Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Rencana Jesi


__ADS_3

"Kak aku mau kerumah kak Andri." Masih memakai baju tidurnya.


Putri berpamitan sambil berjalan tergesa gesa melewati Jesi yang masih menonton tivi.


"Hei ada apa." Pertanyaan Jesi menghentikan langkah Putri. Seharusnya tidak apa apakan memberi tau Jesi. Toh dia juga sudah kenal dengan Tania.


"Aku ikut." Pikiran liciknya muncul saat nama Tania terucap.


"Ayo."


***


"Kak ada apa dengan Tania." Langsung mencecar Andri dengan pertanyan saat laki laki itu membuka pintu.


Tidak menjawab hanya mengajak kedua gadis itu menuju ruang tamu.


"Tania." Putri begitu cemas saat melihat Tania terbaring. Wajah sahabatnya itu terlihat agak pucat. Pitri menatap Andri meminta penjelasan.


"Tadi saat aku pulang dari rumah sakit aku menemukannya pingsan dijalan sambil kehujanan."


"Apa?" Terkejut dengan penuturan Andri.

__ADS_1


"Tapi tidak apa apa. Dia hanya kelelahan dan kedinginan saja. Sebentar lagi dia akan sadar. Kalian bisa menginap disini."


Akhirnya putri merasa lega juga bahwa sahabatnya dalam keadaan baik baik saja. Sementara itu Jesi yang duduk di sisi tempat tidur sedang menyusun rencana liciknya.


Dia mengerti bahawa keadaan Tania dan Noah sedang tidak baik. Dia akan memanfaatkan ini. Besok pagi pagi dia akan mengirim pesan pada Lee memberitahu keberadaan Tania. Dan saat Lee menjemput Tania dia akan kerumah Noah untuk mendekati pria itu. Jesi menyusun rencananya matang matang. Ini kesempatan yang bagus pikirnya. Dia mengambil foto Tania sebagai bukti.


***


Lee sudah menerima pesan dari Jesi. Buru buru ia melajukan mobilnya menuju kediaman Andri. Membelah jalanan kota yang masih dipenuhi kabut pagi. Mungkin faktor hujan semalam yang membuat kabut tebal dipagi hari.


Sementara Jesi sudah tiba di kediaman Noah. Mengetuk pintu. Pak Jum yang membuka pintu.


"Saya temannya Noah. Bisa saya bertemu." Ucap Jesi meyakinkan Pak jumi. Sejenak Pak Jumi terdiam berpikir.


"Mari." Pak Jumi mengantar Jesi kekamar Noah setelah ia yakin kalau Jesi teman majikannya.


krekk


Pintu kamar terbuka. Noah setengah berbaring diatas tempat tidurnya yang berukuran kingsize itu. Pak Jumi menyampaikan kalau keadaan Noah sedang tidak baik.


"Terimakasih pak." Jesi mengangguk sopan saat pak Jumi meninggalkannya.

__ADS_1


"Noah." Jesi sudah duduk di sisi tempat tidur persis disebelah Noah.


"Kau, kenapa bisa ada disini." Noah terkejut langsung duduk. Matanya langsung melotot melihat gadis masalalunya ada dihadapannya.


Sementara itu Lee dan Tania sudah berada dihalaman rumah. Lee membawa mobil dengan kecepatan melebihi dari biasanya supaya mereka cepat sampai di rumah.


"Sekertaris Lee." Panggil Tania saat turun dari mobil. Dia masih takut kalau Noah kembali marah padanya.


"Nona anda bisa panggil nama saya saja. Andakan juga majikan saya."


Tania mengangguk. Dia mengikuti langkah Lee, berusaha mensejeri langkah itu menuju kamar. Tania kembali berhenti dibawah tangga.


"Nona, anda tidak perlu cemas. Seperti yang saya bilang dimobil tadi tuan muda yang meminta saya untuk membawa anda kembali."


Tania menarik nafas dalam berusaha membuat tenang pikirannya sendiri. Sebenarnya dia itu kenapa ya. Masih bingung dengan sikap Noah padanya. Tania mencoba minta penjelasan pada Lee dimobil tadi. Tapi seketaris itu tidak mau buka mulut.


Krek!!!


Pintu kamar terbuka.Dan apa yang terjadi menhanggetkan semua orang. Terutama Tania. Dia menjatuhkan buah buahan yang dibelinya tadi. Karna Lee mengatakan padanya bahwa Noah sedang sakit.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2