
Semua karyawan perusahaan memperhatikan para petugas kepolisian menggiring
tiga orang yang bermasalah. Jesii, tante Diani dan juga pengacara itu.
Gurat penyesalan terpancar dari wajah wajah para karyawan. Mereka serentak
berpikir kenapa bisa bisa nya tertipu dengan wajah cantik jessi dan iming
penaikan gaji. Kaki mereka sudah gemetar ketakutan. Nyali mereka menciut.
Sekarang mereka harus berurusan dengan atasan mereka yang sesungguhnya.
Laki laki yang amarahanya sangat sulit untuk dipuaskan. Namun beruntung
Tania tiba tiba hadir diantara mereka. Memberikan sedikit susana sejuk.
Jessi memberikan tatapan mengancamnya ketika ia berpapasan dengan Tania.
Aku akan membalasmu. Begitu Tania menerjemahkan sorot mata Jesi.
"Sayang, ada apa ini."
Tania meraih tangan Noah dalam genggamannya.
Meminta penjelasan
atas peristiwa yang terjadi. Dan Tania semakin bingung ketika noah
tak menjawabnya. Tania mengalihkan pandangannya pada Lee.
Meminta penjelasan pada laki laki itu. Tapi hal yang sama dilakukan Lee.
Apa jangan jangan Jessi sudah terbukti melakukan penipuan. Tania menduga duga.
Aku kasihan padanya tapi kejahatan memang harus diberikan hukuman kan?
__ADS_1
Tania mengikuti iringan langkah Noah menuju keruangnya.
Karna laki laki itu menarik tangannya. Lagi lagi sesampai diruangannya
Noah kembali kesal. Mungkin saja jika tak ada Tania disampingnya
Noah sudah memporak porandakan ruangan ini. Tapi istri benar benar
Membawa pengaruh besar terhadap sikap yang akan diambilnya.
"Lee buang semua isi ruangan ini. Pisahkan dokumen penting saja."
Tania merasakan genggaman Noah semakin erat. Seakan laki laki
ini ingin memberikan kekuatan pada Tania. Karna apa yang mereka
lihat adalah sesuatu yang sangat membuat kesal. Bahkan Lee yang
Terlihat lebih kesal dari pada Noah.
menempati sehari hari kini berubah 180 derajat. Figura besar terpampang
didinding ruangan. Berisi potret kenangan masalalu Noah dan Jesi.
Walaupun begitu Tania tak terlalu terkejut. Gadis itu sangat tahu diri.
Posisinya sekarang memanglah istri Noah. Tapi dulu Jesi pernah menjadi
orang yang spesial di hati laki laki yang sudah menjadi suaminya itu.
*
Waktu berlalu sangat cepat. Seminggu kemudian sidang pertama atas
tindakan penipuan yang dilakukan Jessi. Semua sudah berkumpul diruang
__ADS_1
sidang. Tania dan Noah ikut menghadiri. Serta Lee yang selalu setia di belakang Noah.
Sidang pertama adalah mediasi. Yang penuh dengan drama penyesalan Jessi.
Ia bercucur air mata bersimpuh dikaki Noah. Berharap laki laki itu mau
memaafkan dan mencabut tuntunnya. Tapi sedikitpun Noah tak lagi
luluh dengan air mata itu. Dan sekali lagi air mata itu hanyalah tipuan.
Tanpa tahu diri Jesi masih berani untuk menyakiti Tania. Ia
mendorong Tania hingga gadis itu terhuyung kebelakang.
Beruntung Lee yang berdiri di belakang dengan cepat
menangkap tubuh Tania.
"Hati hati dengan tanganmu." Noah bicara dengan penuh penekanan. "Kalau sampai sekali lagi tangan kotormu menyakiti istriku kau akan menerima akibatnya.
Satu minggu kemudian adalah sidang kedua. Yaitu sidang pembacaan
tuntutan dan vonis. Hasilnya Jessi dijatuhi hukuman kurungan selama
tiga tahun delapan bulan. Si pengacara juga dikenai pidana selama dua tahun.
Sementara tante Diani yang sedianya juga akan dikenai sanksi
selama dua tahun langsung kehilangan kesadaran dirinya. Tante Diani
depresi dan akirnya rumah sakit jiwa menjadi tempat tingalnya entah
untuk waktu yang berapa lama. Dan begitulah tuhan memberikan
hukuman bagi orang orang jahat dan orang yang tidak bersyukur.
__ADS_1