Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 24 : Memulihkan Tubuh Pangeran


__ADS_3

"Pagi pangeran." sapa lembut selir kecil saat melihat pangeran bangun.


"Mandilah dulu. Hamba sudah menyiapkan sarapan untuk pangeran." ucap selir kecil.


Pangeran bangun dari ranjangnya dan pergi ke tempat pemandian yang sudah disiapkan oleh selir kecil. Pangeran berendam di dalam kolam yang diberikan berbagai rempah-rempah untuk kesehatannya. Pangeran sangat menikmati waktu mandinya. Begitu nyaman bagi tubuhnya.


"Anda sudah selesai? Biarkan hamba membantumu berpakaian." ucap lembut selir kecil.


Pangeran tersenyum kecil, dia menganggukkan kepalanya seperti anak kecil yang manja. Pangeran menatap selir kecil dengan penuh cinta. Pangeran secara tiba-tiba mengecup lembut kening selir kecil. Tindakan ekspresif itu membuat keduanya tersipu malu.


"Mari kita makan pangeran." ucap selir kecil memecah suasana kaku itu.


Pangeran bersama selir kecil sarapan bersama. Mereka makan bersama dengan penuh kebahagiaan. Selir kecil menatap lembut pangeran yang sedang makan.


"Enak?" tanya selir kecil


"Hm, sangat lezat." ucap pangeran.


"Selir kecil, apakah kamu menambahkan sesuatu pada makanan ini?" tanya pangeran penasaran.


"Menjaga?" tanya singkat selir kecil.


"Hm, tidak apa-apa. Hanya saja makanan ini sedikit berbeda rasanya. Seperti ada bahan lain dalam makanan ini." ucap pangeran penasaran.


"Hamba masak seperti biasa. Sudah makan saja. Ok." ucap selir kecil tersenyum kecil.


Selir kecil tidak menyangka, meskipun pangeran buta. Namun indera lainnya lebih sensitif dari orang normal lainnya. Untung saja pangeran tidak mengetahuinya, meskipun pangeran sedikit curiga. Faktanya selir kecil memang telah memasukkan beberapa tanaman khusus untuk membuka aliran tenaga dalamnya. Dengan begitu selir kecil lebih mudah untuk mengajarinya ilmu bela diri.

__ADS_1


"Pangeran setelah makan, hamba ingin mengajakmu ke taman persik." ucap selir kecil.


"Hm, baiklah." ucap pangeran singkat tanpa bertanya lebih dalam.


Keduanya pergi menuju ke taman persik. Disana menjadi tempat kenangan yang spesial bagi pangeran dan selir kecil. Jika taman itu tidak ada, mungkin pangeran tidak akan bertemu dengan selir kecilnya.


"Duduklah disini." ucap selir kecil.


Pangeran duduk bersila dengan santai membelakangi selir kecil. Selir kecil mentransferkan energi murni untuk memperbaiki organ-organ di dalam tubuh pangeran sekaligus untuk membuka aliran darah pangeran. Pentransferan energi murni itu sangat menguras energi murni milik selir kecil. Namun selir kecil tetap melakukannya sampai akhir. Meskipun dia memuntahkan darah dan tubuhnya mulai lemah, dia tetap melanjutkannya. Panglima yang tidak bisa melihat apapun, tetap berkonsentrasi menerima energi murni dari selir kecilnya.


Energi murni itu membuat seluruh organ-organ dalam tubuh pangeran mulai meregenerasi dan membentuk organ-organ yang lebih kuat. Sisa racun yang berada dalam aliran darah pangeran dibersihkan dan diakhiri dengan energi murni positif yang membuat tubuh pangeran menjadi lebih kuat. Selir kecil terus menerus memaksakan untuk mengalirkan energi murni itu agar tubuh pangeran siap untuk menerima segala pembelajaran dari selir kecil. Pangeran yang semula memiliki tubuh yang lemah dan mudah terserang penyakit, kini mulai merasakan kekuatan dalam tubuhnya.


Energi murni itu selesai dialirkan ke tubuh pangeran, selir kecil akhirnya pingsan. Pangeran terkejut melihat tubuh selir kecilnya melemah dan jatuh pingsan. Pangeran terus memanggil selir kecil namun tidak ada respon yang terdengar. Pangeran memanggil para dayang istana untuk membawa selir kecil ke kediamannya. Dayang istana memanggil tabib istana untuk memeriksa kondisi selir kecil. Tabib istana memeriksanya dan mengetahui bahwa kondisi selir kecil sedang melemah.


