Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Kehilangan jejak


__ADS_3

Jalanan mulai sepi karna sudah larut ditambah faktor hujan yang membuat orang orang malas keluar. Lampu jalanan masih berpendar terang. Namun beberapa toko sudah terlihat tutup dan gelap.


Hanya ada beberapa motor dan mobil yang melintas bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Mungkin mereka yang baru pulang bekerja lembur.


Hujan sudah mereda hanya tinggal gerimis gerimis kecil yang terlihat seperti embun menempel didedaunan dan kaca mobil.


"Ahh sekarang harusnya aku sudah meringkuk dibalik selimut." Lee masih saja menggerutu didalam mobilnya yang melaju dengan pelan. Pandangannya sesekali melihat keluar mobil kekanan dan kekiri.


Walaupun Noah adalah atasannya yang memang bisa menyuruhnya melakukan apa saja. Tapi sebagai manusia biasa yang punya batas kewajaran dalam bekerja, sesekali juga merasa kesal pada tuannya itu.


Terus melajukan mobilnya mencari Tania. Memperhatikan tempat tempat yang kemungkinan wanita itu berteduh disana. Tapi tidak ada. Tidak ada pejalan kaki satupun yang dilihatnya. Bahkan tadi dia sudah ketoko bunga tapi tidak ada orang disana.


Lee semakin kuatir. Bukan kuatir jika nanti Noah semakin marah namun ia merasa takut jika Tania dalam keadaan yang bahaya. Bagaimana jika Tania di culik lalu diperkosa terus dibuang kejurang. Seperti penjahat di tivi tivi. Pikiran buruk itu berlarian dikepala Lee. Apa lagi malam sudah selarut ini.


Dimana wanita itu. Batin Lee sepanjang perjalanan.

__ADS_1


***


Lee berdiri dihadapan Noah sambil menunduk dalam. Laki laki dihadapannya ini menatapnya tajam. Sekertaris tidak becus. Begitu arti sorot matanya.


Seperti itulah Noah. Laki laki yang berkuasa yang selalu menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri. Dan lagi lagi Lee yang paling direpotkan disini. Karna dialah yang menjadi sasaran kebengisan Noah. Dia tidak hanya mengatasi masalah yang dibuat Noah, tapi juga harus menghadapi kemarahan tuannya itu.


"Maafkan saya tuan. Saya kehilangan jejak nona."


Hanya itu kata kata yang bisa disampaikan Lee sekarang. Ya benar. Dia harus mengalah dan minta maaf. Karna dia yang waras. Menyalahkan dirinya sendiri adalah jalan terbaik untuk saat ini. Jika saja Lee berani mengatakan -anda yang mengusirnya tuan, kenapa saya yang repot- bisa jadi kepalanya sudah melayang.


Cih


"Memangnya tidak bisa apa kau melacak keberadaanya?" Bertanya tanpa melihat. Sekarang pandangannya menerawang jauh menembus jendela ruang kerjanya. Diluar masih terlihat gerimis.


"Maaf tuan muda, hp nona Tania tidak aktif." Menjawab sesuai kenyataannya.

__ADS_1


Cihh.


"Aku pikir kau bisa tau segalanya. Ternyata kau memang manusia ya."


Memangnya selama ini kau menganggapku apa tuan muda.


"Aku tidak mau tau cari dia sampai kau menemukannya." Perintah tegas dari Noah. Maksudnya adalah kalau sampai Lee tidak menemukan Tania maka sekertarisnya itu pasti akan menerima hukuman darinya.


"Baik tuan muda." Berbalik meninggalkan Noah sambil membatin kesal.


Lagi lagi kepala Lee diapenuhi tentang Tania. Memikirkan kemungkinan tempat yang dituju Tania. Tidak ada kecuali rumah Pak Edi. Lee tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini. Besok pagi Lee akan kerumah pak Edi.


Ditempat lain seseorang terbangun karna dering hpnya. Melihat nama yang tertera dihp nya lalu menekan tombol hijau.


"Cepat kesini sekarang." Perintah suara dari seberang sana.

__ADS_1


Apa sih malam malam begini menelfon.


*Bersambung.


__ADS_2