
Sebuah mobil terparkir di depan halaman ruko saat Tania dan Putri akan pulang. Jesi sudah pulang lebih dulu tadi. Tania dan Putri saling pandang. Siapa yang datang? Begitu sorot mata mereka saling bertanya. Tania mengangkat bahunya.
Seseorang keluar dari bagian kemudi. Dia sekertaris Lee. Laki laki yang selalu berdiri di belakang Noah. Tania langsung menghampiri sekertaris Lee. Putri yang mengenali laki laki itu langsung pamit. Dia tak mau terlibat urusan dengan orang itu.
"Ada apa? " Tania memperhatikan mobil yang di bawa sekertaris Lee. Apa ini mobilnya juga. aaa bahkan dia punya begitu banyak mobil berjejer di depan rumahnya.
"Saya di minta tuan muda untuk menjemput Nona." Lee sudah membukakan pintu mobil untuk Tania. Tania masih mematung.
"Kemana?" Tania malah merasa curiga. Bukankah Noah itu tidak menyukainya bahkan ia sering mengeluarkan kata kata celaan untukku.
"Saya di minta menjemput anda untuk makan malam nona." Sorot matanya sudah memerintahkan Tania untuk masuk ke dalam mobil.
Tidak bisa apa menatapku biasa saja. Tania melengos masam masuk mobil.
__ADS_1
***
Mobil terhenti di depan sebuah restoran mewah. Tania sudah bisa menduga semahal apa makanan yang ada di restoran ini. Petugas securty yang bertugas membukakan pintu mobil untuk Tania. Tania pun turun.
"Terima kasih pak."
"Eh ia nona." sekurity itu gelagapan menjawab karna belum pernah ada pelanggan resto yang bersifat seramah ini padanya.
Lee menyerahkan kunci mobil pada security untuk memarkirkan mobilnya. Tania berjalan mengikuti Lee masuk kedalam restoran menuju ruangan VVIP. Noah sudah menunggunya. Tania masuk sementara Lee menunggu di meja yang tak jauh dari tempat Noah dan Tania.
"Ahhh iya maaf tuan. Tadi banyak kerjaan di toko." Menyalahkan diri sendiri saja biar tidak panjang urusannya.
"Pesan makananmu." Noah memberikan menu pada pada Tania. Tania menunjuk satu menu makanan dan satu minuman.
__ADS_1
"Itu saja." Noah memastikan. Tania Mengangguk. "Kau tidak mau yang lain." Noah tidak percaya bagaimana Tania hanya memasan dua menu saja. Padahal selama ini wanita yang pernah dekat dengannya pasti akan memesan banyak makanan saat makan di restoran berkelas begini. Tapi hanya memesan tidak menghabiskan.
Ahhh kenapa aku merasa penasaran dengan gadis ini ya. Aku ingin mendengar sendiri dari mulutnya bagaimana ia hidup selama ini.
Makanan yang mereka pesan datang. Pelayan itu meninggalkan keduanya setelah makanan mereka terhidang semua.
Apa ini kenapa begitu banyak sendok begini. Aku belum pernah makan di restoran mewah begini. Tania bingung ketika melihat banyak sendok di samping piringnya.
Tapi dia tidak mau ambil pusing. Makan saja seperti biasa. Tania benar benar makan dengan tangan.
"Kau tidak lihat sendok di depanmu." Noah mendelik tajam. "Apa kau selalu makan tanpa sendok." Mereka berdua bahkan belum pernah makan bersama walau untuk sarapan di rumah. Tania mengangguk.
cihh. Noah mendengus kesal. Untung saja ini ruangan VVIP kalau tidak pasti sudah banyak yang menertawakanmu.
__ADS_1
***
Noah dan Tania berjalan keluar restoran Sementara Lee sudah lebih dulu keluar untuk menyiapkan mobil. Langkah keduanya terhenti. Saat ada suara laki laki yang memanggil Tania. Keduanya menoleh ke arah sumber suara. Laki laki yang sangat familiar untuk Tania berjalan mendekati mereka.