Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Coklat dan Bunga (part 1)


__ADS_3

Pagi pagi mentari sudah bersinar dengan terang. Membuat langit terhampar berwarna biru cerah. Udara pagi hari ini terasa lebih segar dari biasanya. Membuat para pekerja dan pejalan kaki lebih bersemangat.


Tania merapikan vas vas bunga yang berantakan. Begitulah pembeli mereka hanya melihat lihat tapi tidak mau meletakkannya di tempat semula. Membuat Tania sedikit jengkel.


Hari ini akan banyak pekerjaan yang harus dikerjakan Tania. Karna Putri tidak datang ketoko bunga karna ada acara keluarga. Putri mengirim pesan pada Tania tadi pagi.


Tania juga membersihkan debu debu yang menempel di vas bunga menggunakan kain kecil. Walau banyak pekerjaan dia tahu bahwa dirinya tidak bisa mengeluh. Karna inilah harapan Tania satu satunya jika suatu hari nanti Noah membuangnya. Tapi untuk saat ini hatinya tidak mau jauh jauh dari pria itu. Walaupun setiap hari yang dilihatnya hanyalah sikap dingin Noah.


Tania menghela nafas. Sesaat kesibukannya membuat ia lupa bahwa ada seseorang sedang duduk disebuah bangku panjang depan toko memperhatikan setiap tingkahnya. Membuat Tania semakin jengkel sekaligus geli. Pria itu sudah seperti satpam penjaga. Benar saja dari tadi ia selalu menganggukkan kepala pada para pelanggan toko.


(Flashback on)


"Sekertaris Lee anda tidak kekantor?" Bertanya saat pria itu berdiri disamping mobil.


"Tidak Nona. Hari ini saya ditugaskan untuk menjaga anda." Menjawab tanpa ekspresi.


"Kenapa?"


"Kata tuan muda kemarin anda mengacak ngacak rumah nona, jadi dia tidak mau anda melakukannya lagi."


Hei pria itu bilang seperti itu dan anda percaya? Aku hanya menemukan fotonya dan dia bilang mengacak rumah. Jengkel.

__ADS_1


"Apa dia bilang seperti itu?" Pasti karna masalah foto kemarin. Noah tidak mau ada hal yang berhubungan dengan masalalunya yang ditemukan Tania lagi yang membuat gadis itu akan menertawakan dirinya.


Noah mengangguk.


"Tapi sekarang saya mau ketoko. Jadi tidak mungkin saya mengacak rumah."


"Tuan muda takut anda melakukan hal yang sama ditempat kerja anda nona."


Hei apa dia sudah gila memakai alasan seperti itu. Dan tidak mungkin aku mengacak acak toko, hanya akan menambah pekerjaanku saja.


"Silahkan nona." Sekertaris Lee membukakan pintu belakang mobil. Tania tidak bergeming.


"Saya sudah menyuruhnya pergi nona. Jadi silahkan saya antar." Sudah tidak sabar lagi. Sekertaris Lee memang tipe manusia yang tidak suka membuang buang waktunya. "Ini perintah nona."


"Aaah iya baik baik baik." Sudah tidak ada pilihan lain jadi menyerah saja Tania.


Sekertaris Lee tersenyum penuh arti setelah Tania masuk kedalam mobil.


(Flashbac off)


"Apa dia tidak punya perkerjaan lain ya." Bergumam sendiri.

__ADS_1


"Permisi kak." Seorang pembeli datang dan mengalihkan pikiran Tania dari sekertaris itu.


"Iya kak, Mau cari bunga apa." Laki laki itu diam sebentar memperhatikan Tania. Dimatanya gadis itu cukup menarik.


"Ahh iya bunga buat seorang..... Kakak bisa bantu saya carikan."


Tania berjalan beberapa langkah diikuti pria itu dari belakang. Lalu Tania mengambil sebuah buket bunga karangannya sendiri. Ranhkaian cukup cantik. Bunga bunganya tersusun dengan rapi.


"Yang ini mau." Menyerahkan bunga pada pria itu.


"Kakak suka yang ini."


"Ya." Tentu saja aku suka, itu hasil rangkaianku sendiri. hahaha. Tania tersenyum.


"Ini kak bunganya." Bunga itu sudah berada dalam handbag yang cantik. Laki laki itu menyerahkan sejumblah uang sesuai dengan harga bunga itu.


"Bunganya buat kakak ok." Sambil tersenyum menampakkan giginya yang putih bersih laki laki itu meninggalkan Tania sambil melambaikan tangan.


Hei apa apaan ini. Bingung apalagi saat pria yang sedari tadi memperhatikannya menatap tidak suka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2