Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 43 : Kembali Ke Bukit Gua Perak


__ADS_3

Malam itu, suasana terasa lebih sunyi. Udara terasa lebih dingin. Xiao Juwi bersikap sangat aneh. Dia tidak pernah menangis seperti. Tetapi malam itu, tubuh Xiao Jiwu terlihat tak tenang. Dia menangis sepanjang malam. Selir kecil tak dapat berpikir, dia tidak bisa melakukan apapun. Dia hanya bisa menggendong dan menenangkan putranya dalam pelukan itu. Xiao Jiwu menangis sangat kencang hingga membuat tempat itu bergetar.


"Pangeran, apa yang harus kita lakukan?" tanya selir kecil mulai cemas


"Aku akan memeriksanya, kalian tetap disini." ucap pangeran sedikit khawatir.


"Hati-hati. Pangeran jangan terlalu memaksakan matamu untuk bekerja keras." ucap selir kecil mengingatkan.


Pangeran Xiao San pergi melihat keadaan di sekelilingnya. Tempat itu terus bergetar dan merubuhkan setiap benda yang ada disana. Mereka mencoba untuk berlindung dari getaran dasyat ini. Mereka menyaksikan bunga-bunga dan pepohonan yang ada disana satu persatu mulai tumbang dan hancur. Secara perlahan tempat itu akan hancur. Selir kecil sangat khawatir dengan keadaan pangeran. Dia mencoba untuk mencari keberadaan pangeran. Namun di tengah perjalanan, mereka terjatuh. Sebuah pohon besar akan jatuh dan mengenai mereka. Selir kecil berusaha melindungi putranya dengan tubuhnya, sampai akhirnya selir kecil tertimpa pepohonan besar itu dan pingsan.


Suara tangisan Xiao Jiwu semakin kencang. Kini dia berada di dalam pelukan selir kecil yang tertimpa pohon. Pangeran Xiao San yang mendengar tangisan kencang putranya,l sangat panik, dia berlari untuk menghampiri putranya. Pangeran terkejut saat melihat keadaan istana dan putranya. Pangeran berusaha untuk menolong mereka, namun getaran itu semakin besar dan sudah mulai menghancurkan tempat itu.


Pangeran Xiao San mengumpulkan semua kekuatannya untuk membawa keduanya ke tempat yang lebih aman. Mereka sampai di sebuah kolam kecil, pangeran sedikit bingung karena baru pertama kali menemukan kolam itu.


"Sejak kapan ada kolam disini?" ucap pangeran penuh tanda tanya


Xiao Jiwu menangis dalam gendongan pangeran. Dia menghentakkan kakinya ke kolam itu. Tiba-tiba saja kolam itu terbelah dua dan ditengah muncul sebuah jalan kecil. Pangeran dengan membawa istri dan putranya berjalan menelusuri jalan kecil itu. Sepanjang jalan dia tidak menemukan sesuatu yang aneh. Hanya saja ada seekor kupu-kupu perak yang seakan sedang mengarahkan mereka. Pangeran Xiao San mencoba mengikuti kupu-kupu perak itu hingga dia sampai di sebuah pintu kecil yang bercahaya. Pangeran Xiao San tetap mempercayai kupu-kupu perak itu dan mengikutinya sampai keluar dari pintu itu. Dia sangat terkejut ternyata pintu itu menghubungkan mereka dengan bukit gua perak. Pangeran telah berhasil kembali sampai di bukit gua perak.

__ADS_1


"Akhirnya aku berhasil." ucap pangeran dengan wajah sangat bahagia.


"Selir kecil, apakah kamu mendengarkan suaraku?" panggil pangeran.


Tak ada respon dari selir kecilnya, pangeran mencoba untuk menyadarkannya kembali, namun semua sia-sia. Pangeran dengan penuh cinta merawat selir kecilnya dan menjaga putra kesayangannya. Walaupun sudah kembali ke bukit gua perak, dia tetap saja harus menunggu sampai selir kecilnya sadar.


Hari berganti hari, tak terasa sudah seminggu mereka di bukit gua perak. Keadaan selir kecil belum ada perubahan, dia belum sadarkan diri. Pangeran sudah mencari obat terbaik yang ada di dalam bukit gua perak, namun tidak ada yang dapat menyembuhkannya. Pangeran Xiao San merasa putus asa, perasaannya sangat sedih.


