oleh suamiku." ucap selir kecil dengan menampakkan mata seperti iblis.
Selir kecil tersenyum jahat dan pergi meninggalkan penjara bawah tanah itu. Dia berjalan penuh kesombongan. Panglima Chen Zhen tidak pernah melihat sosok iblis dari selir kecil. Sosok itu sangat menakutkan. Selir kecil yang selama ini terlihat sangat baik, ceria, dan lugu memiliki temperamen seperti iblis saat marah. Panglima terus menatap selir kecil yang semakin lama sosoknya tak terlihat lagi. Panglima Chen Zhen memikirkan kata-kata selir kecil yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan bisa mati. Sepanjang malam panglima Chen Zhen memikirkan kata-kata penuh ancaman itu.
Malam semakin larut, udara di dalam penjara terasa dingin. Bekas cambukan di tubuh panglima membuat udara itu semakin terasa dingin. Terdengar bunyi lolongan suara anjing yang saling bersahutan. Seakan bunyi lolongan panjang itu menjadi sebuah peringatan untuk hidup panglima Chen Zhen. Suara rintihan tangisan istri dan anaknya yang ketakutan karena memikirkan hari eksekusi esok membuat suasana di dalam penjara bawah tanah semakin mencekam.
"Langit sungguh kejam kepada keluargaku." ucap panglima Chen Zhen dalam hatinya.
Dia hanya mampu menghela napas panjang dan melihat seluruh keluarganya yang telah menderita akibat ulahnya. Panglima Chen Zhen merasakan ketidakadilan. Namun dia tidak dapat melakukan tindakan apapun. Panglima istana sudah banyak berutang budi kepada orang itu.
"Maafkan aku kaisar. Aku telah mengkhianatimu." ucap panglima dalam hatinya.
"Aku tidak akan menyesali semua perbuatanku karena semua ini sebagai penebusan untuk orang itu. Mungkin di kehidupan kedua aku akan menebus dosaku padamu kaisar." ucap panglima Chen Zhen dalam hatinya
Panglima istana memejamkan matanya dan meneteskan air matanya. Dia hanya menunggu esok pagi. Dia harus merelakan generasi keturunan keluarga Chen musnah. Mungkin ini adalah karma untuknya dan keluarga Chen di masa lalu. Langit sedang menghukum mereka karena perbuatan dosa mereka di masa lalu.
__ADS_1
Malam itu terasa sangat panjang. Seakan bumi berotasi sangat lambat. Hati mereka semua diselimuti kegelisahan dan ketakutan. Air mata terus mengalir membanjiri pipi mereka. Hidup dan mati sudah ditentukan oleh langit. Karma dan penebusan juga sudah ditentukan oleh langit. Manusia hanya bisa menerimanya. Masalah pahala dan dosa sudah manusia tidak dapat menghitungnya. Semua perbuatan pasti ada karmanya. Perhitungan pahala dan dosa menjadi rahasia langit. Takdir manusia sudah tertulis. Kesalahan yang diperbuat panglima Chen Zhen menjadi karma untuk keluarganya.