Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Augerah terindah


__ADS_3

Tadinya Noah sudah bisa bernafas lega karna malam itu Lee mengatakan bahwa dia sudah mengurus Jessi agar tidak lagi mengganggu dirinya. Tapi sepertinya lagi lagi Jessi tidak menghiraukan setiap ancaman yang didengarnya.


Jessi sudah berdiri saling berhadapan dengan Tania. Dengan mata tajamnya bahkan bibirnya terlihat bergetar seperti ingin memangsa Tania. Sebuah ponsel berwarna hitam terlihat tergeletak dilantai. Sepertinya masih tersambung pada seseorang.


Noah meminta Lee agar memacu mobil lebih cepat lagi, sementara tanganya masih memegang hp yang digunakannya menghubungi Tania tadi. Tapi entah apa yang terjadi saat ponsel sudah terhubung terdengar benda jatuh dan suara seorang yang dikenalnya berteriak memanggil Nama Tania. Noah sudah tidak sabar untuk segera sampai ditoko bunga.


"Aku sudah mengatakan padamu Noah itu milikku, apa kau tidak dengar heh." Makian itu terdengar jelas oleh Noah.


Jessi semakin menjadi dengan berani dia mencengkram dagu Tania. Jessi tidak sama sekali tidak memikirkan apa akibat dari tindakannya ini.


"Apa maumu." Dengan terbata Tania masih berani menantang Jessi. Jessi semakin kuat mencengkram Tania sampai merintih kesakitan.


"Serahkan Noah padaku. Kau tidak pantas untuknya. Bahkan kedua orang tuamu sudah bercampur dengan tanah tapi kau tidak tahu malunya menikah dengan Noah."


Mendengar kedua orang tuanya disebut Taniapun menjadi kesal. Keberanianya muncul begitu saja. Dia menepis tangan Jessi. Gadis itu bahkan meringis.

__ADS_1


Noah dari seberang sana juga ikut geram mendengar apa yang diucapakan Jessi. Tapi mendengar apa yang disampaikan Tania di tersenyum tipis.


"Jadi siapa menurutmu yang pantas mendampingi Noah. Kau? Tapi buktinya aku yang menikah dengannya. Setiap malam tidur dengannya. Dan kau masih bilang aku tidak pantas untuknya. Dan jangan lagi lagi kau sebut orang tuaku jika kau masih ingin bicara menggunakan mulutmu itu." Tatapan Tania tak kalah tajamnya. Tapi Jessi belum gentar juga.


"Kau, beraninya kau berteriak padaku." Jessi mendorong Tania dengan sekuat tenaganya. Tania terhuyung jauh kebelakang. Sesaat dia membalikkan badannya berusaha menggapai sesutu sebagai pegangannya agar tidak jatuh. Tapi prediksinya salah. Saat dia berbalik perutnya langsung membentur sudut meja. Benturan yang sangat kuat membuat Tania meringis kesakitan. Rasa sakit itu menguras seluruh tenaganya. Dia duduk dilantai sambil memegang perutnya. Dia berharap ada yang datang menolongnya. Untuk pertama kalinya dia mengharapkan kehadiran Noah.


****


Kesenjangan sangat terlihat mencolok disini. Ruangan ini sangat berbedan dengan ruangan lainya. Ornamen warna putih menghiasi dinding. Ini rumah sakit. Selang infus menempel di tangan Tania. Dia berusaha untuk duduk tapi perutnya terasa nyeri.


"Sayang kamu sudah sadar." Tangan Noah menyentuh kepala Tania. Hangat dan terasa nyaman. " Apa masih sakit?"


"Sedikit." Tania menunjukkan rasa sakitnya menggunakan telunjuk dan jempolnnya menyisakan sedikit ruang antara kedua jarinya itu.


"Aku akan panggil dokter yah."

__ADS_1


Dalam sekejap Noah sudah kembali bersama dua orang dokter. Satunya adalah Tio. Tania sedikit bingung dengan keberadaan Tio. Dokter itu bicara bergantian. Yang pertama mengatakan keadaan Tania sudah baik baik saja. Setelah mengatakan itu dokter itu pergi. Sekarang giliran Tio. Sebenarnya Noah juga bingung kenapa dia ikut masuk keruang rawat Tania.


"Ada apa." Sepertinya Noah sudah menduga duga apa yang ingin disampaikan Tio.


"Tania hamil 3 minggu."


"Apa." Tania terkejut. Sementara Noah bersorak kegirangan. Dia bahkan sampai menari nari membuat sang dokter dan Tania kebingungan. Ternyata Noah punya sisi hangat juga. Baginya ini hal yang ditunggunya. Impiannya mempunyai buah hati dari Tania. Anugerah terindah yang dia dapatkan.


"Tio apa aku sudah boleh pulang." Berusaha tidak tertawa melihat tingkah konyol Noah dengan mengalihkan pembicaraan.


"Tentu saja. Aku akan buatkan resep vitamin untuk menguatkan kandunganmu ya." Dia tersenyum pada Tania kemudian beralih pada Noah.


"Hei ikut aku. Ambil vitamin untuk istrimu." Menarik bahu Noah agar mengikutinya.


"Sepertinya mereka akrab sekali." Tania bergumam seiring langkah Noah dan Tio meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2