Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
ini siapa (part 2)


__ADS_3

Tania sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya. Ia melirik jam dinding yang terpajang di dinding kamarnya. Tania juga sudah selesai mandi. Sambil menunggu Putri dan Jesi ia rebahan di tempat tidur. Tempat yang kalau ada empunya nya jangankan tiduran dudukpun dia tak berani jika bukan Noah yang menyuruhnya.


Tania menghempaskan tubuhnya. Kasur yang empuk gumamnya. Tania memjamkan matanya berharap ia bisa tidur pulas sebentar sebelum Putri datang. Tapi sesuatu membuat ia tak bisa tidur.


Kenapa aku terus terbayang dengan tatapan sekertaris Lee itu. Ada apa dengannya? Terus tadi itu dengan berani dia menyentuh tanganku. Tania bergidik tiba tiba ia merasa takut dengan lelaki kepercayaan Noah itu.


Ting ting...


Tania setengah berlari menuruni tangga ketika mendengar bel rumahnya berbunyi. Senyumnya langsung mengembang saat Putri sudah berdiri didepan pintu sambil merentangkan tangannya dan memeluk Putri. Tania mengedarkan pandangannya dan kemudian bertanya ketika tidak melihat oranglain bersama Putri.


"Kak Jesi mana."

__ADS_1


"Dia masih di mobil lagi telponan, mungkin dari pacarnya haha." Keduanya tertawa sambil melangkah masuk.


"Silahkan duduk Put." Tania mempersilahkan Putri duduk setelah sampai di ruang tamu. "Aku buatkan minum yah sekalian buat kak Kesi juga." Tania meninggalkan Putri menuju dapur dan sibuk membuat jus untuk kedua tamunya itu.


"Duduk kak." Putri mempersilahkan Jesi duduk setelah wanita itu berdiri di sampingnya. Jesi ragu ragu.


"Aduhhh aku pengen ke toilet nih." Jesi sedikit gelisah. Putri juga kebingungan ia baru pertama kesini jadi tidak tahu dimana tolietnya.


Putri mengajak Jesi mencari dapur di mana Tania berada. Tidak sulit untuk menemukan Tania.


"Oh iya kak, di sana masuk aja." Putri menunjuk sebuah pintu yang tak jauh dari ruang dapur. Jesi setengah berlari menuju toilet. Maya dan Tania terkekeh merasa lucu.

__ADS_1


"Aku kedepan lagi ya." Putri kembali keruang tamu meninggalkan Tania yang memotong alpukat untuk dibuatkan jus kesukaannya Putri.


Jesi juga sudah keluar dari toilet. Setelah berpamitan pada Tania Jesipun kembali keruang tamu. Namun langkahnya terhenti di ruang tivi. Matanya jatuh menatap foto laki laki dengan rambut keritingnya itu.


Jesi mengambil foto itu dan mengamatinya dalam dalam. Ia mengenali laki laki itu.


"Dia...." Jesi lunglai. Tulang yang menopang tubuhnya seaka melemah. Kakinya gemetar. Memorinya memutar sebuah kenangannya di masalalu.


"Maaf kak, aku harus mengikuti tradisi keluargaku kuliah diluar negri. Aku janji akan kembali dan menjaga hatiku untuk kakak."


Kata katanya kala itu masih terngiang di telinganya. Bagaimana waktu itu dengan serius ia mengatakan kalau ia akan menjaga hatinya. Namun keseriusannya hanya untuk menutupi semua kebohongannya. Jesi tidak benar benar mencintai.

__ADS_1


Setelah pertemuannya di taman kota itu ia pergi melenggang dengan rasa bahagia. Bahagia karna terbebas dari keterpura puraannya. Jesi mengingat semuanya. Bagaimana dulu laki laki di foto itu memohon memintanya untuk tidak pergi.


Jika saja waktu itu Jesi mengenali pria yang menjadi kekasihnya itu adalah sang pewaris tunggal dari perusahan Arindra grup tentu Jesi tidak akan meninggaalkan Noah saat itu. Bahkan orangtuanyapun yang tadinya tidak merestui mereka karna Noah yang mereka kenal adalah anak yang berasal dari keluarga miskin pasti akan berubah pikiran saat tahu kenyataan sebenarnya. Jelas! Siapa yang tak ingin terikat dengan keluarga Arindra itu.


__ADS_2