
Waktu adalah obat yang ampuh untuk sembuh dari rasa kecewa. Mungkin bisa ikhlas untuk menerima semua yang sudah terjadi. Tapi bagaimana jika setelah sekian lama orang yang memberi luka itu kembali dan mengakui perasaan cintanya. Apalagi saat kita sudah menjadi milik orang lain. Pasti semua kenangan masalalu itu berseliweran dalam benak. Dan hanya kebingungan yang akan didapatkan. Perasaan gundah dalam menentukan pilihan hati dan sikap. Apakah hati itu akan kembali pada masalalu atau memilih bertahan?
Lalu kita hanya bisa marah. Saat kebingungan itu memenuhi dada menjadi sesak. Kemarahan yang hanya jadi penutup kegusaran hati. Pertanyaan itu akan muncul apakah masih mencintinya juga?
Noah tidak bisa berbuat apa apa saat Jesi menghambur kedalam pelukannya. Menyatakan semua tentang perasaan cintanya. Tentang rindu yang ditahannya selama bertahun tahun katanya. Noah hanya bisa terperangah tidak memberi rekasi apa apa. Tidak menolak dan juga tidak menerima pelukan itu. Tapi bagi jesi sikap Noah seperti itu diartikannya bahwa pria itu menyukainya.
Mereka yang sedang terlihat berpelukan itu tidak sadar bahwa pintu kamar terbuka. Pintu memang tidak tertutup rapat jadi tidak menibulkan suara apa apa.
Brukkkh. Keduanya tersadar saat memdengar buah yang digenggam Tania jatuh ke lantai. Tapi saat mereka menolah Tania sudah tidak lagi disana. Hanya ada Lee yang melihat mereka dengan sorot mata tajam penuh amarah. Ternyata dia benar benar bisa marah pada majikannya ini.
"Tuan, apa yang kalian lakukan." Sepertinya Lee benar benar kesal. Tapi Noah masih bersikap tenang karna berpikir hanya Lee yang memergoki mereka.
__ADS_1
Sementara Jesi merasa kecewa karna berpikir rencananya gagal. Ia juga tidak melihat Tania tadi.
"Nona..."
"Apa dia disini." Noah memotong kalimat Lee.
Lee memngangguk.
Lee menyusul majikannya itu diikuti Jesi sambil berlari lari kecil. Mereka bertiga berhenti sampai diruang tamu. Letak ruang tamu memang berada dibagian depan saat hendak masuk ruamah. Sementara didepan pintu juga berdiri tiga orang. Tania, Andri dan sahabatnya putri.
Putri memaksa Andri untuk mengikuti Lee dan Tania.Tapi mobil mereka kalah cepat dengan Lee. Sehingga mereka ketinggalan dan baru tiba saat Tania hendak berlari keluar ruamah sembari menangis. Pertanyaan Andri dan Pitri menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Tadi saat tiba tiba Lee menjemput Tania, Putri merasakan perasaan yang tidak enak. Kenapa Lee bisa tahu ruamah Andri padahal mereka tidak mengatakan apapun. Dan Jesi juga mengilang saat pagi buta begitu. Padahal semalam mereka sama sama menginap dirumah Andri. Keduanya terkejut saan melihat Jesi.
"Kak Jesi, kakak disini." Putri yang bertanya.
" Yaa aku disini. Aku menemui Noah." Jesi tanpa malu melingkarkan tangannya di lengan Noah membut semua orang terkejut. Dia tersenyum merasa menang.
"Jaga sikapmu." Suara Noah menggema. Tapi tidak membuat Jesi ciut. Ia semakin mengeratkan pelukannya dilengan Noah.
"Jesi lepaskan tanganmu." Lee menarik Jesi kasar. Ia hampir saja kehilangan keseimbangan yang bisa membuatnya jatuh terbentur kelantai. Tapi untunglah dia tidak memakai sendal yang berhak tinggi sehingga membuat kakinya dengan kuat menjaga tubuhnya.
"Kamu ternyata orang jahat ya kak." Putri sudah berada dihadapan Jesi menunjuk nunjuk wanita itu. "Apa ini alasannya sehingga kakak banyak bertanya padaku tentang hubungan mereka?"
__ADS_1
Bersambung