
Cindramata yang telah diberikan oleh Rio kepada Aira pertanda cinta untuknya Aira yang tidak tau dan peka bahwa dirinya menyukainya, Aira hanya terdiam dan tersenyum biasa tanpa ada rasa apa yang sebenarnya.
Rio sangat senang bahwa Aira mau menerimanta terlebih dahulu walaupun belum tau bahwa dirinya menyukainya. Rio berharap suatu saat cindramata itu menjadi bukti awal dan cinta mereka dikenang dan diingat serta menjadi jalan untuk bersamanya.
Aira memandang dan menerawangnya, bahkan Aira baru tau ada cindramata yang sangat bagus dan unik seperti itu yang ia Terima pasa saat itu.
" Aku baru tau bagus banget ya, bahanya seperti seperti barang unik dan belum ada disini, bahkan ini sangat beda dari yang lainnya," Ucap Aira
" Kamu suka, " Jawab Rio
" Suka sekali Mas, Terima kasih atas pemberiannya, pasti ini aku akan simpan dan aku jaga istimewa," Ucap Aira
" Syukur jika kamun suka, emang itu suatu tanda cintaku kepadamu, dan kamu adalah wanita yang bisa membuatku jatuh cinta, dan cindramata itu jatuh kepadamu," Batin Rio
" Pasti ini harganya mahal, dan tidak mudah mendapatkannya, pasti harus orang kaya, serta ini harus diberikan kepada orang yang soecial, oh iya mas emang mas habis berapa dan kenapa diberikan ke saya, kenapa tidak mas berikan ke orang spesial Mas," Tanya Aira
" Sudah kamu tidak usah tau, kalau akun cerita kamu juga tidak percaya, tapi jika kamu bertanya begitu aku jawab aku beli di pasar tradisional saja kemarin tinggal satu itu dan menurut aku sangat beda dan unik aku langsung beli jadi tidak mahal sama sekali terjangkau, kedua orang spesial mas itu belum temu dan itu aku kasih ke kamu kamu sebagai special penolong ku dalam aku menyelesaikan dan lama di sini jadi aku berikan kepadamu," Jawab Rio
" Oh begitu ya... Padahal aku biasa ja, jasa aku aja sederhana mas," Ucap Aira
" Aira kamu itu orang yang aku masuk spesial dihati, aku belum bisa mengatakan cinta kepadamu, tapi aku berharap kamu akan tau lama kelamaan soal perasaan aku dan aku harap kamu juga ada rasa untukku," Batin Rio
" Oh iya mas ngomong-ngomong acara perusahaan mas terakhir kapan di jurang senggani," Tanya Aira
" Mungkin satu atau dua hari lagi, besok kita outbound untuk hari terakhir bersenang-senang saja, setelah itu penutupan," Jawab Rio
" Oh besok outbound seru banget tu, iya mas harus dibuat senang untuk outbound karena kenangan terbaik, sebelum pulang ke kota," Ucap Aira
__ADS_1
" Iya pastinya aku akan menyukainya, kamu bisa ikut outbound besok, karena pengelola jurang senggani juga ada yang ikut," Jawab Rio
" Oh iya kah mas kalau aku ada waktu pasti ikut, lihat saja besok," Ucap Aira
" Ya aku tunggu ya kita senang bersama," Jawab Rio
Ketua pelaksana menyiapkan segala perlengkapan butuh outbound esok harinya bahkan dirinya meminta kepada pihak pengelola agar segera di pasang dan siapkan dengan sebaik mungkin, karena saat itu akan membuat hari melepas penat acara yang panjang, dengan outbound menjadi kunci dan alat untuk bahagia melupakan keluh dan masalah serta beban yang ditanggung.
Semua pegawai bahkan bos besar sangat antusian menunggu hari terakhir untuk bersenang-senang menikmati suasana dan keindahan jurang senggani.
Para pengelola berbondong-bondong untuk segera memasang dan menata perkataan untuk esok harinya. Tak butuh waktu lama mereka memasang dan mwngechek dengan serius bahkan pengaman yang sangat aman dipersiapkan dengan baik.
