
Hari ini toko bunga tutup karna mendadak Putri mengajak Tania pergi jalan jalan. Aku ingin seharian bersamamu ujar Putri tadi pagi saat Tania bertanya alasan mereka pergi. Tania setuju sekalian untuk menghilangkan kegelisahn hatinya tentang hubungannya dengan Noah.
Mereka sudah berada didepan sebuah mall. Tania melengos masam saat melihat logo perusahaan yang tertera dipintu masuk. Berapa sih kekayaan yang dia miliki. Tapi sekaya apapun kalo takdir berkata lain bisa bangkrut juga. Batin Tania.
Putri menarik tangan Tania masuk kedalam mall. Dulu saat masih sekolah mereka sering kesini. Apalagi saat liburan sekolah. Membeli perlengkapan sekolah mulai dari tas baju sepatu. Putri selalu membelikannya untuk Tania. Barang barang bagus milik Tania adalah pemberian dari Putri bukan Pak Edi.
Sehabis puas berjalan jalan di mall dari toko satu ke yang lainnya, membeli barang barang yang sama untuk mereka berdua, Putri dan Tania pergi ke taman bermain. Menaiki ayunan raksasa yang berbentuk perahu. Mereka berteriak sekencangnya saat ayunan naik turun. Teriak teriakan kencang dari Tania sepertinya membuat hatinya sedikit lega.
Tania menyentuh dadanya saat turun dari ayunan. Mengatur nafasnya lalu mereka sama sama tertawa puas. Seakan mereka baru saja melepas beban berat dipundak yang mereka bawa selama ini. Sebenarnya dari tadi Tania menangkap sikap yang berbeda dari Putri tapi dia berusaha mengabaikannya.
__ADS_1
"Tania makan yuk."
Mereka terlalu senang sampai lupa matahari sudah mulai condong ke barat. Mereka menuju sebuah tempat makan santai. Terdapat saung saung dekat kolam buatan yang diisi dengan ikan ikan warna warni. Makanan istimewa disini adalah bebek bakar pedas. Makan menggunakan tangan sambil menikmati suasana sore dengan udara yang sejuk benar benar nikmat.
"Put, dua minggu lagi aku menikah." Sebenarnya Putri ragu mengatakannyakarna melihat keadaan Tania. Tapi besok ataupun lusa dia tetap harus memberi tahu Tania.
"Kamu bercanda." Tania meletakkan kembali potongan daging bebeknya yang sudah ada didepan mulutnya.
"Aku serius. Kamu ingat beberapa waktu lalu aku sibuk adalah untuk memgurus semua itu." Berbicara dengan nada meyakinkan.
__ADS_1
"Kita pulang sekarang." Tania mengambil tas yang ia letakkan disampingnya lalu beranjak pergi. Tidak peduli Putri menyusul sambil memanggilnya. Restoran ini memang langsung bayar saat memesan, jadi setelah makan pelanggan bisa langsung pergi begitu saja.
Keluar dari restoran Tania menyetop sebuah taxi dan menaikinya. Putri menyusul menggunakan mobilnya sendiri sampai ketoko bunga. Sampai ditoko Putri mendapati Tania sudah mengurung diri dikamar. Dia menunggu cukup lama sampai akhirnya Tania keluar dari kamar.
Tania menuruni tangga dengan hati hati. Berhenti sejenak saat melihat Putri sedang menelungkupkan kepalanya diatas meja. Tania menarik nafas dalam lalu menghampiri Putri. Dia menarik bangku plastik dan duduk dihadapan Putri.
"Put aku minta maaf. Seharusnya aku tidak seperti ini. Kamu juga punya kehidupan yang harus kamu jalani dan aku hanya tidak siap kehilangan kamu Put." Suara Tania terdengar bergetar bersamaan dengan air matanya.
Putri tersenyum mendengar penuturan Tania. Dia tau gadis dihadapannya ini pasti akan merasa kehilangan dirinya. Karna selama ini memang hanya dirinyalah tempat Tania berkeluh kesah. Ditambah lagi saat ini hubungan Tania dengan Noah sedang kacau. Dan menikahnya Putri adalah hal yang mengejutkan bagi Tania.
__ADS_1
Putri berjalan beberapa langkah mengitari meja. Menarik satu lagi bangku plastik dan ikut duduk disamping Tania.
"Aku janji Tania walaupun aku menikah aku tidak akan meninggalkan kamu. Kamu sahabat ku. Apapun yang terjadi kita akan terus bersama.