
Sepertinya Noah benar benar menjadikan Lee supir pribadi untuk Tania yang siap mengantar kemanapun.
Hari ini jadwalnya Tania pergi kesalon. Semalam dia sudah mendapat ultimatum dari Noah tentang rambutnya. Tania sudah selesi menutup toko bunganya.
Aaa aku benar benar kesal padanya. Apa kukerjai saja dia. Aku penasaran bagaimana reaksinya nanti.
"Anda sudah siap nona?" Membuka pintu mobil untuk Tania.
Tania mengangguk sembari tersenyum tipis. Ia agak kesal sebenarnya karna harus diantar oleh sekertaris Lee. Tapi ia tahu ini perintah Noah yang tidak bisa ditolak olehnya.
Tapi dia kekantor apa bawa mobil sendiri ya.
Sepanjang perjalanan Pikiran Tania hanya dipenuhi tentang Noah. Pelukan itu masih terasa hangat ditubuhnya.
**
"Nona kita sudah sampai." Sekertaris itu sudah membukakan pintu untuk Tania.
Waaww. Tania berdecak kagum. Ia mengedarkan pandangannya menyentuh setiap inci dari bangunan yang dilihatnya. Salon Tebesar dengan predikat bintang lima. Rumornya banyak artis yang datang kesini untuk mempercantik diri.
Pasti butuh biaya yang sangat mahal untuk masuk kesalon ini.
Sekertaris Lee berbicara sebentar dengan seorang pelayan yang menyambut kedatangan mereka. Pelayan itu mengangguk beberapa kali dihadapan sekertaris Lee. Tapi Tania tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Dia hanya menerka nerka. Sepertinya itu bagian dari sifat Tania.
__ADS_1
"Mari nona." Setelah selesai dengan sekertaris Lee pelayan itu mengajak Tania masuk kesebuah ruangan VIP. Sementara Lee menunggu diloby.
"Hei." Sekertaris Lee terperanjak saat seorang tiba tiba menepuk bahunya. "Apa kabar Wili."
"Jesi, kau disini." Mengedarkan pandangan apakah gadis ini datang bersama dengan seseorang.
"Aku sendirian wili."
"Lee bukan Wili." Ketus menjawab.
"Haha." Jesi tergelak kecil melihat ekspresi pria dihadapannya ini. Bibirnya Lee manyun seperti bebek.
"Hei itukan namamu. Kenapa kau sekesal itu."
"Maafkan aku." Ucap Lee saat melihat raut ceria diwajah Jesi berubah muram.
Jesi menggeleng.
"Aku sangat merindukannya. Apa aku begitu serakah jika aku katakan aku sekarang mencintainya." Ujung mata Jesi sudah menganak. Sedikit lagi kristal itu jatuh. Tapi ia mampu menguasai dirinya saat menyadari sekarang mereka sedang berada dimana.
"Aku tau Jesi. Sebagai temanmu aku mendukungmu. Tapi Noah tetap menjadi prioritasku. "Aku tidak akan membiarkanmu mengganggunya.
Sorot mata Lee memandang iba gadis dihadapannya. Andai saja saat itu ia bersabar sesikit lebih lama lagi menunggu untuk mengetahui siapa pria berambut keriting itu. Mungkin sekarang dia hidup bahagia bersama pria itu.
__ADS_1
Lee adalah satu satunya orang yang mengetahui penyamaran Noah saat itu. Dia juga tahu bagaimana Noah mencintai Jesi.
"Jika saja aku tahu dia adalah Noah aku tidak akan pernah pergi."
Penyesalan demi penyesalan menghujan silih berganti.Dibalik wajah cantiknya, Jesi punya sifat sangat keras kepala. Walau dibeberapa kesempatan ia bisa menyembunyikan wataknya itu. Namun untuk kali ini ia kalah dalam menguasai diri.
Beberapa hari belakangan dia sudah menyusun banyak rencana. Rencana A Rencana B, C, D, cukup banyak rencana yang ada dikepalanya sekarang. Tapi dia sendiri tidak yakin apa semuanya berhasil.
Namun kali ini sepertinya waktu berpihak pada Jesi. Setelah sekian lama dirinya kembali dipertemukan dengan orang yang berada dekat dengan Noah. Satu satunya orang yang tau semua tentang pria yang kini membuat Jesi tergila gila untuk memiliki.
Jesi menatap lekat pria dihadapannya. Seringai licik mencul disudut bibirnya yang mungil. Dia baru saja mendapat ide. Ide yang sangat gila.
"Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak bisa membatumu kembali dengannya." Kalimat panjang Lee sudah menghancurkan semua harapan Jesi. Tapi bukan Jesi namanya jika ia menyerah begitu saja.
Tanpa pamit dia meninggalkan Lee dengan perasaan kesal.
Apa dia tau apa yang aku pikirkan.
Bersambung.
Perhatian perhatian hehe...
Jangan lupa mampir kekaryaku satu lagi ya judulnya Sebatas mimpi***..
__ADS_1