Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 50 : Kebenaran Yang Terungkap (Part 3)


__ADS_3

Kematian kasim Li menambah goresan luka di hati selir kecil. Terlalu banyak goresan luka yang disebabkan oleh mereka. Selir kecil ingin sekali menghampiri mereka dan membunuh mereka tanpa belas kasih. Namun dia tidak ingin melakukan secara ceroboh. Dia telah belajar bahwa keputusan yang tergesa-gesa hanya membuat dirinya gagal dan justru mendorong dia serta semua orang yang berharga untuknya ke jurang kematian. Bagaimanapun juga selir kecil tidak memiliki banyak dukungan yang dapat menyokong kemenangan nanti. Dia harus membuat rencana yang matang agar mendapatkan kemenangan. Dia tidak boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Dia tidak ingin gagal dalam melindungi orang-orang disekitarnya terutama suami dan putranya.


"Chen Yi, persiapkan upacara kematian kasim Li." ucap selir kecil dengan wajah datar.


Selir kecil menghapus air matanya dan menampakkan ekspresi wajah dingin. Dia menghentikan tangisannya dan mencoba bersikap tegar. Selama mengikuti upacara kematian kasim Li, tidak ada kesedihan ataupun tangisan yang terlihat di wajahnya. Pangeran Xiao San hanya melihat sosok yang tegar dan ekspresi wajah dingin tak berperasaan yang menyelimutinya. Pangeran sedikit cemas dengan keadaan selir kecil yang seperti itu, namun dia tidak ingin ikut campur dengan perasaan selir kecil yang sedang bergejolak. Pangeran Xiao San membiarkan selir kecil larut dalam kesedihannya dan terus mengawasi keadaannya.


"Pangeran, sebelum meninggal. Apakah kasim Li mengatakan sesuatu kepadamu?" tanya selir kecil datar.


"Hm, dia meninggalkanku sebuah kotak. Namun kasim Li tidak mengetahui isi kotak itu." ucap pangeran.


Pangeran Xiao San memberikan kotak itu kepada selir kecil. Dia memeriksanya. Ternyata kotak rahasia itu adalah hasil karya keluarga Jiang Xi. Selir kecil menduga bahwa kotak ini berkaitan dengan pangeran.


"Kita harus mencari Jiang Xi untuk membuka kotak ini. Karena hanya dia yang dapat membuka kotak rahasia ini." ucap selir kecil


"Lalu bagaimana dengan catatan yang diberikan oleh kasim Li?" tanya pangeran penasaran.


"Hm, aku sudah memeriksanya. Ternyata itu adalah catatan korupsi yang dilakukan oleh menteri keuangan selama menjabat. Yang lebih mencengangkan, bahwa racun yang ada di tubuh kaisar Xiao Ge berasal dari daerah selatan. Ternyata daerah itu adalah daerah yang menjadi kekuasaan menteri keuangan. Semua harta yang dimiliki oleh menteri keuangan disimpan di daerah selatan. Kasim Li benar-benar mencari tahu semuanya. Satu kebenaran yang paling membuatku terkejut, ternyata menteri keuangan bekerjasama dengan menteri peperangan untuk membentuk pasukan khusus untuk melakukan pemberontakan sebelum kaisar meninggal." ucap selir kecil Xixi dengan wajah yang terlihat menakutkan.


"Begitu banyak kejahatan yang dilakukan oleh mereka. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya pangeran.

__ADS_1


"Chen Yi segera mencari keberadaan Jiang Xi. Kemudian sampaikan berita ke seluruh pasukan kita di semua wilayah untuk datang ke bukit kehampaan. Kita akan bertemu disana." ucap selir kecil dengan tegas.


"Pangeran, persiapkan dirimu. Besok kita akan pergi dari sini. Bawa semua bukti-bukti yang kita miliki. Kita harus mempersiapkan semuanya untuk merebut kembali tahta yang menjadi hakmu." ucap selir kecil dengan penuh semangat.


Pangeran Xiao San tanpa bertanya lagi, mulai bersiap-siap. Dia membawa semua yang dibutuhkan selama perjalanan. Dia tak menyangka dapat melihat secara langsung dengan matanya, sosok selir kecil yang luar biasa hebat. Pangeran Xiao San kembali jatuh cinta dengan istrinya untuk kedua kalinya. Meskipun menampakkan wajah yang sangat dingin, namun pangeran sangat menyukainya.


