Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Hari yang bersejarah


__ADS_3

Dengan tenang Noah mendengarkan setiap ocehan yang keluar dari mulut Tania. Dibalik sikap dingin dan angkuhnya Noah ternyata laki laki yang pengertian terhadap wanitanya. Oleh sebab itu dia tau dan ikut merasakan sebesar apa istrinya itu terluka. Dia merasa memang pantas menerima setiap makian yang keluar dari mulut Tania. Dia menerima setiap hukuman yang akan didapatnya atas kesalahannya. Tapi tidak dengan perpisahan yang diminta Tania.


Sementara Tania malah menjadi kesal karna dia tidak menemukan kata kata yang menyakitkan untuk Noah. Kata kata yang bisa menghancurkan setiap keangkuhannya. Padahal dulu disaat awal pernikahan apapun kata yang diucapkan Noah terdengar begitu menyakitkan ditelinganya. Atau hatinya yang memang terlalu rapuh.


"Kembalilah padanya. Dia masih mencintaimu. Kaupun pasti begitukan?"


Seharusnya aku mengatakan ini dari tadi. Lihat! Wajahnya sudah berubah kusut.


"Aku tidak apa apa. Aku bahakan sudah pernah merasakan sakitnya kehilangan yang lebih parah dari ini."


Tiba tiba kenangan tentang kedua orangtuanya melintas dalam benaknya. Kesedihan bertahun tahun lalu yang berusaha ia lepaskan kembali menyesakakn dadanya.


Air mata Tania yang tadi sudah mengering kini kembali jatuh. Noah mengusapnya dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Hmmehmm" Kecupan lembut itu mendarat dibibir mungil Tania.


Tania yang tenggelam dalam tangisnya tidak siap menerima ciuman itu. Dia berusaha mendorong tubuh Noah. Laki laki itupun menurut. Dia menghentikan aktivitas bibirnya.


"Beraninya ka.... hemmhmm" Sekali lagi Noah membungkam mulut Tania dengan bibirnya.


Tania menolak lagi. Mendorong tubuh Noah dengan kasar hingga Noah jatuh kekasur. Tania langsung berdiri berniat meninggalkan laki laki itu. Namun Tania kalah cepat, tangan Noah menarik tanganya hingga ia ikut jatuh dikasur.


"Aku memintanya secara lembut kepadamu. Tapi kau menolakku."


"Kau milikku Tania. Aku berhak atas dirimu. Aku akan mencabik cabik dirimu tidak peduli rasa sakit yang akan kau rasakan." Mulutnya terus meracau sementara tangannya melepas pakaian Tania satu persatu.


"Lepaskan aku." Tania berteriak.

__ADS_1


Tania masih berusaha mempertahan dirinya. Bagaimana mungkin dia menyerahakan dirinya pada laki laki yang masih mencintai wanita lain.


Noah tidak peduli. Diluar hujan semakin deras tidak akan ada yang mendengar walau berteriak sekencang kencangnya.


Noah mengecup satu persatu bagian wajah Tania. mengecup lama dibagian bibir Tania. Berusaha mengalirkan cinta dan kehangatan pada wanita itu. Beralih pada leher jenjang Tania meninggalkan bekas merah disana.


Tania yang tadi menolak seakan tersihir oleh kehangatan yang diberikan Noah. Semakin lama diapun semakin menikmati setiap sentuhan yang diberikan Noah. Mereka sama sama tenggelam dalam kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan.


Noah benar benar tidak mau melepaskan Tania. Maka dari itu dia memilih jalan seperti ini untuk untuk mengikat hubungan mereka lebih erat lagi. Menanam benih dalam rahim Tania. Meberikan hal yang memang diinginkan setiap wanita didunia ini. Tidak peduli keadaan seburuk apapun.


Hari ini adalah hari yang paling bersejarah dalam hidup keduanya. Hari yang akan menjadi kenangan terindah dalam kisah cinta mereka. Mereka akan mengingatnya seumur hidup.


Sesaat kenikmatan itu membuat mereka lupa sedang berada pada situasi seperti apa. Akan ada begitu banyak hal yang harus mereka lalui setelah ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2