Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 8 : Penyelidikan (Part 1)


__ADS_3

Setelah keduanya sehat kembali dan bisa beraktivitas. Kaisar memerintahkan pengawal istana khusus untuk menyelidiki kasus meracuni pangeran. Dayang istana Xixi dan Pangeran Xiao San berada di dalam pengadilan istana bersama kaisar Xiao Ge dan hakim istana.


Pangeran Xiao San duduk dengan tenang di hadapan kaisar dengan di dampingi Xixi yang berada di belakangnya. Keduanya diintrogasi oleh beberapa hakim dan pengawal istana untuk mengetahui kronologis dan mendapatkan benang merah dari kasus itu.


Keduanya menceritakan semua kronologis peristiwa yang mereka alami secara runtut. Tak ada satupun yang terlupa oleh mereka. Hingga pengawal istana mendapatkan satu titik temu yaitu mencari tahu seorang dayang istana yang menyamar menjadi dayang istana Xixi dan menyiapkan makanan itu. Mereka terus berpikir apakah ada hal lain yang mereka lupakan. Namun hanya satu titik benang merah yang baru ditemukan.


Seluruh dayang istana di istana barat dipanggil oleh hakim istana. Mereka berbaris secara tertib dan pangeran diberikan kesempatan untuk mendengarkan suara mereka satu persatu. Semua telah ditanyakan dan pangeran menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa semua dayang istana disini tidak ada satupun yang mencurigakan.


"Pangeran apakah mungkin mereka waktu itu sudah merubah suara mereka?" xixi mengutarakan praduganya.


"Hm, mungkin saja." pangeran sedikit ragu.


"Apakah pangeran sempat menyentuh atau mencium bau yang keluar dari dayang istana itu?" tanya Xixi


"Benar sekali, aku baru ingat bahwa aku mencium bunga mawar di tubuhnya." ucap pangeran.


"Hakim Han, coba perintahkan pengawal istana untuk mencium tubuh mereka. Jika mereka tercium bau bunga mawar seret mereka ke penjara." perintah pangeran dengan tegas.


Semua pengawal istana mulai mencium bau tubuh para dayang istana satu persatu. Akhirnya pengawal istana menemukan 5 dayang istana yang memiliki bau bunga mawar. Kelima dayang istana dibawa ke dalam penjara bawah tanah untuk diintrogasi lebih lanjut. Pangeran memberikan kesempatan kepada kelima dayang istana itu untuk mengatakan yang sejujurnya sebelum para pengawal istana mengintrogasi dan menyiksa mereka sama seperti yang dirasakan oleh Xixi.

__ADS_1


Esok harinya kelima dayang istana dibawa ke pengadilan istana. Mereka diintrogasi oleh hakim istana. Namun tidak ada satupun dari kelima dayang istana itu yang mengakui perbuatannya. Hakim istana tidak mau menyerah dan melakukan interogasi lebih dalam. Hakim istana mulai melakukan hukuman cambuk ditubuh mereka, agar mereka mau mengakui perbuatannya. Secara perlahan namun menyakitkan, cambukan keras itu mengenai tubuh mereka. Sudah seratus kali cambukan mereka rasakan, namun kelima dayang istana itu masih bertahan dengan perkataan mereka. Mereka tidak mau mengakuinya.


Hakim istana semakin geram. Hingga akhirnya hakim istana melakukan langkah terakhir dengan memotong kehormatan seorang wanita yaitu memotong rambut mereka. Sejak zaman dahulu kehormatan wanita terletak di rambutnya, hingga dikatakan sebagai mahkota perempuan. Hakim istana memerintahkan kepada salah satu algojo istana untuk memangkas rambut mereka, kelima dayang istana berteriak. Mereka memohon dengan usaha yang keras, agar tidak memotong rambut mereka.


"Kami mohon tuan hakim, tolong jangan siksa kami seperti ini. Kami tidak bersalah. Kami tidak bersalah." ucap kelima dayang istana secara bersamaan.


Hakim tidak mendengarkan permohonan mereka. Hakim istana memberikan perintah untuk memotong rambut mereka. Algojo sudah bersiap untuk memotong rambut mereka. Hakim melemparkan tanda pelaksanaan eksekusi.


