Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Pernikahan


__ADS_3

Noah dan Tania sudah resmi jadi pasangan suami istri. Acara pernikahan mereka berjalan lancar. Sepasang pengantin baru itu sedang duduk di pelaminan. Sesekali mereka berdiri untuk menerima ucapan selamat dari para undangan.


Pernikahan mereka terlihat begitu mewah. Dekorasi ruangan di penuhi bunga bunga yang di dominasi warna pastel. Ada pula iringan musik dan nyanyian yang di lantunkan oleh artis artis ternama menambah kemerihan acara tersebut.


Kembali ke Noah dan dan Tania. Mereka tampak sangat serasi sebagai suami istri. Noah terlihat begitu tampan dengan setelan jas berwarna hitam. Tania juga tak kalah, ia begitu anggun dengan gaun warna pastel yang menjuntai ke lantai.


Para tamu berdecak kagum. Bisik bisik iri melihat Tania bisa bersanding dengan laki laki yang mempunyai pesona luar biasa itu. Meski rumor yang beredar adalah Noah pria angkuh dan kasar namun tetap saja banyak yang kagum dengan ketampanannya. Apa yang di miliki Tania sehingga bisa bersanding dengan Noah begitu pikir mereka.


Malam sudah larut acara sudah usai. Para tamu sudah kembali kerumah masing masing. Begitu juga Tania dan Noah. Mereka juga sudah tiba di rumah yang akan di tempati Tania untuk menjalani hari harinya sebagai istri dari Noah.

__ADS_1


"Lee pulanglah." Begitu perintah Noah sesaat setelah turun dari mobil.


"Baik tuan." Menjawab patuh.


Noah melangkah measuki rumah di susul Tania di belakangnya. Tania terus mengikuti langkah Noah sampai di bawah tangga menuju lantai dua. Noah berhenti sebentar untuk mengambil hp di kantong celananya. Lalu meneruskan langkahnya menaiki tangga sambil matanya terus menatap layar hp. Dengan lincah tangannya mengetik sebuah pesan. Ketik ketik terus berfikir sebentar ketik ketik lagi akhirnya tersandung jatuh jugakan.


"Aww." Noah meringis kesakitan sembari memegang kakinya yang terbentur tangga. Taniah di belakangnya terperanjat sambil menyembunyikan tawa di bibirnya menutup mulut dengan tangannya. Kalo tawanya lepas pasti Noah akan marah dan mungkin saja Noah akan mencekik lehernya yang kecil itu. Noah masih meringis kesakitan.


"Jangan menyentuhku." Ucap Noah setengah berteriak sembari mengibaskan tangan Tania yang hampir menyentuh tanganya. Ia berpegangan di tangga untuk membantunya berdiri. Dengan menahan sakit Noah meninggalkan Tania dan masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Tania masih berdiri di sana. Ia menggigit bibirnya. Apa apaan dia. Dia yang jatuh sendiri tapi kesalnya ke aku. Akukan cuma mau membantunya berdiri. Tidak perlu perteriak juga. Aku ini tidak tuli. Gerutu Tania. Semoga saja dia mimpi buruk nanti.


Tania kemudian menyusul Noah kekamar. Kamar yang besar dengan tempat tidur berukuran kingsize. Tania mengedarkan pandangannya. Matanya menemukan noah yang sudah teebaring di tempat tidur tanpa melepaskan jas dan sepatunya.


Tania menuju pintu yang berada di sudut kamar dan memasukinya. Di sinilah tempat ruang ganti yang menyatu dengan kamar mandi. Luasnya hampir menyamai setengah kamar tidur. Tania membuka lemari pakaian. Takjub. Baju baju tertata dengan rapi. Lemari pertama di buka Tania di penuhi oleh baju baju milik Noah. Tania membuka lemari satunya lagi yang juga sudah di penuhi oleh baju baju perempuan. Baju itu untuk Tania. Sementara baju milik Tania yang di bawanya dari rumah Pak Edi masih ada di dalam koper yang terletak di samping lemari miliknya. Tangan Tania sedang menjangkau baju tidur yang ingin ia kenakkan saat mendengar suara Noah meracau tidak jelas. Tania langsung mengintip di balik pintu. Masih melihat Noah terbaring. Rupanya dia menggigau. Apa dia benar benar sedang mimpi? Tania ingat dengan ucapannya di tangga tadi.


Tania sudah mengganti pakaianya. Ia sedang melepaskan sepatu milik Noah dengan hati hati. Mulutnya berkomat kamit seperti dukun membaca matra. Jangan bangun tuan jangan bangun. Begitu kira kira yang di katakan Tania terlihat dari gerakan bibirnya. Tania sudah melepas sepatunya. Ia tampak berpikir sejenak akankah ia melepaskan jas pria itu juga. Tidak tidak. Tania takut jika Noah benar benar bangun Tania meletakkan sepatu Noah di ruang ganti. Sepatu milik Noah banyak juga ada puluhan. Namanya juga orang kaya.


Malam ini Tania memutuskan untuk tidur di sofa. Bagaimana ia berani untuk tidur satu ranjang dengan Noah. Tubuhnya mengeliat geliat geli membayangkan ia tidur dengan Noah dan menikmati malam pertama mereka. Tania merinding. Bagaiman ia bisa memikirkan hal hal begituan. Dasar bodoh. Tania memaki dirinya sendiri. Sampai kapanpun ia tidak akan tidur dengan pria itu.

__ADS_1


Tania merasa sangat lelah. Matanya mulai terpejam sampai akhirnya ia benar benar terlelap.


Bersambung


__ADS_2