Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 29 : Afrodisiak Putri Ye Xiwu


__ADS_3

Sudah cukup lama pangeran berlatih pedang dengan selir kecil. Hingga pangeran lupa janjinya untuk menemui putri seminggu sekali. Kini sudah minggu keempat pangeran tidak menemui putri. Putri sangat kesal dengan pangeran yang sudah mengingkari janji itu.


"Dayang, cari tahu mengapa pangeran sudah sebulan tidak menemui aku?" perintah putri.


"Maafkan hamba putri, sepertinya hamba tahu alasan pangeran tidak menemui putri." ucap salah satu dayang istananya.


"Katakan." ucap singkat putri penasaran.


"Hamba mendengar dari dayang istana di dapur istana, bahwa sudah sebulan ini pangeran dan selir kecil sering berlatih berdua menikmati keindahan taman persik. Dayang istana di dapur istana mengatakan, selir kecil sengaja menguasai pangeran untuk dirinya sendiri. Karena selir kecil tidak menyukai putri yang sudah menikah dengan pangeran." ucap dayang istana itu dengan membumbui berita yang ada.


"Apa?" teriak putri dengan lantang sambil memukul meja yang ada dihadapannya.


"Dasar selir rubah licik." ucap putri dengan mata memerah menahan kekesalan.


Putri sangat kesal dengan berita yang disampaikan oleh salah satu dayang istananya. Putri Ye Xiwu tidak pernah kalah dan selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan.


"kalian semua keluar, kecuali Yu Er." ucap putri.


Seluruh dayang istana pergi meninggalkan kediaman putri dan hanya tersisa Yu Er. Putri memerintahkan Yu Er untuk menyiapkan makanan pangeran dan memberikan sebuah bubuk khusus ke dalam makanan itu. Yu Er menyiapkan makanan tersebut dan bersama putri membawa makanan itu ke kediaman pangeran. Putri menunggu pangeran di dalam kediamannya.


Malam itu selesai bermain pedang, selir kecil menemaninya ke kediaman pangeran. Namun keduanya terkejut saat melihat putri yang sudah menunggu pangeran disana.


"Pangeran sudah kembali. Hamba sudah menyiapkan makanan untukmu. Karena pangeran terlalu sibuk dan tidak bisa menemui hamba. Jadi maafkan hamba jika membawa makanan ini untuk makan malam bersama pangeran." ucap putri dengan senyum licik.


"Kalau begitu, hamba tidak berani mengganggu makan malam pangeran dan putri. Hamba pamit." ucap selir kecil dengan sopan.


Selir kecil pergi meninggalkan kediaman pangeran. Dengan sikap liciknya, putri mencoba untuk menggoda pangeran. Dia menyiapkan makanan itu dan berusaha melayani pangeran dengan baik. Pangeran hanya bisa menerima semua makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


"Bagaimana pangeran, apakah ini terasa lezat?" tanya putri menggoda.


"Hm, sangat lezat." ucap pangeran.

__ADS_1


Pangeran menghabiskan makanannya. Putri berusaha menyuapi pangeran untuk menghabiskan makanan itu. Setelah selesai makan, tiba-tiba saja kepala pangeran terasa sakit, matanya mulai terlihat samar, tubuhnya terasa panas dan berkeringat. Tubuh pangeran terasa berbeda. Ada sesuatu di dalamnya dirinya yang ingin dia keluarkan. Putri yang melihat reaksi pangeran hanya tersenyum licik. Ternyata Afrodisiak yang dia berikan mulai bereaksi.


"Pangeran, apakah kamu baik-baik saja?" tanya putri dengan penuh kepura-puraan.


"Kamu pergilah. Aku ingin istirahat." ucap pangeran dengan tubuh yang semakin panas.


"Tidak pangeran, aku akan membantumu." ucap putri sambil membawanya ke ranjang.


