Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 25 : Pernikahan Pangeran Xiao San dan Putri Ye Xiwu


__ADS_3

Siang itu, udara terasa sangat panas. Matahari terasa sangat dekat dengan istana. Tumbuhan mulai layu. Daun-daun yang rimbun mulai menggugurkan daunnya. Secara perlahan air sungai mulai mengering. Hasil panen mengalami kegagalan. Penyimpanan makanan semakin menurun. Kelaparan mulai melanda dimana-mana. Rupanya kerajaan Xiao sudah dua tahun tidak merasakan turun hujan. Rakyat mulai gelisah. Para pejabat mulai panik. Kaisar dengan kondisi kesehatan yang semakin menurun, merasa tertekan dengan keinginan rakyat dan para pejabat istana. Seakan kondisi ini mulai sulit untuk dikondisikan. Musim kemarau ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.


Siang itu, pangeran sedang merawat selir kecil yang belum sadarkan diri. Kondisi yang sangat panas, membuat tubuh selir kecil selalu basah. Setiap 2 jam sekali pangeran menggantikan pakaian selir kecil. Pangeran meneteskan air mata saat melihat tubuh selir kecil yang semakin kurus. Wajahnya semakin pucat.


"Aku tetap akan menunggumu selir kecil." bisik pangeran.


Di tengah suasana haru itu, tiba-tiba kasim Li datang membawa pesan dari kaisar. Pangeran diperintahkan untuk hadir dalam pertemuan darurat di kediaman kaisar. Pangeran bersama kasim Li menuju ke kediaman kaisar. Rupanya disana sudah berkumpul seluruh pejabat istana dengan wajah penuh kecemasan. Mereka sangat gelisah. Namun yang lebih mengejutkan, disana juga ikut berkumpul para peramal istana. Para peramal yang hanya datang saat kaisar sudah tidak menemukan solusi akhir.


"Maafkan hamba kaisar. Sesuai dengan ramalan yang sudah kami lakukan. Kami ingin agar pangeran bisa menikah dengan seorang putri." ucap salah satu peramal istana.


"Apa maksud kalian? Aku sudah memiliki selir kecil di sisiku. Untuk apa kalian repot-repot menyuruhku untuk menikah lagi" ucap pangeran.


"Maafkan hamba pangeran. Pernikahan pangeran dengan selir kecil bukanlah pernikahan yang direstui oleh langit. Pangeran harus menikah dengan seorang putri yang dikirimkan oleh langit. Agar udara di kerajaan ini tetap stabil." ucap peramal istana.

__ADS_1


"Apa hubungannya dengan hujan yang tidak kunjung datang?" tanya pangeran yang mencoba menahan amarahnya.


"Ritual pemanggilan hujan membutuhkan energi murni yin dan yang. Dimana energi yin dan yang harus disatukan dengan restu dari langit. Penyatuan itu akan menghasilkan energi murni dan membuat langit akhirnya menjadi bersih. Pada akhirnya langit yang bersih akan membuat langit menurunkan hujan." peramal istana mencoba menjelaskan.


Seluruh pejabat istana menyetujuinya. Mereka ingin pangeran segera menikah dengan seorang putri. Pangeran yang telah terdesak tidak dapat mengatakan apa-apa. Pangeran tidak bisa membantah keinginan mereka. Semua demi kebaikan kerajaan Xiao. Pangeran hanya menatapnya mereka yang berada disana dengan perasaan hampa. Pangeran bersalah harus menikah, saat selir kecilnya sedang terbaring tak berdaya.


Pangeran harus menikah dengan seorang putri bernama Ye Xiwu. Dia adalah seorang putri dari pejabat tinggi. Ayahnya berkedudukan sebagai tangan kiri kaisar. Dia menjabat sebagai menteri keuangan. Semua pengaturan keuangan istana diawasi oleh menteri keuangan yang bernama Ye Wudu. Pangeran tidak mencintainya dan mungkin saja putri Ye Xiwu setuju menikah dengannya hanya karena pernikahan politik. Pengaturan pernikahan pangeran Xiao San dan putri Ye Xiwu sudah diatur. Tiga hari lagi pernikahan itu akan dilaksanakan. Pangeran yang tidak ingin menikah hanya mengikuti titah kaisar.


