
Dicerca seperti itu oleh Putri, Jesi masih saja bersikap tenang. Bahkan ia tersenyum licik penuh kemenangan karna berhasil membuat kacau hubungan Noah dan Tania.
Yeeeeii, Akhirnya berhasil. Bersorak dalam hatinya.
"Bukan aku yang jahat tapi Noah. Kami bahkan belum putus. Aku hanya pergi mengejar pendidikanku. Tapi dia malah menikah dengan gadis kampungan itu." Menatap penuh penghinaan pada Tania. "Aku hanya mau mengambil apa yang menjadi hakku."
"Kau masih belum berubah ya. Kau masih sepercaya itu kalau aku mencintaimu. Aku sudah menikah Jessi."
Berbicara sambil menatap pada Tania, berharap wanita itu mengerti maksud dari perkataanya yang sudah menikah. Aku mencintaimu Tania! Begitu maksudnya. Tapi gadis polos seperti Tania itu tidak akan mengerti isyarat seperti itu. Dikepalanya masih ia ingat dengan jelas bahwa pernikahan itu hanya sebuah perjanjian.
"Sayang" Memanggil Noah dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin. "Sudahlah tidak perlu berpura pura. Aku tau kamu tidak mencintainya. Menikahpun hanya sebatas perjanjiankan. Bahkan tadi saat kita berduaan dikamar kamu memelukku."
Menambahkan minyak tanah lagi. Agar apinya semakin besar.
__ADS_1
Bukan aku, tapi kau yang memelukku.
"Jesii." Noah berteriak.
Membuat semua orang terkejut. Matanya merah dan dadanya tampak jelas naik turun. Nafasnya memburu menahan amarah. Dia benar benar ingin menyeret wanita dihadapannya ini. Tapi dia tidak mau terlihat kejam dihadapan istrinya.
"Pergi dari rumahku." Masih berteriak tapi sangat dekat sekali dengan Jesi. Bahkan teriakan itu sampai menggema kegendang telinga Jessi.
"Aku akan menemanimu, aku kembali untukmu bukan untuk pergi lagi."
Begitu juga sekertaris Lee yang dengan setia berdiri disamping Noah memandang Jessi dengan tatapan mencabik cabik. Lee tidak peduli laki laki atau perempuan atau juga temannya sendiri jika ada yang mengusik majikanya maka dia tidak akan tinggal diam. Dia laki laki berdarah dingin yang bisa membuat orang menghilang. Bukan dibunuh melainkan pergi sejauh mungkin. Karna sudah dipastikan pengganggu itu tidak akan punya tempat lagi dikota ini.
"Ceraikan aku."
__ADS_1
Satu kalimat yang membuat semua membisu dan mengalihkan pandangan pada Tania. Terutama Noah. Dadanya semakin sesak mendengar ucapan Tania. Bagaimana mungkin ia bisa berpisah dengan Tania sementara hatinya sudah mulai terikat dengan wanita itu.
Istri mana yang tidak terluka saat melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain didalam kamar yang menjadi tempat tidur mereka. Meskipun mereka belum pernah satu ranjang berdua. Apalagi saat ia tidak ada dirumah. Meskipun Noah mengatakan tidak. Tapi Tania mempercayai apa yang dilihatnya.
Sungguh dia merasa sangat terpukul.
Apa karna ini semalam Noah memarahinya dan mengusirnya. Lalu dipagi pagi buta dia menyuruh sekertarisnya itu untuk menjemputnya hanya untuk menunjukan semua yang terjadi dikamar tadi. Apa yang ingin dibuktikan laki laki ini. Bahwa ia bisa mendapatkan wanita mana saja. Tania lebih terpukul lagi saat Jessilah wanita itu.
"Ayo kita pergi kak."
Tania manarik tangan Andri agar mengikutinya menuju mobil. Dari tadi Andri hanya mematung sambil tangannya merangkul Tania menyaksikan semua yang terjadi. Dia khawatir pada Tania kalau lagi lagi Tania ambruk.
Putri mendelik tajam pada Jessi dan melengos masam menyusul Andri dan Tania. Dia tidak menyangka bahwa kakak sepupunya itu melakukan hal sekeji ini.
__ADS_1
Aku membencimu.
Bersambung