Pangeran yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, mencoba sedikit bertahan. Dia mencoba menolak bantuan putri dan mendorongnya keluar dan langsung menutup pintu kamarnya. Melihat perlakuan dan penghinaan seperti itu, putri semakin kesal. Dia pergi meninggalkan kediaman pangeran dengan penuh amarah karena rencananya gagal. Pangeran menahan efek Afrodisiak itu hingga menghilang di pagi hari. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur. Dia tersiksa karena obat itu.


"Pangeran." panggil selir kecil dari luar.


Merasa tidak ada respon apapun, selir kecil memaksa masuk ke dalam pangeran. Dia panik karena ketakutan terjadi sesuatu yang buruk dengan pangeran. Selir kecil bergegas masuk ke dalam kamarnya, namun selir kecil terkejut saat menemukan pangeran yang terbaring di lantai dengan tak berpakaian. Di seluruh tubuhnya penuh dengan keringat dan wajahnya masih memerah.


"Ada apa pangeran?" tanya selir kecil cemas.


"Selir kecil tolong aku." bisik lemah pangeran.


"Apakah sudah lebih baik?" tanya selir kecil.


"Hm, sudah lebih baik." ucap pangeran dengan lemah.


"Tidurlah. Tubuh pangeran harus beristirahat." ucap selir kecil lembut.


"Kamu mau kemana?" tanya pangeran sambil memegang tangan selir kecil.


"Hm, ada yang harus aku lakukan. Istirahatlah. Nanti aku akan kembali." ucap selir kecil tersenyum kecil.


Pangeran mulai tertidur. Memastikan pangeran sudah lebih baik, selir kecil pergi meninggalkannya. Selir kecil pergi menuju ke pengobatan istana bertemu dengan Jiang Xi.


"Ada apa selir kecil kemari?" tanya Jiang Xi.

__ADS_1


"Aku sedang mencari sesuatu." ucap selir kecil sambil memeriksa setiap obat-obatan yang ada disana.


"Aku sangat membutuhkan ini. Tiga hari lagi temui aku di toko buku." ucap selir kecil ketika menemukan obat yang dibutuhkan.


Selir kecil secara diam-diam pergi ke dapur istana dan memeriksa makanan yang akan dibawa ke kediaman putri. Dia mencari kesempatan untuk memasukan obat itu ke dalam makanannya. Merasa aman, dia menaruh obat itu.


"Selamat malam putri Ye Xiwu." ucap selir kecil dengan suara penuh dendam.


Makanan itu diantarkan oleh dayang istana ke kediaman putri. Selir kecil mengikuti dayang istana secara diam-diam. Dia ingin memastikan putri memakan makanan itu. Dia mengawasi dengan ketat. Putri dengan lahap memakan makanannya. Setelah memastikan makanan itu masuk ke dalam perut putri. Selir kecil pergi meninggalkannya dan kembali ke kediaman pangeran.


Selir kecil membawakan makanan dan obat khusus agar tubuh pangeran kembali pulih. Selir kecil membantu pangeran mandi dan makan. Selir kecil memeriksa tubuh pangeran, dia tersenyum saat mengetahui efek Afrodisiak sudah menghilang semua.


"Apakah pangeran ingin bermain denganku?" tanya selir kecil.


"Hm, aku sedang tidak ingin. Aku hanya ingin kamu membacakan buku untukku." ucap pangeran pelan.


"Baiklah." ucap selir kecil.


Selir kecil membawa sebuah buku yang berisi tentang keajaiban dunia lain. Pangeran mendengarkan cerita itu dengan tenang.


"Apakah benar ada dunia lain?" tanya pangeran.


"Hm, dunia itu berbeda dengan dunia kita sekarang. Disana kehidupan lebih baik dan mudah. Semua penyakit dapat diobati." ucap selir kecil.


"Termasuk mata buta ini?" tanya pangeran penasaran.


"Hm, orang buta manapun dapat melihat kembali." ucap selir kecil.


"Bagaimana cara kita kesana?" tanya pangeran semakin penasaran.


"Mungkin suatu hari pangeran dapat ke dunia itu." ucap selir kecil.

__ADS_1


__ADS_2