
Jessi duduk dihadapan Lee tanpa rasa takut sama sekali. Bahkan dia berani membalas tatapan tajam dari Lee untuknya.
"Kau masih tidak tahu malunya yaa. Setelah semua perbuatanmu ini kau masih berani menampakkan wajahmu di depan tuan muda." Lee menunjuk beberapa foto yang berjejer diatas meja. Mereka sedang ada disebuah restoran. Tapi Jessi sama sekali tidak gentar. Dia malahan tersenyum licik. Walaupun diantara beberapa foto itu ada foto hasil pemotretan untuk majalah dewasa.
"Aku yang tidak tau malu atau kamu?"
"Menjijkkan. Kau keluar negri untuk bersekolah tapi kenyataanya seperti ini. "Berbicara dengan nada merendahkan.
"Lalu menyukai istri orang lain disebut apa heh?"
"Seharusnya aku mengurusmu saat pertama kali kau datang kesini." Geram dengan ucapan Jessi. Memangnya istri siapa yang disukainya. Tania? Sampai detik ini dia masih meyakinkan hatinya bahwa perasaannya hanya sebatas kagum. Dia ingin cepat cepat menyelesaikan urusannya dengan perempuan ini. Lee merasa dia hanya membuang buang waktu berdebat dengan Jessi. "Aku memberimu dua pilihan kau lenyap sekarang juga pergi kemanapun kau mau atau tuan muda sendiri yang akan berurusan denganmu." Maksudnya Lee mengancam akan memberitahukan foto vulgar miliknya pada Noah.
"Hahahaha huuh aku takut sekali." Mengatakan takut sambil tertawa. Lee benar benar bingung dibuatnya sekaligus semakin geram. "Aku takut dia membunuhku. huhuhu." Mengusap matanya seperti orang benar benar managis tapi tidak dia sedang mengejek. "Sayang nya dia tidak punya kekuasaan itu lagi." menatap tajam kepada Lee.
"Aku sarankan Lee jangan pernah jatuh cinta dengan orang yang sudah punya pasangan. Nanti kau terlena." Jessi tertawa lagi. "Kenapa? kau akan mengatakan diriku juga menyukai milik orang lain." Langsung memotong saat Lee baru membuka mulutnya untuk bicara. "Kau salah. Aku hanya ingin mengacaukan kalian. Lalu diam diam mengambil apa yang benar benar menjadi hakku."
"Apa maksudmu."
Jessi menyerahkan sebuah dokumen yang telah disiapkannya selama berhari hari. Lee membukanya dan mengamati setiap kalimat yang ditulis didokumen itu. Sedetik kemudian wajahnya menjadi pucat pasi dan mengeluarkan keringat dingin. Dia terkejut dengan kenyataan yang ada didepan matanya.
Dokumen yang menyatakan bahwa kepemilikan saham sebesar 72% dari perusahaan Arindra Group menyebutkan atas nama Jessi.
"Apa apaan ini." Lee benar benar kuatir sekarang. Kuatir tuan mudanya mungkin akan menebas lehernya jika tau kabar ini. Dia menarik nafas dalam lalu menghembuskannya lagi.
__ADS_1
Tapi ini semua juga memang bisa dikatakan salahnya. Seharusnya sebagai sekertaris dia tidak boleh lengah di saat atasannya ada dalam masalah. Tapi dia benar benar kacau saat malam itu Noah menceritakan semua padanya.
Saat itu Noah masih berdiri didekat jendela kaca ruang kerjanya. Mendengarkan Lee menceritakan hasil kerjanya dalam mengatasi Jessi. Meyakinkan Noah jika gadis itu tidak akan mengacau lagi.
"Terimakasih. Kau sudah sangat bekerja keras." Sebuah kalimat pujian yang terlontar dari mulut Noah yang membuat dirinya bisa membusungkan dadanya. Kenapa tidak! Noah tidak akan pernah mengucapkan terimakasih kepada bawahannya jika pekerjaan mereka tidak memuaskan. Ucapan terimakasih itu berbarengan dengan terucapmya nama Tania.
"Berkat semangat yang juga kau berikan padaku aku sepertinya berhasil mengikat Tania."
Deg!!!
"Maksud anda apa tuan."
"Kau doakan saja semoga Tania mengandung anakku." Nada suara Noah memancarkan kebahagiaan tiada tara.
Deg!!
Jadi anda benar benar sudah berhasil tuan. Tidur dengan nona Tania benar benar sudah membuktikan bahwa anda sangat mencintainya. Lee menyentuh bagian dadanya yang terasa sesak.
Sejak malam itu Lee menjadi kacau dan tidak fokus dengan pekerjaannya. Bahkan dia harus sering bolak balik dari kantor ke apartemennya untuk mengambil dokumen yang tertinggal. Itulah momen dimana Jessi bertemu dengan pengacara dari keluarga Arindra. Mencari tahu apakah Noah memang satu satunya pewaris.
"Kau ternyata juga bisa jadi setegang ini." Kalimat Jessi membuyarkan lamunan Lee.
Wajah Lee sudah berkerut. Dia berpikir keras untuk mengatasi masalah ini.
__ADS_1
"Kau apa yang kau lakukan heh. Hal licik apa sampai kau bisa mendapatkan saham perusahaan."
"Aku tidak melakukan apa apa. Karna dari pertama kali perusahan itu ada, namaku sudah tertulis didalamnya."
Lagi lagi kalimat Jessi membuat Lee semakin tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apa hubungan gadis ini dengan keluarga Arindra.
" Kalau kau memang sekertaris yang bisa diandalakan seharusnya kau tau siapa sebenarnya yang berhak atas perusahaan."
Ya selama ini sejak Noah memimpin perusahaan dan dia menjadi sekertaris keduanya tidak pernah memperhatikan hal ini. Karna semua orang tau bahwa hanya Noah pewaris tunggal perusahaan. Tapi kenapa hari ini ada seorang yang juga mengakui perusahaan itu.
"Kau bisa bertanya pada orang ini."
Jessi memberikan selembar foto pada Lee. Dibelakangnya tertulis lengkap sebuah alamat. Alamat tempat tinggal wanita yang ada dalam foto itu.
"Satu lagi. Jika Noah benar benar menginginkan perusahaan itu maka tinggalkan Tania dan menikah denganku. Karna mencintai Noah itu sebuah kenyataan."
Kalimat terakhir yang diucapakan Jessi sebelum dia melengos pergi meninggalkan Lee yang tertunduk mencatat daftar kelalaiannya. Menatap foto sambil mengingat apakah dia mengenal wanita paruh baya yang ada difoto.
Bersambung.
Terimakasih dukungannya dan jangan lupa like nya.
nb; Jangan lupakan cerita tiap episode yah karna ini alurnya maju mundur 😄😄
__ADS_1