Senggani

Senggani
BAB 16 OTW


__ADS_3

Pihak rumah yang sedang mencari di mana Yasmin berada, Eyang yang sangat marah jika ke mana-mana tidak izin kepadanya, Eyang sangat marah dan marah.


" Rio Mamamu dimana sudah satu hari satu malam tidak pulang apakah dia ada janji atau dia pergi dengan kekasih gelapnya," Ucap Eyang


" Aku tidak tau itu Eyang, aku saja juga tidak dikasih tau oleh Mama jika mau kemana," Jawab Rio


" Cukup Ma, dia pergi sudah bilang kesaya jadi Mama jangan sekali-kali memfitnah istriku, " Sahut Ayah Hadi mendengar celotehan Eyang


" Jika iya bilang kepada harus juga bilang kepada Eyang, tetapi kenapa dia tidak bilang kepadaku, " Ucap Eyang


" Mungkin Mama Buru-buru jadi tidak sempat meminta izin ke Eyang," Sahut Rio


Tak lama kemudian mobil Mama datang dan segera Mamasuki rumah.


" Tu Mama mu pulang," Jawab sinis Eyang


" " Permisi maaf ini ada apa ya," Ucap Mama Yasmin


" Kamu dari mana saja, kenapa kamu pergi tidak izin kepadaku, harusnya kamu izin dahulu, tidak pergi sesuka hatimu," Ucap Eyang


" Maaf Eyang Yasmin Buru-buru jadi tidak ada waktu untuk izin bertemu dengan Eyang, aku juga sudah izin kepada Mas Hadi soal ini, Aku pergi kerumah orang tua ku, karena dia ingin bertemu dan aku kangen dengannya, itu saja," Jawab Mama Yasmin


" Entahlah emang kamu dari dulu sulit untuk di bicarakan,bilangu itu istri kamu Hadi kepada orang tua," Ucap Eyang


" Ya sudah Yasmin mau ke kamar karena capek, mari Eyang," Jawab Mama Yasmin sambil menetes air mata


" Sayang,...," Teriak Ayah Hadi sambil memandang sinis Mama

__ADS_1


" Pastinya seperti itu kalau sudah sedih, biar cari muka aja," Ucap Eyang


" Ya sudah Eyang aku mau pergi ke toko," Sahut Rio


Akhirnya mereka meninggalkan Eyang sendiri disofa tamu, Ayah Hadi mencoba untuk mmbuat istri kembali kuat dan senyum, atas perlakuan Mamanya yang tidak suka terhadapnya.


" Sayang kamu sudah tau sifat Mama seperti apa, dan kamu sudah berjanji dan siap untuk melewati ini semua, aku percaya aku memilihmu karena aku sangat menyukaimu karena kebaikan dan sifat kamu, jadi lupakan semua ucapan Mama ku, dan kenapa kamu sekarang mulai seperti ini lagi kamu sudah bertahun-tahun melewati kenapa harus seperti ini lagi, aku mohon kamu kuatkan seperti dahulu, " Ucap sayang Ayah Hadi


" Ayah, aku akan kembali lagi tenang saja aku hanya menangis karena ada sesuatu saja, tenang saja Ayah," Jawab Mama Yasmin langsung merangkulnya


" Sudah berhenti menangis sekarang mandi dan aku akan bersiap-siap untuk berangkat besok ke acara di jurang senggani," Jawab Ayah Hadi sambil menghapus air matanya


" Ya sudah Mama bersih dulu, nanti Mama siapkan," Ucap Mama Yasmin


" Ya sudah sana," Jawab Ayah Hadi


Rio mengambil perlengkapan mandi, makan, dan tidur disana, Rio juga tidak lupa membelikan Ayahnya yang sama untuk kesana, bahkan dirinya tidak sadar membeli sebuah kalung yang sangat unik, ketika itu Rio sangat suka dan senang melihat kalung itu, yang dimana kalung tersebut sepasang dan hanya tinggal satu dan langsung di beli Rio.


Ketika di supermarket Rio tidak sengaja melihat Risana yang sedang bersama seorang cowok yang kaya bergandengan tangan serta mesra.


" Itu bukannya Risana, ternyata dia wanita matre dan selalu cari mangsa orang kaya, untung aku belum suka kepadanya kalau aku suka pasti sudah habis apa yang aku punya, syukur hatiku masih di lindungi dari sifatnya, Eyang belum tau sifat dan kelakukan Risana jadi dia ngotot mau nikahkan aku dengan dia, " Ucap lirih Rio


" Sudahlah selayaknya aku sudah tau jadi aman, tinggal aku jaga diri aja," Ucap lirih Rio dan sambil melanjutkan belanja


Mama Yasmin yang sudah selesai itu langsung, membuat minuman hangat terlebih dahulu agar dirinya lebih tenang dan hangat, serta dirinya teringat dengan cemilan sederhana yang berikan oleh Aira kepadanya dan dia ingin memasaknya untuk suami dan Rio sebelum berangkat ke Jurang senggani. Mama Yasmin sudah tau karena mendengar cerita Ibu Aira ketika memasaknya.


" Oi ya akun lupa tadi di mobil ada ketela dan Ubi pemberian Aira, aku harus memasaknya untuk malam ini sebelum dia berangkat ke jurang senggani aku kasih cemilan sederhana yang lezat," Ucap senang Mama Yasmin

__ADS_1


" Ya sudah aku mau menyiapkan pakaian dan perlengkapan Ayah dulu baru aku segera ke dapur untuk memasaknya sendiri, " Ucap Mama Yasmin


Rio yang sudah selesai, menuju kasir dan membayar barang beliannya laku ia pulang dan membawa begitu banyak barang yang bermanfaat di jurang senggani.


Mama Yasmin sebelum sudah menyiapkan dengan baik tinggal memasukkan ke dalam koper dan dan tinggal beres yang belum saja, dan tak lama itu mama Yasmin telah selesai dalam menyiapkan barang untuk suaminya.


" Ma, sudah selesai ya, kok cepat sekali, " Ucap Ayah Hadi


" Alhamdulillah sudah Yah, Mama sudah siapkan tinggal Ayah bawa saja, kalau gitu aku mau kedapur dahulu, Ayah istirahat di sini agar besok tidak kecapean, karena aku mau membuat cemilan spesial untuk kita semua," Jawab Mama Yasmin


" Ya sudah iya, nanti kita nikmati setelah makan malam," Ucap Ayah Hadi


" Iya Ayah, ya sudah Mama ke dapur dulu," Jawab Mama Yasmin


Rio setiba di rumah ia langsung menuju ke kamarnya dan langsung berpacking untuk keberangkatan ke jurang senggani.


Mama Yasmin dengan santainya dan senengnya mulai mengupas ketela dan ubinya, Simbok yang mau membantunya pun tidak boleh.


" Doro sini biar Simbok yang mengelupaskan, Doro tinggal mencuci dan memasaknya," Ucap Simbok Iyem


" Tidak Mbok sudah Simbok istirahat saja karena ini aku buatkan khusus buat suami dan Rio, jadi Simbok tidak usah khawatir ya, Terima kasih atas tawarannya," Jawab Mama Yasmin


" Ya sudah kalau begitu saya kesana dulu Doro," Ucap Simbok Iyem


" Iya Mbok silahkan," Jawab Mama Yasmin


Mama Yasmin melanjutkan dan siap untuk memasaknya sesuai dengan apa yang di katakan Ibu Aira, sambil menunggu Mama Yasmin juga menyiapkan minuman untuk minumnya.

__ADS_1


__ADS_2