"Apakah kamu bisa membantuku, putra kecilku?" tanya pangeran kepada putranya.


Xiao Jiwu hanya tertawa kecil sambil menggerak-gerakkan kakinya. Pangeran Xiao San merasa sedikit terhibur dengan tingkah lucu putranya. Setidaknya dia masih memiliki seseorang yang dapat menghiburnya. Dia tidak merasa sendirian lagi.


Xiao Jiwu hanya tertawa mendengar perkataan ayahnya. Pangeran Xiao San tersenyum kecil saat melihat tawa di mulut mungil putranya.


"Sekarang katakan pada ayahmu. Bagaimana cara membangunkan ibumu yang sedang tidur?" tanya pangeran lembut.


Xiao Jiwu yang merupakan bibit dari bunga ajaib, tertawa mendengar perkataan pangeran. Dia seperti memahami apa yang dikatakan oleh pangeran. Xiao Jiwu menggerakkan tangannya dan menyentuh dada pangeran. Pangeran tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya. Xiao Jiwu langsung menyentuh kedua mata pangeran dengan tangan mungil itu. Tiba-tiba saja karena sentuhan tangan mungil putranya, dia dapat melihat sebuah gambar. Disana terlihat gambar sebuah tempat yang di dalamnya ada sebuah pohon, di dalam pohon itu ada air jernih. Air itu yang dapat menyembuhkan selir kecilnya.

__ADS_1


"Apakah kamu ingin ayah mencari pohon kejernihan itu?" tanya pangeran.


Xiao Jiwu hanya tertawa kecil. Awalnya ekspresi putranya seperti serius, seperti tubuhnya sedang dikuasai oleh roh jahat. Namun setelah memberitahukan petunjuk itu, wajahnya kembali mengemaskan seperti bayi umumnya.


"Rupanya kamu benar-benar berasal dari bunga ajaib" ucap pangeran sambil mengusap-usap kepala putranya dengan lembut.


Pangeran Xiao San bersama dengan putranya Xiao Jiwu mencari pohon kejernihan. Dia menelusuri tempat yang diberitahukan oleh putranya. Meskipun terasa lelah, namun semua dilakukan untuk kesembuhan istrinya. Sampai akhirnya dia sampai di tempat itu. Disana dia menemukan sebuah pohon kejernihan. Pohon itu terlihat sangat besar. Daunnya sangat rindang, rantingnya sangat banyak. Di setiap ranting terdapat bunga-bunga yang sedang mekar. Pangeran mencoba untuk menyentuhnya, namun dia tidak berhasil.


"Apa yang sedang terjadi? mengapa pohon ini tidak bisa disentuh?" tanya pangeran penasaran.


Xiao Jiwu yang melihat tingkah aneh ayahnya, akhirnya menggerak-gerakkan kakinya agar dibawa mendekati pohon itu. Xiao Jiwu menyentuh pohon itu dan dari dalam batangnya keluarlah tetesan air jernih. Pangeran dengan cepat menampung tetesan air jernih itu hingga penuh. Setelah itu dia kembali ke tempat selir kecil. Pangeran segera memberikan air jernih itu. Dalam sekejap efek obat itu dapat terlihat, segala luka yang pernah berbekas pada tubuhnya menghilang. Pangeran sangat senang dengan kesembuhan ini.


"Kita akan segera melihat ibumu bangun lagi." ucap pangeran kepada putranya.


Pangeran kini lebih tenang, dia tidak sabar melihat selir kecilnya bangun. Dia tidak sabar ingin membawa selir kecil dan putranya kembali ke istana. Dia akan berjuang untuk membela selir kecilnya. Dia berjanji, ketika mereka kembali ke istana, dia akan mencari bukti-bukti yang hilang itu untuk membersihkan nama baik selir kecil.


"Aku akan selalu di sisimu. Aku akan memulihkan nama baikmu. Aku akan mengembalikan status selir kecil kepadamu." ucap pangeran dalam hatinya penuh keyakinan.

__ADS_1


Kini kondisi pangeran telah berbeda, kini dia telah menjadi pangeran yang sempurna dan tanpa kekurangan. Dia layak menjadi kaisar berikutnya.


...~Bersambung~...


__ADS_2