
Jet pribadi yang ditumpangi oleh Noah dan juga Tania melaju membelah angkasa. Tak lupa juga keikut sertaan Lee kemanapun majikannya pergi. Di sudut bibirnya Lee tersenyum. Menyaksikan dua orang yang duduk di depannya tertidur pulas. Tentu saja setelah drama penuh penuh cinta keduanya yang membuat telinga para jomblo kepanasan mendengarnya.
"Sayang kita mau kemana?" Tania tak lagi canggung bermanja dengan suaminya itu. Sambil menggesekkan kepalanya didada Noah. Membujuk laki laki itu untuk mengatakan kemana tujuan mereka. Sikap yang menggemaskan dari Tania membuat Noah luluh dan terpedaya.
"Thailan." Satu jawaban yang membuat Tania merasa surprise. Dia sampai menutup mulutnya karna begitu bahagia. Dulu dia pernah bermimpi untuk menginjakkan kakinya dinegri gajah putih itu. Dan akhirnya suaminya tercinta ini yang mewujudkan impiannya.
"Aaaaa sayang terimakasih." Tania kembali menyandarkan kepalanya kedada Noah. Matanya tampak berbinar bahagia. Namun sesaat kemudian gurat kekecewaan terlihat di wajahnya. Noah yang sekarang begitu suka menjahili Tania. Perubahan di wajah Tania yang secara tiba membuatnya semakin cantik dimata Noah.
"Ehh apa ini kenapa kau berterimakasih." Noah menuding kening Tania. Kepala Tania terangkat. Tatapannya penuh pertanyaan. "Aku ada pekerjaan. Kau tidak lupakan suamimu ini seorang pengusaha?" Noah tertawa dalam hati melihat perubahan Tania. Dia menarik kepala istrinya yang terangkat agar kembali bersandar padanya.
Kau ini bodoh atau bagaimana sih. Tentu saja aku mengajakmu jalan jalan sebagai bentuk permintaan maafku di masalalu padamu. Noah menghembuskan nafas pelan.
__ADS_1
Anda keterlaluan sekali tuan muda. Bagaimana anda tega menjahili nona saat bahagia seperti itu. Tapi wajah cemberutnya memang menambah level keimutannya. Lee mencuri pandang dikursi belakang. Sedikit lega melihat kebahagiaan kedua majikannya.
Walau dihatinya ia harus mengubur perasaannya secara diam diam.
"Tania sayang." Sambil membelai kepala Tania.
"Hemm."
"Tentu saja aku tidak akan pernah pergi darimu. Apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu. Hanya dirimu sayang." Tania mengaitkan jemarinya dengan jemari milik Noah.
Setelah kepergian orangtuaku aku kehilangan semua kasih sayang dan cinta. Sekarang setelah menikah denganmu, perlahan aku mendapatkan cinta itu kembali. Bagaimana aku akan pergi darimu. Tania.
__ADS_1
Satu kalimat yang diucapkan Tania sebelum akhirnya mereka memilih untuk tidur. "Percayalah sayang. Dengan cinta kita akan menang menghadapi segalanya." Disertai satu kecupan dipipi kiri Noah.
***
Lee memilih melemparkan pandanganya jauh keangkasa. Awan awan berwarna putih bersih itu terlihat seperti berlarian. Di kepalanya masih terbayang dengan jelas peristiwa yang terjadi selama tiga minggu belakangan ini. Kekalahan yang menghancurkan hidupnya Jessi. Cukup memprihatinkan tapi gadis itu juga yang keterlaluan.
Hari itu ada pesta sederhana diperusahaan yang direncanakan sendiri oleh Jessi. Saat gelak tawa pecah membahana seketika hening karna kedatangan Noah dan Lee.
"Masih berani ya kamu datang kesini." Masih penuh dengan kepercayaan yang teramat tinggi. Jessi menantang tatapan Noah. Begitu pula dengan tante Diani yang juga berada disana. Sementara Lee yang berdiri dua langkah di belakang Noah terlihat geram. Dia yang sangat ingin menyeret tubuh gadis itu.
"Jessi... Kalau berangan jangan terlampau tinggi nanti kalau jatuh rasanya pasti sakit." Seringai disudut bibir Noah. Kemudian tatapannya jatuh tepat pada pengacara yang berani menghinatinya hanya karna iming mendapat saham perusahaan. Pengecara itu tampak getir dan ketakutan. Kakinya terlihat gemetar seolah tak berdaya menopang tubuhnya.
__ADS_1
Jessi benar benar tidak bisa berkata kata lagi setelah kedatangan beberapa petugas polisi. Dia tak berkutik saat borgol melingkar di tangannya. Begitu pula dengan Tante Diani dan pengacara itu. Sementara yang lain diam ketakutan menyaksika polisi melaksanakan tugasnya.