Semanis Senyuman Bunga

Semanis Senyuman Bunga
Makan malam keluarga


__ADS_3

Sembari mengendarai motornya Larasati dan Dimas berbincang-bincang tentang kabar paman dan bibinya di desa, selama di Jakarta memang mereka jarang sekali berbalas kabar di karenakan kesibukan masing-masing. Dan mereka membahas tentang niat Larasati yang ingin ikut mereka bekerja di Jakarta. Dimas baru masuk kuliah dan dia mengambil jurusan pertanian selain itu Dimas juga bekerja sambilan sebagai ojek online di sela-sela kesibukannya. Larasati lebih tua 4 tahun dari Dimas yang usianya baru menginjak 18 tahun, tapi mereka sangat dekat seperti layaknya kakak dan adik kandung.


"Mbak Laras beneran mau ikut ibu sama bapak di Jakarta, apa perlu Dimas bantuin cari kerja." tanya Dimas menunggu jawaban yang keluar dari mulut Larasati.


"iya Dim boleh, mbak kan cuman lulusan SMA pasti susah cari kerja di kota." jawab Larasati sambil menghela nafasnya sembari mengendarai sepeda motornya.


"Dimas punya temen nih mbak, keluarganya buka toko bunga gitu. Ya..tapi toko kecil gitu, dan mereka emang lagi cari karyawan. Kalo mbak Laras mau nanti Dimas hubungi mereka supaya mbak diberikan tempat di sana, kira-kira mbak Laras mau gak??" tanya Dimas memberitahu Larasati tentang pekerjaan.


"Boleh juga Dim, lumayan lah." ucap Larasati tersenyum lega karena dia berfikir gak perlu susah-susah cari pekerjaan karena sudah ditawari Dimas.


"Alhamdulillah, gak apa-apa. Lumayan juga walaupun hanya sekedar pelayan toko." Batin Larasati.


"Oh iya, Bu Lek sama Pak Lek gimana kabarnya? sehat semua kan?"tanya Larasati sambil menengok sekilas kebelakang.


"Alhamdulillah sehat semua mbak, ibu sama bapak denger mbak Laras mau nyusul ke Jakarta mereka seneng banget mbak." tutur Dimas menjawab pertanyaan Larasati.


"Oh iya." ucap Larasati dengan nada ditekan.


"Iya mbak, bahkan kamar Mbak aja udah disiapin sama ibu." jelas Dimas.


"enak ya mbak disini jalanannya masih asri seger, sejuk lagi."puji Dimas sambil menikmati pemandangan persawahan di pinggir jalanan yang mereka lewati dari tadi.


"Iya Dim, kamu belum lihat kebun bapak sih." ucap Larasati membuat Dimas penasaran


"Masak sih mbak, Pak Dhe nanam apa emangnya?" tanya Dimas penasaran mengalihkan pandangannya ke Larasati

__ADS_1


"Hee...hee..!" kekeh Larasati membuat Dimas makin penasaran. Karena Larasati tau kalo sepupunya itu sangat suka berkebun makanya dia mengambil mata kuliah pertanian


"Apa sih mbak, jangan bikin Dimas penasaran." rengek Dimas meminta Larasati untuk memberitahunya, tapi Larasati tetap diam karena dia sengaja.


"hehehehe....lihat aja sendiri nanti, lagiankan kita ke Jakarta masih besok Sabtu lho." jelas Larasati sambil tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai adik sepupunya.


Mereka asik ngobrol di sepanjang perjalanan hingga tidak terasa bahwa mereka sudah mau sampai di tempat tujuan. Pak Parman dan ibu Siti sudah menunggu mereka didepan pintu sedari tadi. Bahkan nenek, Pak Dhe dan Bu Dhenya juga ikut menunggu kedatangan mereka.


"Nah itu mereka." ucap pak Parman sambil menunjuk ke arah mereka berdua yang sudah mulai terlihat dari ujung jalan desa.


Wajah bahagia terpancar dari semua keluarga Larasati yang melihat Dimas pulang ke desa. Nenek Dimas sangat merindukan sosok usil, jahil, ceria dan nakalnya.


"Ya Allah, cucuku udah sebesar ini." menatap kearah cucu laki-lakinya itu dan segera lah dia memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri cucunya itu.


