
Tania memesan ojek online untuk mengantarnya menuju toko bunga. Hari ini hari pertama dia bekerja setelah akhir pekan yang membosankan untuk Tania. Tania sudah berada di depan Toko. Toko itu sudah di penuhi bunga bunga yang tertata rapi.
"Hai put." Tania mendorong pintu kaca. Ia ingin mengejutkan Putri dengan kedatangannya. Namun langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita yang tidak dikenalnya sedang menata bunga ke dalam vas.
Eh bukan Putri. Aku tidak salah masuk tokokan.
"Kamu Tania ya." Gadis itu tersenyum ramah. "Putri lagi di toilet. Tunggu sebentar aku panggilkan ya."
Tania mengangguk. Ia memperhatikan setiap langkah wanita itu pergi meninggalkannya. Dia cantik sekali gumam Tania. Gadis itu memang sangat cantik. Senyumnya manis. Rambut hitam sebahunya jatuh. Siapapun pasti iri melihat kecantikannya.
"Aaa Tania." Putri memeluk Tania girang bahkan ia sampai melompat lompat saking senangnya seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. "Aku kangen bangat sama kamu Tania."
"Aku juga kangen Put." Putri memeluk Tania semakin erat sampai Tania kesulitan bernapas.
"Put aku ngga bisa napas."
"Eh maaf maaf." Karna terlalu bahagia sampai lupa ada orang yang memperhatikan mereka.
__ADS_1
"Oh ya Put ini kenalin ini kak Jesi yang aku bilang kemaren. Dia baru kembali dari luar negri."
"Oh iya. Tania kak." Tania mengulurkan tanganya yang langsung di sambut oleh Jesi.
"Jesi." Ia tersenyum
"Mba saya mau beli bunga." Soerang laki laki masuk.
"Ya mas mau bunga apa mawar melati atau ahh silah kan di pilih saja mas." Tania yang melayani. Laki laki itu tak berkutik seperti sedang kebingungan.
"hmm bunganya untuk istri saya dia sedang ulang tahun hari ini." Laki laki itu memberi tahu berharap Tania dan yang lainnya bisa memilihkan.
"Rangkaian bunganya sangat cantik." Laki laki itu terpesona. "Aku ambil yang ini saja ya."
Pria itu terlihat begitu senang. Sepertinya ia sangat mencintai istrinya. Begitu kira kira yang di pikirkan tiga wanita itu.
Matahari semakin terik tepat diatas kepala. Sudah waktunya makan siang. Jesi dan Tania hanya berdua di toko. Sementara Putri sedang keluar untuk membeli makanan untuk makan siang.
__ADS_1
"Tan aku dengar kamu sudah menikah ya. Putri yang cerita."
"Ahh iya kak. Baru seminggu ini."
"Putri banyak bercerita tentang kamu. Sepertinya kalian berteman sangat dekat yah." Taniah menanggapi dengan senyum.
Apa apaan anak itu. Kenapa seenaknya bercerita pada orang yang tidak ku kenal.
"Kamu tidak perlu sungkan sama aku. Kamu bisa menganggapku teman sama seperti dengan Putri. Kau juga boleh menganggapku seperti kakakmu."
"Iya kak terimakasih."
"Oh ya kamu kenapa mau di jodohkan." Tania terkejut dengan petanyaan Jesi. Kenapa aku tiba tiba merasa kalau wanita ini sedikit julid yah gumam Tania.
"Ahh itu ..." Tania bingung mau menjawab apa. "Hmm aku memang ingin menikah muda kak. Dan aku juga tidak mau pacaran dulu." Semoga dia percaya dan berhenti bertanya yang tidak tidak.
"Tapikan yang jodohin bukan keluarga kamu sendiri." Jesi memang suka bicara sesukanya bertanya sesukanya juga. Ia tak peduli orang tidak nyaman atau tersinggung dengan pertanyaannya. "Tidak di jawab juga tidak apa apa. Santai aja." Jesi tersenyum sambil mengeejapkan matanya. Tania juga membalas tersenyum.
__ADS_1
Putri sejauh mana kamu ceritakan tentang hidupku. Perasaanku jadi tidak enak begini.
Bersambung