
Seperti tidak terjadi apa apa semua keadaan terlihat normal. Tapi Lee dibuat kebingungan oleh sikap majikannya itu. Sadar dari pingsan Noah langsung mandi. Seperti bangun dari tidur lalu butuh air untuk menyegarkan diri.
Setelah selesai mandi Noah yang tadi begitu kacau sekarang ketampanannya sudah kembali. Dia tidak memakai seragam kantornya. Hanya berpakaian santai. Celana yang sedikit longgar berwarna hitam dan kemeja panjang yang lengannya di tarik sampai siku. Dia terlihat sangat tampan dan berbeda dari biasanya.
"Anda mau kemana tuan." Lee kebingungan.
"Memangnya kau pikir aku akan kemana?"
Mana aku tau. Memangnya aku peramal. Yayaya aku tau isi pikiranmu itu hanya tentang urusan kantor saja.
Lee hanya menggeleng saat melihat tatapan Noah. Majikannya itu serius dengan pertanyaannya barusan.
"Aku ada urusan. Kau kekantor saja." Menjawab setelah dia selesai minum air yang tersedia dimeja nakas samping tempat tidurnya.
__ADS_1
"Tapi andakan...." Lee tidak melanjutkan kata katanya saat tatapan Noah sudah berubah tajam.
"Aku kenapa? Sakit , gila?" Ketus menduga kalimat yang akan diucapkan Lee.
Noah meninggalkan Lee begitu saja. Sekarang dia harus berjuang untuk membawa kembali istrinya. Menunjukkan cintanya yang begitu besar. Noah benar benar tidak mau kehilangan Tania. Hatinya benar benar telah terikat denhan wanita itu. Walaupun Noah sepenuhnya belum menyadari sebesar apa cintanya.
-------
Sedangkan Andri harus kerumah sakit karna ada pasien yang membutuhkan dirinya. Sementara Putri akhir akhir ini sibuk dengan urusannya sendiri entah apa itu. Tadi setelah melihat Tania mulai tenang dia meninggalkan sahabatnya itu sendiri. Sepertinya toko ini malah terlihat milik Tania karna begitu jarangnya Putri berada di toko.
Diseberang jalan toko sebuah mobil berwarna silver dengan harga ratusan juta terparkir. Didalamnya seorang laki laki sedang memperhatikan Tania. Dinding toko bagian depan itu memang terbuat dari kaca sehingga dengan jelas bisa memperlihatkan setiap aktivitas yang ada didalamnya.
Aku akan perjuangkan kamu Tania. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Kamu adalah milikku dan akan selalu jadi milikku.
__ADS_1
Noah mengemudikan mobilnya lagi dan berhenti persis didepan toko Tania. Toko sudah mulai sepi hanya tingal dua atau tiga orang saja yang masih memilih milih. Diluar sudah mulai mendung. Sepertinya cuaca sudah memasuki musim hujan.
Tania mengintip keluar saat mobil Noah baru saja terpakir didepan toko. Dia kebingungan karna baru pertama kalinya dia melihat pembeli dengan mobil mewahnya.
Noah? Dia punya mobil berapa sih. Lalu kenapa dia kesini. Apa dia akan menyiksaku seperti kejadian semalam. Tania ketakutan melihat Noah yang turun dari mobil.
"Mba, saya mau yang ini harganya berapa?" Lamunan Tania buyar. Ini adalah pembeli terakhir.
Setelah pembeli itu pergi Tania semakin ketakutan apa lagi saat melihat Noah berjalan hendak masuk toko. Tania berpikir bahwa dia akan mengunci pintu masuk toko agar Noah tidak masuk. Dia sudah memutar papan tanda close yang tergantung dipintu.
"Sial." Tania langsung berlari kekamar yang akan jadi tempat tidurnya nanti. Dia meninggalkan kunci toko dikamarnya dan dia berniat untuk mengambilnya.
Diluar hujan sudah turun dengan deras. Tania semakin panik dan gelisah.
__ADS_1