Semua Karna Cinta

Semua Karna Cinta
Teka teki yang mulai terpecahkan


__ADS_3

Sudah tiga hari Lee tidak berani menampakkan tubuhnya dihadapan Noah. Bahkan sudah ratusan kali panggilan tidak terjawab dari Noah untuknya. Tapi sepertinya Jessi belum menemui Noah setelah hari itu. Karna tidak ada pesan masuk dari Noah yang mengkuatirkan.


Hari ini dia akan menemui wanita yang ada difoto yang diberikan Jessi padanya. Dialamat tertulis wanita itu tinggal dipedesaan diluar kota. Perjalanan memakan waktu sekitar empat jam. Lee memacu mobil dengan kecepatan sedang. Yang penting selamat sampai tujuan begitu pikir Lee.


Dilain tempat, ruangan yang menjadi pusat kepemimpinan Arindra Group seorang dengan nafas tersengal tanpa izin masuk menemui Noah. Menyampaikan bahwa ada seorang perempuan diaula lantai satu mengaku sebagai pemilik baru perusahaan.


Noah dengan langkah besarnya memasuki Lift turun kelantai satu. Dia sangat terkejut ketika mendapati Jessi berada disana.


"Kau, Kenapa kau selalu membuat kekacauan heh." Noah mencengkram dagu Jessi.


"Lepaskan tanganmu." Sekuat tenaga Jessi akhirnya mampu menepis tangan Noah.


"Aku datang kesini bukan membuat kekacauan melainkan mengambil hakku." Jessi tersenyum licik. Dia menyerahkan berkas kepemilikan saham perusahaan. "Kau bisa membacanya nanti, dan setelah itu kau ambil keputusan kembali padaku dan meninggalkan Tania atau kau kehilangan semua yang kau miliki sekarang."


Setelah menyelesaikan kalimatnya Jessi melenggang pergi. Noah kembali keruangannya dan memanggil pengacara yang dua tahun lalu bekerja kepadanya menggantikan pengacara yang lama.


"Kenapa ini bisa terjadi." Noah melempar berkas yang tadi diberikan Jessi padanya tepat dihadapan pengacara itu. Noah sudah membaca berkas itu.


"Maaf tuan, semua ini memang berdasarkan warisan dari Pak Narya." Ayahnya Noah. Narya Arindra.

__ADS_1


"Tidak mungkin. Aku ini pewaris tunggal." Masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada.


"Saya diminta merahasiakannya oleh pengacara sebelumnya tuan."


Kenapa aku tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan.


"Keluar." Pengacara itupun pergi sesuai perintah.


Noah kembali mencoba menghubungi Lee tapi tetap tidak berhasil. Dia masih bertanya tanya kemana sekertarisnya itu. Situasi seperti ini membutuhkan udara yang segar agar bisa berpikir jernih. Lalu Noah pergi meninggalkan kantor menuju tempat yang diyakininya bisa menjadi rumah untuk keluh kesahnya.


***


Lee sampai dialamat yang ada difoto. Sebuah rumah sederhana dengan pekarangan yang tidak terlalu luas tapi terlihat terawat dan bersih.


Noah mengetok pintu. Tidak lama seorang wanita paruh baya keluar. Lee sama sekali tidak mengenalnya begitu juga dengan wanita itu juga tidak mengenal Lee.


"Anda siapa?"


"Saya Lee. Saya datang kesini memang untuk menemui anda nyonya." Ramah Lee menjawab.

__ADS_1


"Silahkan duduk." Wanita itu mempersilahkan. Merekapun duduk dibangku yang terbuat dari kayu yang memang tersedia diteras.


"Ada keperluan apa anda mencari saya. Bahkan kita belum pernah bertemu sekalipun." Memandang Lee dengan sedikit curiga. Jangan jangan laki laki dihadapanya ini orang jahat pikirnya. Tapi tidak dia masih muda dan tampan. Mana mungkin dia orang jahat. Mematahkan sendiri pikiran buruknya.


"Ini, apa anda mengenalnya?" Lee menunjukkan layar hpnya yang ada foto Jessi. Wanita itu belum menjawab. Lee menggeser layar hp nya lagi menunjukkan foto kedua.


"Noah."


"Anda mengenal tuan Noah." Lee yang terkejut sekaligus penasaran kenapa wanita dihadapannya ini mengenal Noah.


"Dia putra saya." Wajahnya langsung berubah pias. Sekilas kejadian masalalu melintas dimatanya. Bagaimana dulu dia sampai pergi meninggalkan putra semata wayangnya.


"Jadi anda nyonya Madani. Tuan Noah pernah menceritakan tentang anda sekali kepada. Maaf saya tidak mengenali anda."


"Tidak apa apa. Wajarkan, kita belum pernah bertemu."


Lee mengangguk mengiyakan perkataan nyonya Madani.


"Bisa nyonya ceritakan tentang Jessi. Kenapa dia bisa memiliki saham perusahaan?"

__ADS_1


Nyonya Madani menceritakan semuanya pada Lee. Sesekali Lee mengangguk memahami cerita yang disampaikan oleh wanita dihadapannya ini. Sampai akhirnya nyonya Madani diminta Lee ikut kekota untuk menemui Noah dan menceritakan kejadian sebenarnya.


Bersambung


__ADS_2