Selir kecil dengan wajah serius sedang mempersiapkan semuanya. Namun tiba-tiba saja dari arah belakang, pangeran memeluknya dan mencium tekuk lehernya.


"Aku mencintaimu." bisik pangeran dengan lembut.


Pangeran kembali mengecup tekuk leher selir kecil dan memeluk pinggangnya dengan erat. Selir kecil hanya tersenyum kecil dan memegang tangan pangeran yang berada di pinggangnya.


Selir kecil melepaskan pelukan itu dan membalikkan tubuhnya. Dia kembali mengaitkan kedua tangannya di leher pangeran. Dia menatap pangeran dengan penuh cinta. Pangeran Xiao San tak bisa menahan tatapan itu. Hasratnya muncul dan dengan lembut mencium bibir lembut selir kecil. Ciuman itu lembut namun sangat menggairahkan. Ciuman itu berhenti saat napas keduanya sesak. Pangeran tersenyum kecil dan mulai mengecup lembut kening selir kecil. Ciuman itu terus turun ke arah ujung hidung, pipi, dan berakhir di leher selir kecil.


"Pangeran.." bisik lembut selir kecil.


"Aku merindukanmu. Biarkan aku bersamamu." bisik pangeran sambil mengecup leher selir kecil kembali.


Kemesraan itu terus berjalan secara perlahan. Keduanya tak berdaya dengan hasrat yang terus mengalir. Akhirnya mereka mendapatkan kesempatan untuk saling menyatukan diri mereka dalam kerinduan yang mendalam. Selir kecil merasakan kenikmatan yang terus membara. Pangeran Xiao San mencurahkan semua tenaganya untuk membuat selir kecil bahagia.

__ADS_1


"Xiao San.." panggil selir kecil saat kenikmatan itu memuncak.


Pangeran Xiao San hanya tertawa kecil dan melanjutkan kesenangannya. Kelelahan setelah kebersamaan membuat mereka tertidur. Mereka sangat bahagia merasakan kenikmatan itu. Meskipun kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Namun pangeran Xiao San selalu berharap selir kecil masih memiliki perasaan bahagia. Pangeran Xiao San terbangun saat mendengar suara tangisan putranya. Dia menghampiri putranya dan menggendongnya.


"Apakah kamu haus putra kecilku?" tanya pangeran dengan lembut.


"Biarkan aku membuatkan susu untukmu. Ibumu sedang tertidur lelap. Kita tidak boleh mengganggunya." ucap pangeran sambil tersenyum.


Xiao Jiwu yang mendengar ucapan ayahnya, hanya tertawa kecil. Pangeran Xiao San mengajaknya bermain. Sungguh ayah yang terbaik, meskipun dia seorang pangeran. Dia tidak ragu untuk merawat putranya dengan baik.


"Kamu harus menjadi pelindung bagi ibumu. Jadilah anak yang baik untuk ibumu. Karena ibumu sangat menyayangimu." ucap pangeran sambil menggendong putranya.


Xiao Jiwu yang seakan mengerti dengan perkataan ayahnya, tertawa kecil sambil menggerak-gerakkan kakinya dengan senang. Setelah puas bermain, Xiao Jiwu mulai memejamkan matanya dan akhirnya tertidur. Pangeran membaringkan Xiao Jiwu di samping selir kecil. Pangeran ikut berbaring di samping putranya. Ketiganya tertidur dengan nyaman di tempat tidur itu. Meskipun itu terlihat sederhana, namun banyak sekali cinta dan kasih sayang yang ada disana.


"Selamat tidur sayang." ucap pangeran sambil melihat ke arah istri dan putranya.


"Aku harap kita selalu bersama menghadapi semua ini." ucap pangeran sambil melihat ke arah langit-langit kamarnya.


Pangeran memiringkan tubuhnya ke arah putranya dan istrinya. Dia hanya menatap penuh kelembutan ke arah mereka. Pangeran Xiao San berharap tidak ada lagi peristiwa yang memisahkan mereka. Jika memang dapat memilih takdir, pangeran Xiao San hanya ingin hidup sederhana dengan istri dan putranya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2