Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Rencana Jessi part 4


__ADS_3

Kadang manusia memang dianugrahi sikap serakah. Tapi kita punya akal untuk memilih sebuah kebenaran.


Serakah itu boleh saja tapi untuk hal hal yang baik. Jangan sampai sikap seperti itu merusak sesuatu yang sudah menjadi hak orang lain.


Sifat serakah itu bisa datang karena rasa iri saat melihat orang lain bisa memiliki sesuatu yang tak mampu untuk kita miliki. Didunia penuh para penjahat karna sifat serakah itu sendiri.


"Kau puas bisa mengacaukan isi rumah ini?"


Lee mencengkram jemarinya sendiri. Dia masih menahan dirinya untuk tidak merobek mulut wanita ular dihadapannya ini. Mungkin gelar itu pantas untuk Jessi. Jika ular menggigit maka Jessi mengeluarkan bisanya melalui kata katanya itu.


"Tentu aku merasa puas. Kau sendiri juga puaskan?" Ucapan Jessi membuat Lee bingung.

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Aku tau Lee kau tertarikkan pada Tania?" Sebuah kata yang menghujam didada Lee. " Aku bukan gadis polos yang tidak tau arti tatapanmu padanya. Itu bukan rasa kasihan tapi perasaan cinta. Ayolah kalau kau bekerja sama denganku kau bisa mendapatkan Tania dan aku kembali pada Noah."


Plakk!!! Sebuah tamparan keras mendarat dipipi mulus Jessi. Gadis itu benar benara tidak tau malu. Dia benar benar berani menyampaikan kalimat panjangnya itu. Tau bagaimana wajahnya saat berbicara? Benar benar membuat orang kesal saat melihatnya.


Jessi mengelus pipinya yang terasa panas. Tamparan keras itu meninggalkan jejak jemari Lee. Sudut bibirnya mengeluarkan percikan darah.


"Hentikan omong kosongmu itu. Aku tidak akan segan segan merobek mulutmu sampai kau tidak bisa lagi bicara." Sebuah ancaman yang benar benar tegas yang membuat Jessi benar benar ciut. "Aku memang tertarik kepadanya tapi itu hanya sebatas rasa kagum karna dia wanita polos tapi sangat tegar. Jika aku harus menjaganya dengan nyawaku itu karna dia adalah istri tuan muda."


Lee meninggalkan Jessi yang masih meringis kesakitan menyusul Noah keluar. Langkahnya terhenti saat melihat Noah bersimpuh dihadapan Tania. Memohon maaf pada wanitanya.

__ADS_1


"Tania.Aku mohon jangan pergi."


Sambil bersimpuh Noah menyatukan kedua tangannya didepan dadanya. Halaman rumah begitu bersih. Jadi sekalipun Noah sampai berguling itu tidak akan mengotori pakainnya. Pelayan dirumah ini bekerja dengan baik.


"Tidak perlu memohon tuan. Tidak perlu juga minta maaf. Karna walapun seribu empat ratus tiga puluh tiga kali pun anda mengucapkannya saya tidak akan perduli lagi. Sudah cukup saya menderita karna sulitnya hidup saya. Saya tidak mau dipusingkan dengan urusan pernikahan dan percintaan seperti ini. Jadi bangun dan masuklah kerumah. Wanitamu sedang menunggu." Melirik Jessi yang berdiri dekat pintu dengan ekor matanya. Tania masuk mobil tanpa mendengarkan lagi ucapan Noah.


Kalimat panjang yang begitu tegas. Tania berharap kata katanya itu bisa mematikan harapan Noah.


Sebenarnya Tania bukan tidak kasihan melihat Noah sampai berlutut tapi jika dia memberikan maafnya dan menarik kembali kata cerai yang keluar dari mulutnya dia takut suatu hari nanti semua ini terulang kembali. Akan lebih menyakitkan jika hal ini terjadi disaat hatinya telah jatuh dan terikat dengan pria dihadapannya ini. Lebih baik sekarang dia mengambil keputusan tegas disaat ini baru terjadi untuk pertama kalinya.


Mobil yang dikemudikan Andri melaju kencang menyusuri jalanan kota membawa dua penumpang wanitanya. Tujuan mereka ketoko bunga.

__ADS_1


Aku menyerah. Aku sudah memutuskan untuk menyelesaikan semua ini. Menamatkan cerita yang sejatinya baru dimulai. Aku ingin menata ulang hatiku lagi. Menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi nantinya. Tania.


Bersambung


__ADS_2