" Permisi Tuan, saya ingin memberitahukan bahwa persiapan untuk outbound besok sudah di persiapkan mungkin ini sudah hampir proses selesai, " Laporan Ketua pelaksana
" Bagus, kamu atur dengan baik karena hari itu hari untuk melepaskan segala hal yang membuat diri kita beban dan masalah bisa terlupakan dan menikmati semuanya, sebelum kita ke kota dan siap untuk melakukan program selanjutnya dengan baik," Jawab Ayah Hadi
" Baik Tuan kalau begitu, saya kesana untuk melihatnya lagi, dan saya permisi Tuan," Ucap Ketua pelaksana
Rio akhirnya berpamitan untuk kembali ke tenda waktu mulai sore dan untuk bersiap packing dan untuk istirahat acara outbound besok.
Ayah Hadi yang mencari Rio untuk meminta laporan yang ia minta kepadanya, entah mengapa Ayah belum bertemu dengan sang Puteranya.
" Manuel kamu tau Tuan Muda dimana, apakah dokumen sudah selesai," Tanya Ayah Hadi
" Maaf Tuan, Saya belum tau soal itu, tapi tadi Tuan Muda juga tidak bilang sama sekali jika mau pergi kemana, sebentar lagi mungkin tuan akan kesini, nanti saya sampai kepada tuan muda, Tuan," Jawab Manuel
" Ya sudah kalau begitu, nanti sampaikan kepada Tuan Muda, " Ucap Ayah Hadi
__ADS_1
" Siap Tuan, nanti saya akan sampaikan kepada tuan muda," Jawab Manuel
" Aira kalau begitu aku mau pamit ke jurung senggani, karena mau siap-siap packing dan istirahat untuk acara besok, biar fresh dan masih ada dokumen yang harus aku kasihkan ke atasan," Ucap Rio
" Iya mas silahkan Terima kasih atas cindramata, dan Terima sudah memberikan kelonggaran untuk menyelesaikan masalah dan perjanjian kita, sampai jumpa besok jika tidak ada waktu yang menghalangi pasti akan datang ikut," Jawab Aira
" Iya aku juga Terima kasih atas waktunya, kesempatan dan makanan dan sungguhan nya, kalau begitu aku pamit, salam buat kelurga Aira," Ucap Rio
" Iya mas nanti aku salamkan, Hati-hati," Jawab Aira
" Mari, assalamu'alaikum," Ucap Rio
" Waalaikumsalam, " Jawab Aira
Rio berdiri dan mulai berjalan menuruni tangga demi tangga. Dan Aira segera membawa semuanya kedalam rumah dan membersihkannya.
Rio yang berjalan menuju ke jurang senggani sudah hampir tidak nampak dari pandangan Aira ketika menuju ke rumahnya.
" Sudah kembali dianya sayang, wau seperti ada yang bahagia dan ada yang dapat sesuatu nie kesayangan Ibu," Tanya Ibu
" Sudah Ibu barusan, hem iya ini katanya buat kenang-kenangan, dan aku juga tidak tau bahwa dia mau memberikan cindramata sebagus ini ibu," Jawab Aira
" Baguslah itu sangat beda dari yang lain, mungkin dia mulai suka kamu sayang, tapi tetap Ibu pilih Afra karena aku belum tau Sifatnya lama, kalau Afra sudah lama cinta kamu tapi kamu tidak menggubris," Ucap Ibu
" Ihh Ibu bilang apa sih, masak dia suka aku hanya orang desa, untuk mas Afra udah aku anggap sebagai kakak aku sendiri Ibu jadi ya gak ada rasa suka terhadapnya," Jawab Aira
" Entahlah pokok begitu perasaan Ibu, ya sudah Siap-siap kita ke jurang senggani untuk siapkan makan malam, sana sayang mandi dan bersih dulu," Ucap Ibu
__ADS_1
" Ya sudah sebentar Aira mau bersih-bersih dulu," Jawab Aira
Aira bersiap bersih diri untuk menyiapkan makanan malam lagi di jurang senggani.