Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Pulang pergi


__ADS_3

Kadang dibalik sikap dingin seorang dia memiliki rasa peduli yang tinggi. Mungkin perasaan itu muncul karna hubungan masa lalu atau memang rasa kasihan.


Lee pergi menemui Jessi setelah persidangan selesai. Sangat miris memang. Keadaan telah berubah. Jessi tidak ada lagi harapan untuknya. Bahkan sekalipun Noah tak menoleh padanya. Laki laki itu hanya melihat istrinya.


Lee menatap Jessi lurus. Lee tak bisa berbuat apapun. Hanya sedikit kata kata yang ia lontarkan bernada semangat. Tapi tak ada yang tau apakah itu benar benar kata penyemangat atau malah meruntuhkan sedikit harapan yang mungkin masih tersisa.


Jessi memohon padanya untuk membujuk Noah mencabut tuntutannya. Tapi Lee memutuskan untuk menolak. Karna pada akhirnya dia juga tidak akan bisa membujuk Noah.


**


Lee terjaga dari lamunanya saat beberapa kali Noah memanggil.


"Iya tuan muda, apa anda butuh sesuatu?"


"Ahh iya aku mau minum."


Lee mengangguk. Lalu berjalan kebelakang melewati pintu. Sesaat kemudian ia kembali membawa dua botol minuman.


"Apa yang kau pikirkan." Tanya Noah saat meraih minumannya.


"Tidak Tuan muda." Lee kembali duduk ditempatnya. Ia kembali melihat keluar jendela. Kembali berperang dengan pikirannya.

__ADS_1


Cinta itu tidak pernah salah. Yang salah hanyalah cara seseorang dalam mencintai. Begitu lah Jessi. Dia kalah setelah dia berjuang. Tapi Lee dia hanya bisa mengagumi dalam diam.


*


Empat jam perjalanan yang mereka tempuh terasa begitu cepat bagi Noah. Tapi versi Lee ini seakan perjalanan terlamanya menemani Noah selama keluar negri. Bagaimana tidak, dia harus menyaksikan sepasang anak manusia yang saling di mabuk cinta. Tidak-tidak hanya Noah, Taniah masih bisa menyembunyikan perasaan cintanya. Dia belum terlalu berani. Tania masih belum yakin akan cinta suaminya.


Setelah mendarat mereka langsungkeluar bandara menuju hotel menggunakan taxi. Lagi lagi Lee harus menutup telinganya ketika perdebatan sepasang suami istri di kursi belakang.


"Ia ia kita akan berburu kuliner." Akhirnya Noah mengalah saat Tania merajuk. "Tapi besok."


"Tidak mau." Tania setengah berteriak. Melipat kedua tangannya didadanya.


"Kau berani meninggikan suaramu." Noah menatap tajam. Tapi Tania menatap balik. Tak kalah tajamnya.


Tania seperti tidak sadar akan sikapnya. Tidak peduli kalau laki laki disampingnya sudah merasa kesal.


"Turunkan aku disini saja." Spontan ucapan itu keluar dari mulut Tania.


"Hei apa yang kau pikirkan. Kau pikir ini dinegara mu." Noah terkejut karna ucapan Tania.


Lee juga. Diapun menoleh kekursi belakang. Memperhatikan gerak gerik Tania. Gadis itu kenapa pikir Lee. Tapi sesaat kemudian dia menyadari mungkin ini perubahan sikap Tania yang di pengaruhi oleh kehamilannya.

__ADS_1


"Hei kok malah menangis." Noah mengusap tetesan air mata Tania. Menarik tubuh mungil Tania kedalam pelukannya.


"Aku mau pulang." Lagi lagi kalimat Tania membuat Noah dan Lee tercengang.


"Sayang kita bahkan baru sampai. Baiklah nanti sesampai dihotel kita akan cari makan ya. Kita jalan jalan." Noah membujuk. Mereka bahkan baru lima belas menit mendarat.


Tania menggeleng.


"Aku tidak mau. Aku mau pulang hari ini juga."


"Lee kau dengarkan." Noah mengikuti keinginan Tania. Dia tidak akan bisa melihat Tania menangis ataupun merasa tidak nyaman. Dan akhirnya Lee yang kerepotan.


Ya ampun nona kau membuatku dalam masalah. Ini liburan tersingkat. Untung suamimu kaya raya. Lee menepuk keningnya. Mungkin sebentar lagi dia akan frustasi.


--------


**Hai......


Aku minta maaf karna baru update sekarang setelah cukup lama. Dan terimakasih buat para pembaca yang setia menunggu update setiap episode SKC. Terimakasih juga untuk kalian yang telah meluangkan waktu untuk membaca karyaku yang belum apa apanya ini. Hehe.


Terimakasih juga untuk komentar dan like nya teman teman.

__ADS_1


Semoga kedepanya saya bisa lebih baik lagi**.


__ADS_2