"Selir kecil kapan kamu bangun? Besok aku akan menikah dengan putri Ye Xiwu. Aku tidak ingin membohongimu. Aku mohon bangunlah." bisik pangeran sedih.


"Kalian jagalah selir kecil selama aku tidak ada disini." perintah pangeran dengan tegas.


Pangeran meninggalkan kediaman selir kecil dan pergi menuju kediamannya untuk beristirahat. Pangeran hanya ingin memenangkan diri. Esok adalah hari pernikahan pangeran. Pangeran hanya ingin melewati hari itu. Esok paginya semua penghuni istana sibuk melakukan tugasnya masing-masing. Para pengawal istana dengan ketat san waspada menjaga keamanan istana. Para dayang istana menyambut dan melayani setiap pejabat istana yang datang. Seluruh kerajaan Xiao dihiasi dengan nuansa berwarna merah. Setiap sudut istana dihiasi dengan lampion dan bunga-bunga berwarna merah. Di setiap dinding istana tertulis doa untuk pangeran dan putri. Di setiap meja disuguhkan makanan dan minuman yang sangat lezat dan mewah. Musik dan tarian indah dari para dayang istana membuat suasana pernikahan ini semakin meriah. Kemewahan dan kemeriahan dapat terlihat dalam pernikahan ini. Seluruh pejabat istana bersuka cita. Mereka semua menikmati suasana pernikahan itu dengan nyanyian dan arak yang sangat bagus. Hanya satu orang yang terlihat dingin, pangeran hanya berdiam diri tanpa senyuman mencoba menikmati pernikahan ini.

__ADS_1


"Pangeran, apakah kamu baik-baik saja?" tanya putri Ye Xiwu.


"Hm, aku baik-baik saja." ucap pangeran dengan dingin.


Putri Ye Xiwu tidak berani bertanya kepada pangeran lagi. Dia hanya menatap wajah pangeran yang terlihat dingin dan menakutkan. Putri Ye Xiwu mengalihkan pandangannya dan tersenyum melihat seluruh penghuni istana yang berbahagia atas pernikahannya. Ritual pernikahan itu hampir selesai, mempelai wanita dibawa ke kamar pengantin oleh dayang istana tertinggi. Mereka meninggalkan mempelai wanita di kamarnya agar dapat menunggu mempelai pria untuk menyempurnakan pernikahan mereka. Namun hampir menjelang pagi, pangeran tak kunjung datang ke kamar putri Ye Xiwu. Dia sudah menunggu dengan bosan dan lelah. Sinar matahari telah muncul dan tiba-tiba pangeran masuk ke dalam kamar putri Ye Xiwu.


"Maafkan aku baru datang. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tidak dapat menyempurnakan pernikahan kita tanpa ijin dari selir kecil." ucap pangeran dengan wajah datar dan langsung meninggalkan putri Ye Xiwu dalam kesendirian kembali.


Pangeran meninggalkan kamar putri Ye Xiwu. Putri Ye Xiwu yang mendengar perkataan pangeran sangat terkejut. Dia tidak menyangka harga dirinya lebih rendah dari seorang selir kecil.


"Berengsek. Aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia selir kecil." ucap putri Ye Xiwu dalam hatinya dengan penuh amarah.


"Akan aku buat pangeran menyesal telah menginjak harga diriku. Kamu akan membayar kesombonganmu pangeran." ucap putri Ye Xiwu dengan senyum jahatnya.

__ADS_1


"Jika kamu bukan seorang putra mahkota, aku tidak akan menerima pangeran cacat dan lemah sepertimu." ucap putri Ye Xiwu.


Pangeran kembali ke kediaman selir kecilnya dan menemaninya tanpa mempedulikan putri Ye Xiwu. Dia hanya ingin memastikan selir kecil baik-baik saja. Dia juga sedang memikirkan bagaimana mengatakan semua ini dengan jujur. Dia tidak ingin menyakiti perasaan selir kecil namun dia juga tidak ingin membohongi selir kecil. Pangeran hanya ingin melakukan yang terbaik.


__ADS_2