Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Uneg uneg


__ADS_3

Melihat Tania berlari menaiki tangga menuju lantai dua dengan cepat Noahpun menyusulnya. Suara sepatunya saat berlari semakin membuat Tania merasa terancam. Entah kenapa Tania benar benar merasa ketakutan. Peristiwa saat dimana dengan bengisnya Noah menarik rambutnya mendorong tubuhnya terus saja menghantui pikirannya.


Tania berbalik saat setelah dia mengambil kunci toko dilaci nakas. Alangkah terkejutnya Tania saat melihat Noah sudah berdiri persis didepan pintu kamar. Menatapnya dengan penuh arti. Tania bisa melihat semua itu. Makna dari tatapan itupun dia tau. Tapi kejadian semalam dan tadi pagi benar benar membuat dia merasa kecewa. Walaupun sebenarnya ada setitik kecil dari bagian hatinya yang menginginkan kedatangan laki laki dihadapannya itu.


Setelah beberapa detik tertegun Tania kembali tersadar. Dia sendirian sekarang dan laki laki dihadapannya ini bisa melakukan apapun. Dengan cepat Tania menutup pintu yang terbuka lebar. Tapi gerakannya kurang cepat. Noah berusaha untuk masuk hingga tangannya terjepit dan kepalanya sempat terbentur. Tania yang menutup pintu dengan sekuat tenaga membuat kulit bagian punggung tangan Noah terkelupas dan berdarah. Tania terus mendorong pintu dengan tubuhnya. Tapi saat melihat darah yang mengalir dari tangan Noah membuatnya kasihan.


Akhirnya rasa kasihan itu membuatnya mengalah dan membuka pintu kamarnya itu. Laki laki dihadapannya itu kembali berdiri diposisinya semula. Walau dari tanganya sudah mengalir darah Noah tidak merasakan apa apa. Fokusnya hanya pada Tania. Wanita yang harus ia perjuangkan dengan kedua tangannya. Tujuanya mengalahkan rasa nyeri ditangannya.


"Tanganmu terluka, Akan kuobati." Bicara datar.

__ADS_1


Tania mengajak Noah masuk kamar dengan isyarat matanya. Noah menutup pintu tapi tidak terlalu rapat. Setelahnya mereka duduk disisi tempat tidur. Tania mulai membersihkan darah ditangan Noah dengan kapas. Lalu meneteskan beberapa obat merah dan membalutnya dengan perban.


Apa dia tidak merasa nyeri ya? Batin Tania saat melihat laki laki dihadapannya ini tidak memberikan reaksi apa apa. Hanya tatapan matanya saja yang tak lepas dari Tania.


"Seharusnya kau tidak perlu melakukan ini tuan." Tania menatap serius. Ada makna lain yang coba ia sampaikan lewat sorot matanya. Aku tidak mau bertemu denganmu. Begitu maksudnya.


"Aku hanya tidak mau kau pergi." Menjawab dengan getir.


"Kamu yang menginginkan kepergian saya tuan. Saya kembali kerumah hanya untuk menjenguk dirimu karna Lee mengatakan kau sedang sakit. Tapi apa yang kulihat." Mata Tania mulai berkaca kaca. "Kau berduaan dengan wanita lain. Aku tidak peduli siapa yang memeluk lebih dulu. Aku tau keamanan rumahmu itu seperti apa. Kalau kau memang tidak menginginkannya dia tidak akan bisa masuk kedalam rumah mu itu."

__ADS_1


"Tapi...."


Tania tidak memberi Noah kesempatan untuk bicara.


"Aku tahu sekarang masalah rambut itu. Rambut yang sama dengan Jessi. Aku yakin didalam hatimu itu kau masih mencintainya. Makanya kau tidak mau ada orang lain yang bergaya serupa dengan dirinya."


Tania semakin berani mengeluarkan semua isi hatinya. Semua uneg uneg kekecewaan. Saat melihat Noah hanya diam. Tidak ada kejengkelan diwajah tampannya.


"Seharusnya kau senang aku tidak tinggal dirumah mu lagi. Tidak ada bocah pengganggu, bocah tidak berguna, tidak ada parasit yang bergantung hidup denganmu."

__ADS_1


Semua kata kata itu dulu pernah diucapkan Noah padanya saat awal awal pernikahan. Tania merasa lega. Seakan beban didanya yang membuat sesak sudah terangkat satu persatu. Tapi meskipun begitu dia merasa masih ada yang mengganjal ketenangannya.


Bersambung


__ADS_2