"Maafkan hamba pangeran, tubuh selir kecil sedang lemah. Biarkan dia beristirahat selama sebulan ini. Jangan lupa untuk meminumkan obat yang hamba berikan." ucap tabib istana.


"Sekarang periksa kondisiku. Aku merasa ada yang aneh dengan kondisiku." perintah pangeran.


"Apa yang terjadi denganmu pangeran?" tanya tabib istana yang terkejut setelah memeriksa pangeran.


"Ada apa denganku?" tanya pangeran penasaran.


"Bagaimana bisa tubuh pangeran..?" ucap tabib istana sangat terkejut.


"Katakan." perintah pangeran.


"Tubuh pangeran sedang mengalami regenerasi. Semua organ-organ di dalam tubuh pangeran sedang membentuk kekuatan. Aliran darah pangeran menjadi bersih dan tidak ada racun yang mengalir. Pernapasan pangeran menjadi stabil. Hanya tinggal penglihatan pangeran yang butuh pengobatan. Jika seperti ini, tubuh pangeran sudah siap menerima ilmu apapun dari para guru istana." tabib istana menjelaskan dengan sangat detail.

__ADS_1


"Ini merupakan kabar yang sangat bagus. Kita harus memberitahukan semua ini kepada kaisar." ucap tabib istana.


"Tolong rahasiakan semua ini dari siapapun. Jangan sampai ada yang tahu tentang perkembangan kesehatanku." ucap pangeran tegas.


"Baiklah pangeran." ucap tabib istana.


Tabib istana pergi meninggalkan kediaman pangeran. Salah satu dayang istana membawakan obat untuk selir kecil.


"Katakan kepada seluruh pengawal istana dan dayang istana yang ada di istana ini, jangan ada yang mengatakan apapun tentang keadaan selir kecil hingga dia pulih kembali." perintah pangeran dengan tegas.


"Baik pangeran." ucap seluruh dayang istana yang berada disana.


Pangeran dengan gigih menjaga dan merawat selir kecilnya. Tidak ada satupun dayang istana yang boleh menyentuh selir kecilnya. Setiap hari pangeran memberikan obat dan menemani selir kecil. Dia tidak ingin ketika selir kecilnya terbangun, dia tidak ada dihadapannya.


"Selir kecil cepatlah bangun. Aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu." bisik pangeran sambil memegang tangannya.


Pangeran mengusap lembut kepala selir kecil. Dia menyelimutinya dengan lembut. Walaupun terasa sangat melelahkan, namun pangeran tetap bertahan untuk kesembuhan selir kecilnya. Kini tubuh pangeran lebih kuat, sehingga tidak mudah untuk tumbang. Setiap malam pangeran selalu membacakan buku-buku yang dia miliki. Meskipun itu adalah buku tentang strategi peperangan ataupun tentang pengobatan, setidaknya selir kecil bisa mendengarkan suaranya.


"Apakah kamu tahu selir kecil, aku sangat merindukanmu. Sudah hampir satu bulan kamu tertidur. Apakah kamu tidak ingin melihat wajahmu?" bisik pangeran penuh kesedihan.


"Sudah berkali-kali tabib istana yang paling hebat aku perintahkan untuk memeriksa keadaanmu, namun semuanya tidak memberikan hasil apapun." ucap pangeran lirih.


"Kalau aku mengetahui resiko ini semua. Aku tidak akan mengizinkan kamu untuk melakukan itu. Biarkan tubuh tetap lemah. Aku sudah menerima takdirku." ucap pangeran penuh penyesalan.


"Aku hanya ingin bersamamu. Meskipun harus menjadi pangeran yang tidak berguna. Aku hanya ingin bersamamu." ucap pangeran dengan pasrah.


Pangeran menaruh kepalanya di dada selir kecilnya. Dia hanya ingin merasakan napas kehidupan selir kecil. Dia menggenggam erat tangan selir kecil dan memejamkan matanya. Dia hanya ingin tidur di samping selir kecil sambil memeluk erat tubuhnya. Mungkin langit akan memberikan keajaibannya. Pangeran sangat berharap, ketika esok dia membuka matanya, selir kecilnya sudah bangun dari tidur panjangnya. Dia ingin melihat senyum bahagia selir kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2