Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Menggodanya


__ADS_3

Mereka hendak mebersihkan diri setelah Noah selesai dengan urusannya. Tapi tentu ada perdebatan panjang antara keduanya. Noah mengajak Tania untuk mandi bersama. Sementara Tania kekeh menolak karna yakin suaminya ini punya maksud lain.


"Tidak mau." Ucap Tania ketus dari bawah selimut. "Aku tidak mau mandi bersama."


"Kenapa?" Bertanya datar.


Kesal melihat Tania tidak bergeming. Noah menarik selimut jatuh kelantai sehingga menampilkan tubuh polos Tania. Tania meraih bantal dan mencoba menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benang itu. Tapi percuma karna hanya bisa menutupi bagian dadanya saja. Melihat istrinya seperti itu Noah tertawa. Baginya istrinya saat ini benar benar menggemaskan.


Aku semakin ingin menggodanya.


"Bhwahahah" Tawa Noah menggema. "Bantalmu itu tidak ada gunanya. Aku bahkan sudah melihat setiap lekuk tubuhmu bahkan aku juga....." Masih dengan tawanya. Kalimat Noah berhasil membuat pipi Tania merona.


Hei. Kau kan memaksaku tidur denganmu. Bahkan kau tidak peduli dengan penolakanku. Tania menujukan kejengkelannya melalui sorot matanya. Melihat laki laki dihadapannya ini tidak terpengaruh Tania jadi kesal. Dia menarik bantal dari dadanya dan menutupi wajahnya. Malas melihat suaminya itu.


"Kau mau menggodaku lagi." Tawanya berubah menjadi seringai licik. Membuat pipi Tania semakin merona.

__ADS_1


Tania berlari menuju kamar mandi. Meninggalkan Noah begitu saja. Malas meladeni kejahilan Noah. Karn semakin lama dia meladeni pria itu maka akan semakin panjang urusannya. Begitu pikir Tania.


Gila aku mandi denganmu. Kau pasti akan melakukannya lagi. Pikiran mesum Tania mengelana. Dia kembali membayangkan apa yang terjadi. Sentuhan sentuhan lembut Noah masih terasa di tubuhnya.


Diluar toko terlihat jelas tanda Close yang tergantung. Putri yang baru datang jadi bingung. Hujan juga sudah reda. Melihat mobil mewah yang terparkir itu Putri semakin bingung. Tapi dia berpikir mungkin saja itu orang yang kebetulan berhenti didepan tokonya. Kan tidak mungkin ada orang beli bunga saat melihat toko bertanda CLOSE itu.


"Tutup? Tapi tidak dikunci." Putri sudah berada dalam toko dan memutar tanda open.


Putri naik kelantai dua. Mencari cari dimana keberadaan sahabatnya.


"Tania." Berteriak sambil merentangkan kedua tangannya seperti orang hendak memeluk. Tapi melihat apa yang ada dalam kamar itu Putri langsung berbalik. Berlari menuruni tangga.


"Aaa aaa aaaa." Saat menuruni tangga Putri terus berteriak. Seperti anak kecil yang menangis saat di tinggal ibunya. "Kenapa dia disini bertelanjang dada pula." Teriakan Putri baru berhenti saat dua orang gadis masuk ketoko.


Sementara Tania yang sedang mandi itu membelalakan matanya karna terkejut saat mendengar suara Putri berteriak. Sedangkan Noah hanya tertegun depan pintu kamar mandi saat Putri tiba tiba masuk. Ia baru sadar kalau pintu kamar tidak terkunci bahkan ditutup dengan rapatpun tidak. Dia jadi kesal.

__ADS_1


"Tania cepat keluar." Nada suaranya naik satu oktaf. "Dalam sepuluh menit kau tidak keluar habis kau." Setelah kalimat ancamannya itu Noahpun duduk atas tempat tidur.


"Lama sekali kau." Melengos masam masuk kamar mandi setalah Tania keluar.


Tania mengeringkan rambutnya dengan handuk. Bagaimana dia harus menjelaskan pada sahabatnya tentang apa yang terjadi. Memikirkan itu Tania jadi bingung. Padahal jelas jelas tadi pagi sebelum Putri pergi Tania mengatakan kalau dia tidak ingin lagi bertemu dengan Noah. Tapi kenyataannya mereka malah tidur bersama.


"Kau sungguh tidak mau ikut." Noah sudah berpenampilan rapi lagi persis seperti dia datang ketoko tadi.


Tania menggeleng.


"Tidak aku mau disini." Tania masih duduk ditempat tidur sambil mengeringkan rambutnya.


Noah membungkukan badanya dihadapan Tania berniat mengecup kening istrinya itu. Tania memiringkan tubuhnya kebelakang tanda penolakan. Sesaat Tania bisa melihat gurat kekecewaan di wajah Noah.


"Baiklah aku pulang sendiri. Jaga dirimu baik baik yah." Tersemyum untuk menutupi kekecewaan sambil menepuk pelan kepala Tania. Seperti seorang kakak yang sedang menasehati adik kecilnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2