
"Nona rambut anda?" Lee kaget pada perubahan Tania. Gadis itu memang terlihat sangat berbeda. Ini tidak akan baik untuk perasaan tuan mudanya. Begitu kira kira yang dipikirkan Lee.
"Apa aku cantik hehe." Percaya tingkat tinggi. Dia pun terkekeh dengan ucapannya sendiri.
Tapi perubahan diwajah Lee tidak terbaca oleh Tania. Padahal muka itu sudah masam seperti bau kentut saja. Karna jika tuan mudanya tidak menyukai ini akan jadi masalah besar. Dan dialah orang yang paling akan direpotkan.
***
Sesampai dirumah hari telah berganti malam. Karna tadi Tania berangkat dari toko bunga agak sore. Dia tidak tahu kalo urusan salon menyalon itu cukup butuh waktu.
Bibirnya sudah sumringah saat melihat sebuah mobil sudah terpakir didepan rumah. Suaminya sudah pulang. Entah kenapa dia ingin sekali dipuji cantik oleh Noah saat melihat perubahan pada dirinya. Noah sedang menonton tivi.
"Apa apaan kau." Suara itu terdengar getir tapi menggema ditelinga Tania.
__ADS_1
Eh kenapa?
"Kau benar benar ingin membuatku marah ya. Kau tau kalau aku bisa menghabisi seseorang?"
Hei tatapanmu itu saja sudah membunuhku.
"Maaf tuan." Kepala Tania tertunduk dalam. Sekarang yang dilihatnya hanya kakinya yang mulai terasa gemetar.
Sampai saat ini Tania masih belum tau dimana kesalahannya. Apa karna rambutnya. Tapi dia hanya memotong rambut panjangnya menjadi sebahu. Ya, dia tau perintah dari suaminya hanya untuk membuat rambut lurusnya bergelombang. Bukan memotongnya. Tania hanya bisa menerka nerka apa sebenarnya yang membuat Noah semarah ini.
"Kau tidak menurutiku ya." Noah sudah mendekat dan menarik rambut Tania. Gadis itu meringis kesakitan. Ia berusaha melepaskan tangan Noah. Tapi tidak berhasil. Cengkraman itu semakin kuat. Membuat Tania benar benar kesakitan. Air matanya sudah mengalir hingga kepipinya yang mulus.
Nafas laki laki dihadapannya ini memburu. Bahkan ia bisa mendengar jantung Noah yang berdetak begitu kencang.
__ADS_1
Ada apa ini. Masih belum mengerti dengan kesalahannya.
"Bawa dia pergi dari sini." Berteriak mendorong gadis itu hingga Tania terhuyung kebelakang. Beruntung Lee dengan sigap menangkap tubuh Tania yang hendak jatuh membentur sudut meja.
Noah tidak mau melihat Tania itu lama lama. Karna semakin lama ia melihatnya mungkin ia tidak bisa menahan diri lebih lebih dari ini. Sekarangpun ia sudah ingin menyeret tubuh Tania. Mencukur habis rambut itu.
Luka bertahun tahun yang berusaha dengan sangat keras ia lupakan kini kembali manyayat hatinya. Noah benci dengan potongan rambut sebahu. Bahkan karyawan kantornya yang perempuan ia wajibkan berambut panjang. Karna itu hanya akan mengingatkannya pada wanita yang telah menorehkan luka dihidupnya.
Tapi kini dihadapannya berdiri seorang perempuan yang telah menjadi istrinya yang kembali membuatnya ingat akan kenangan pahit dimasa lalunya.
Sebenarnya dia sendiri paham bahwa Tania tidak tahu menahu soal ini. Tidak seharusnya dia menyalahkan wanita dihadapannya ini. Karna apapun dan bagaimanapun ini bukan salah Tania.
Lee membantu Tania kembali berdiri. Gadis itu kini benar benar ketakutan. Bahkan Lee bisa melihat kedua tangan Tania sudah gemetar dan mengeluarkan keringat. Ia juga tahu bahwa wanita dihadapannya ini sedang kebingungan mencari kesalahan terbesar yang telah ia perbuat sehingga membuat lelaki yang punya kekuasaan itu benar benar marah.
__ADS_1
"Bawa dia pergi." Sekali lagi bicara tegas tanpa melihat.
Bersambung....