Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Pertemuan pertama


__ADS_3

Tetap cemungut ya readers. Terus ikuti kisahnya Tania ya.


-----------


"Apa? Kamu ngga lagi mengerjaiku kan Tania." Putri kaget mendengar cerita Tania tentang perjodohannya. Tania pun menggeleng. Putri mendengus kesal.


"Mungkin ini memang sudah takdir untukku Put." Ucap Tania pasrah. Tapi Putri tidak bisa menerima ini. Ia tidak rela sahabatnya di jadikan tumbal untuk menyelamatkan hidup orang lain.


"Kamu harus menolaknya Tania. Kalau perlu aku yang akan bicara sama pak Edi. Mereka sekeluarga itu tidak bisa memperlakukan kamu semena mena seperti ini. Mereka hanya menolong kamu selama tiga tahun dan kamu harus membayar semua itu dengan seluruh hidup kamu. Mereka itu bukan siapa siapa kamu. Kamu tidak ada ikatan apapun dengan mereka Tania. Ini tidak adil untuk kamu Tania. Aku akan menemui Om Edi sekarang." Putri hendak berlalu meninggalkan Tania. Namun langkahnya terhenti saat Tania menarik tangannya. Putri pun kembali duduk. Mereka sedang berada di sebuah Kafe.


"Jangan put. Kalau kamu sampai melakukan itu mungkin yang terjadi akan lebih buruk dari pada ini. Mungkin mereka akan menguburku hidup hidup karna menolak pernikahan ini dan menyebabkan perusahaan mereka bangkrut. Memang mereka itu bukan siapa siapa untukku. Tapi tetap saja mereka sudah menolongku dan aku harus membalas kebaikan mereka."


"Huh" Putri mendengus kesal. " Tapi aku tetap tidak terima dengan semua ini. Kalau cuma untuk tiga tahun aku akan minta bantuan ayah untuk mengembalikan semua yang udah mereka kasih ke kamu."


Tania tiba tiba memeluk Putri hingga membuat ia bungkam. Pelukan yang cukup erat. Tania tau kekesalan Putri adalah bentuk kasih sayangnya pada Tania.


"Put. Aku hanya perlu dukungan dari kamu agar aku bisa melewati ini semua dengan baik. Itu sudah cukup untukku Put. Kamu tidak perlu melakukan apa apa lagi ya" Akhirnya Putripun pasrah. Ia tak mau membuat sahabatnya dalam masalah kalau ia ikut campur terlalu jauh nantinya.


Kamu gadis yang baik Tania. Tapi kenapa cobaan hidup kamu begitu berat. Gumam Putri.


"Terus bagaimana dengan toko bungaku Tania."

__ADS_1


"Aa iya ya. Toko bunga ya." Tania berfikir sambil mengangguk anggukkan kepalanya. Keinginannya untuk bekerja masih tersimpan di benaknya walaupun sebentar lagi ia akan menikah dengan pria kaya raya.


"Hmmn begini saja nanti setelah menikah aku akan coba minta izin bekerja. Kalau tidak salah rumah pria itu tidak begitu jauh dari toko bunga kamu."


Katakan saja ini dulu. Walaupun aku tidak tau pria itu akan mengizinkan aku bekerja atau tidak.


Setelah lama berbincang makanan yang mereka pesan pun datang dia antar oleh seorang pramusaji.


"Silahkan di nikmati mba." Ucap pramusaji itu sopan.


" Terimakasih." Tania yang menjawab.


"Argghh. "


Pria itu langsung menatap Tania dengan sorot mata membunuh. Di sebelahnya juga ada pria yang ikut menatap Tania dengan tatapan tajam.


Tania mengambil sehelai tisue dan mulai memebersihkan noda pada jas pria yang terkena potongan daging itu.


"Maafkan saya tuan maaf, saya benar benar tidak sengaja." Tania merasa takut melihat raut wajah pria itu. Wajah yang dingin dengan sorot mata setajam elang.


"Nona jangan menyentuh tubuh tuan muda nona." Ucap pria yang ada di sebelahnya dengan sopan namun sorot matanya menampakkan ke bengisan. Tania langsung mundur menjauhi pria itu.

__ADS_1


"Maaf." Ucap Tania lagi dengan kepala menunduk. Sementara Putri hanya bisa diam. Ia tak berani membela Tania saat tahu siapa pria itu.


Pria itu sudah tak berselera lagi untuk melanjutkan makannya. Ia pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Tania kembali duduk. Wajahnya masih terlihat cemas.


"Ahhh" desah Tania. "Kenapa aku benar benar sial bangat sih"


" Kamu masih beruntung Tania." Ucap putri.


"Maksud kamu.? Tania bingung.


"Kamu tau siapa laki laki itu" Putri setengah berbisik agar ucapannya tak terdengar oleh orang di sekitar mereka. "Dia itu Noah. Presdir perusahaan Arindra Grup. Biasanya dia tidak akan melepaskan orang yang berbuat salah sama dia. Dia benar benar pria yang kejam Tania. Dan yang satu lagi itu sekertarisnya dia itu lebih berbaya dari Noah.


Tania merinding mendengar penuturan Putri. Jadi itu pria yang akan menikah dengannya.Tania mulai merasa takut. Bagaimana nanti nasibnya saat sudah menjadi istrinya.


Tania yang tadinya berniat memberi tahu Putri tentang siapa pria yang akan di nikahinya pun mengurungkan niatnya. Karna ia yakin bahwa Putri benar benar tidak akan tinggal diam lagi jika mengetahui kebenaran ini.


Sementara itu di dalam mobil Noah masih merasa kesal dengan apa yang menimpanya. Tadi ia ingin sekali menampar Tania. Tapi karna ia sudah mengetahui kalau Tania adalah anak Pungut dari Pak Edi Noah pun mengurungkan niatnya. Ia tidak mau terjadi gosip yang tidak tidak sebelum hari pernikahannya nanti.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2