"Mbah." sapa Dimas sambil mencium tangan si mbahnya itu dan memeluknya dengan manja.


"Masuk-masuk." timpal Pak Parman menyuruh mereka semua masuk ke dalam rumah dulu baru berbicara.


Setelah itu mereka masuk ke rumah, Dimas segera masuk kedalam kamar menaruh barang bawaannya dan membersihkan dirinya dikamar mandi. Sedangkan yang lain sedang menyiapkan makan malam untuk semua penghuni rumah, mereka kaan mengadakan makan-makan besar bersama. Bu Dhenya juga membantu Larasati sedangkan ibu Siti tengah membantu neneknya Larasati berjalan menuju meja makan.


"Laras panggil adekmu kalo dia sudah selesai mandi, ajak makan." perintah Bu Dhenya


"iya Bu Dhe." teriak Larasati sembari berlari menuju kamar adiknya itu.


Sedangkan pak Parman dan pak Dhenya tengah menyiapkan bakar-bakar ayam untuk menyambut ponakannya. Merekapun menikmati makan malam bersama dan membahas masalah Larasati nanti di jakarta. Dimas pun menjelaskan kepada Pak Dhe dan Bu Dhenya jika temannya membutuhkan karyawan di toko bunga keluarganya.

__ADS_1


Pak Parman dan ibu Siti pun setuju dengan masukan Dimas karena pak Parman dan ibu Siti tahu jika Dimas itu adalah anak yang baik, pastinya dia mencarikan pekerjaan yang aman untuk putri mereka. Setelah mereka semua selesai makan Larasati pun membantu ibu dan Bu Dhe nya membereskan semua peralatan dapur yang kotor dan menata semuanya di rak piring sebelum dia pergi tidur. Saat Larasati hendak tidur Dimas tiba-tiba menghampirinya, ingin meminjam barang.


" Mbak Laras." panggil Dimas menepuk pundak Larasati membuat Larasati tersontak kaget di kira setan.


"Eh... kenapa dek." ucap Larasati menoleh kearahnya merasa lega, dia kaget karena kelelahan merasa ada tangan dingin dipundaknya.


"Mbak punya cash hp model kayak gini gak mbak?" tanya Dimas sambil menunjukkan handphonenya dan lubang cashjernya yang beda dengan handphone Larasati.


"Oh...model kek gitu mbak gak punya." jelas Larasati


"Memangnya kenapa."timpal lagi Larasati


"Hp Dimas habis baterainya mbak."jawab Dimas sambil tersenyum menunjukkan semua gigi putihnya


"Nanti mbak pinjamkan sama bapak, kayaknya Hp bapak sama model cashjernya kayak punya kamu. Coba ya nanti mbak tanyain." ucapnya membuat Dimas lega, jika hpnya mati tentu saja dia akan merasa bisa jika tidak bisa memainkan game kesukaannya di sela-sela waktu luangnya nanti.


"Makasih ya mbak, Dimas ke kamar dulu. Badan Dimas capek banget rasanya dari tadi belum rebahan."ucap Dimas melangkahkan kakinya menjauh dari kamar Larasati menuju ke kamarnya yang sudah disiapkan oleh keluarga pak Dhe nya.


Larasati pun hanya menganggukkan kepalanya. Setelah selesai bersih-bersih Larasati segera mengambilkan cashjer hp untuk Dimas dan dia segera pergi ke kamar untuk tidur, hari ini memang cukup melelahkan untuk semua.


Sedangkan Pak Dhe, Bu Dhe dan neneknya sudah pulang dari tadi setelah mereka selesai makan malam dan membersihkan peralatannya. Tak lupa ibu Larasati menyuruh Bu Dhe dan neneknya membawa beberapa makanan yang masih tersisa untuk mereka makan nanti aku esok hari, pasalnya mereka masak terlalu banyak hingga mereka sendiri saja tidak bisa menghabiskan semuanya.


makasih ya sebelumnya πŸ˜˜πŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


makasih banyak-banyak yang sudah mampir 😘😘😘😘😘

__ADS_1


jangan lupa like, coment and share πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


jangan lupa vote yaπŸ€—πŸ€— dukungan anda sama membantu sayaπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—


__ADS_2