
Taman kota di akhir pekan memang cukup ramai. Kebanyakan pengunjung yang datang adalah keluarga keluarga yang ingin menikmati quality time mereka. Setelah mungkin selama seminggu mereka di sibukkan dengan pekerjaan masing masing. Jadi akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk menikmati liburan. Tak perlu liburan jauh jauh. Yang terpenting adalah liburan bersama keluarga.
Namun tak hanya para keluarga yang berkunjung ke taman ini, banyak juga pasangan muda mudi yang sedang di mabuk cinta menikmati akhir pekan mereka di sini.
Di taman kota ini banyak spot spot liburan yang bisa di nikmati seperti sepeda gantung, flaying fox, kebun binatang, dan juga di tengah tengah taman ada danau buatan yang cukup luas. Di danau itu juga terdapat sarana bermain seperti sepeda air, Balon air, dan juga perahu. Perahu itu ada dua macam. Ukuran besar yang bisa menampung lima sampai tujuh orang. Ada perahu kecil yang hanya bisa di naiki untuk dua orang.
Di antara puluhan para pengunjung terlihat sepasang muda mudi menaiki perahu. Gelak tawa di antara mereka seakan memeperlihatkan bahwa mereka adalah pasangan yang bahagia. Mereka terlihat begitu romantis tak peduli dengan beberapa pengunjung yang memperhatikan mereka.
"Kakak." Panggil si wanita setelah tawanya mereda. Laki laki itu menoleh padanya. Menatapnya dengan tatapan penuh cinta. "Mama tetap menginginkan aku untuk kuliah di luar negri kak." Wajah laki laki itu berubah pias setelah mendengar ucapan kekasihnya. Dia tak menjawab sama sekali. Dia kemudian mendayung perahu agar menepi. Ia sudah tak tertarik lagi untuk bermain perahunya.
__ADS_1
"Kakak."Wanita itu dengan langkah tergesa gesa mnyusul pria itu. Mereka kemudiang duduk di bangku taman, sengaja agak menjauh dari keramaian. "Kakak bicaralah."
"Kalau aku bicarapun kau tak akan mendengarnya kan." Wanita itu hanya tertunduk. Sebenarnya ia juga begitu berat meninggalkan kekasihnya itu. Namun ia harus tetap menjalankan tradisi keluarganya. Yaitu kuliah di luar negri. Ya begitulah orang orang kaya untuk mempertahankan derajatnya.
"Kakak tau kan bagaimana tradisi keluarga kami. Apa setelah aku menceritakan semuanya pada kakak, kakak belum mengerti juga?.
"Ya aku mengerti tapi aku mencintai kamu. Aku takut kamu nanti berpaling." Air muka pria itu berubah sendu. Ia tak ingin kehilangan gadisnya. Mereka sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Pria itu tak mau semua menjadi sia sia.
Pria itu menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya kembali. pria itu benar benar tak ingin kekasihnya pergi. Pria itu menatap wanitanya lekat lekat.
__ADS_1
"Apa kamu yakin kamu bisa menjaga hati." Gurat kesedihat terpancar di mata pria itu. "Kamu tau kan aku pernah kecewa dan hanya kamu satu satunya orang yang bisa meluluhkan hati aku. Aku ga mau kehilangan kamu."
"Sayang, apa waktu dua tahun ga cukup untuk buat kamu percaya sama aku? Aku janji saat aku libur aku akan pulang dan akan menemui kamu."
Pria itu kembali menghela nafas dalam.
"Baiklah. Aku akan mengizinkan kamu pergi. Tapi aku minta kamu pegang janji kamu ya.
"Iya sayang." Wanita itu bersandar manja di lengan kekasihnya. Saat bersamaan ada seringai tipis muncul di bibir gadis itu.
__ADS_1
Setelah hari itu gadis itu tak pernah lagi muncul di hadapan lelaki yang sudah menjadi kekasihnya selama dua tahun itu. Bahkan untuk sekedar bertanya kabarpun tidak. Wanita itu telah berhianat. Ternyata selama ini wanitu itu hanya memanfaatkannya untuk membantunya dalam bidang akademi karna pria itu memang cerdas. Informasi itu di dapat oleh si pria dari sahabat sahabat kekasihnya. Siapa juga yang mau dengan lelaki cupu berambut keriting dan juga miskin.