"Berhenti" perintah pangeran secara tiba-tiba


Hakim istana mendengarkannya dan memerintahkan algojo istana berhenti. Pangeran menjelaskan bahwa mereka tidak bersalah. Pangeran akan membuktikan dengan caranya. Xixi datang menghampiri pangeran.


Kelima dayang istana diperintahkan untuk dibawa kembali ke penjara bawah tanah. Disana Xixi bersama kasim Li sudah menyiapkan peralatan untuk melakukan pembuktian. Secara diam-diam pangeran hanya membawa kaisar, beberapa hakim istana terpercaya, beberapa pengawal istana, kasim Li dan Xixi.


Xixi mulai memamerkan kemampuannya yang di dapatkan dari keluarganya. Dia mulai meracik bahan-bahan sederhana yang digunakan untuk mendeteksi racun. Semua orang melihatnya dengan seksama. Mereka memperhatikan semua yang dilakukan oleh Xixi. Setelah semuanya selesai, Xixi mulai memanggil dayang istana satu persatu. Setiap dayang dipanggil oleh Xixi, kedua tangannya dicelupkan ke dalam ramuan khusus. Mereka membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk melihat reaksinya. Jika memang benar mereka pernah menyentuh racun itu, seluruh tubuh mereka akan terasa gatal dan keluar ruam-ruam merah di sekitar kulit tangannya. Sudah 10 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda reaksi apapun yang mencurigakan. Semua dayang istana bersikap tenang, ini membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.


"Lihatlah kaisar, semua dayang istana ini tidak bersalah. Mereka pelaku yang sebenarnya memang sangat licik." ucap pangeran.


"Lalu apa rencanamu, anakku?" tanya kaisar dengan bijak.

__ADS_1


"Kami berencana untuk memancing pelaku sebenarnya. Kami yakin dia masih ada di dalam istana. Biarkan kami yang mengurus semuanya. Kaisar hanya perlu membuat perintah, bahwa pelaku sebenarnya sudah tertangkap dan akan dihukum mati." ucap pangeran mencoba menjelaskan.


"Baiklah." ucap kaisar dengan tatapan bangga dengan putra mahkotanya yang sudah berubah ini.


Kaisar sangat senang melihat perubahan putranya yang sudah lebih bijak dan dewasa. Tidak terlihat sikap putus asa di dalam matanya. Mungkin keputusannya untuk membiarkan dayang istana Xixi tetap disisinya adalah yang terbaik. Esok harinya, kaisar bersama pangeran berpura-pura melakukan eksekusi terhadap pelaku dengan meminum racun dihadapan seluruh penghuni istana. Xixi telah memberikan obat khusus yang bisa menghalangi racun masuk ke dalam kerongkongan dayang istana saat meminum racun dari kaisar.


Semua penghuni istana, dayang istana tersebut meminum racun dan memuntahkan darah hitam kental. Mereka semua menyaksikan kematian dayang istana itu. Setelah eksekusi berakhir, seluruh rakyat dan pejabat istana meninggalkan tempat eksekusi. Algojo istana membawa tubuh dayang istana itu kembali ke penjara istana untuk menghilangkan jejak. Disana Xixi membantu dayang istana itu untuk memulihkan tubuhnya dengan memberikan penawar racun.


Pangeran tersenyum senang melihat Xixi yang sangat pintar. Dia tidak pernah menyangka bahwa Xixi memiliki pengetahuan yang luas tentang pengobatan. Pangeran berharap Xixi tidak terluka lagi karena perbuatan orang jahat. Bagi pangeran, Xixi adalah orang kepercayaan dan kesayangannya. Pangeran akan melindunginya dan menjaganya dengan baik.


"Pangeran, hamba sudah selesai. Sebaiknya biarkan dayang istana ini disini sampai penyelidikan selesai." ucap Xixi.


"Baiklah, kita kembali." ucap pangeran lembut.


Xixi memegang pangeran dan membawanya ke kediamannya. Mereka berjalan berdampingan. Xixi sangat senang bisa berjalan berdua dengan pangeran. Wajah pangeran yang tersenyum terlihat sangat tampan.


"Pangeran, aku akan selalu menjagamu. Jadi teruslah selalu bahagia." ucap Xixi dalam hatinya.


"Xixi, tetaplah bersamaku. Aku akan selalu menjagamu dengan baik." ucap pangeran dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2