Senggani

Senggani
BAB 51 TAK TAU MALU


__ADS_3

Isabella keluar dari ruangannya, bahkan diri biasa saja soal perilaku Rio terhadapnya, seperti orang yang hanya menfaatkan tujuannya saja. Isabella langsung meninggalkan kantor Rio dan segera untuk menemui Eyang Sukma yang telah lama tidak berjumpa, Eyang Sukma yang sangat sayang dan menyukai Isabella membuat dirinya binggung di antara Isabella dengan yang lainnya.


Eyang Sukma tetap mendukung hubungan Isabella dengan Rio.


Rencana Isabella sangatlah banyak terpikirkan dari otaknya bahkan dirinya sangat mengejar dan ingin mendapatkan semua kekayaan dari keluarga Rio.


Kembalinya Isabella ke dekapan Rio hanya ingin mendapatkan dan melancarkan segala rencana yang sudah di rancangan dari jauh hari.


Eyang Sukma juga mendekatkan diri kepada keluarga Isabella karena dirinya merasa pantas bersanding dengan orang yang kaya. Eyang Sukma memberikan restu disaat Rio dan Isabella menjalin hubungan ketika masih di masa SMA.


Eyang tidak menghiraukan perasan Rio saat dirinya di tinggal oleh Isabella dengan sengaja, Eyang mengnagga bahwa kepergian Isabella saat itu mengejar karirnya.


Pikiran Eyang tidak tau bahwa Isabella pergi ke Amerika untuk melanjutkan studinya karena sikap matreknya dengan kekasih barunya di sana, serta setelah bosan dirinya mencari lagi bahkan menghabiskan harta orang yang masuk kedalam sikao matreknya.


Isabella cantik nak parasnya tetapi Sikapnya sangat tidak sebanding dan sama dengan parasnya.


Eyang Sukma hanya memdang dari parasnya, kekayaannya serta sikap sandiwara yang dimainkan oleh Isabella dengan baik. Walaupun Mama Yasmin sudah mengetahui segala bentuk orang yang mendekati sang Puteranya.


Saat yang tepat Mama Yasmin mendapatkan sosok calon yang baik dan sebagai pasangan yang baik untuk keluarga putera kelak yang di temui di pasar tradisional.


" Sebel banget, diusir sama pacar sendiri, gara-gara cewek kampung itu aku sial seperti ini, awas kamu, kamu berurusan dengan siapa," Ucap Isabella


" Aku harus berhati-hati, dan aku tidak boleh lengah dengan wanita kampung itu, dia pasti sudah mencuri hati Rio, aku harus bisa membuat perasaan itu hilang darinya, " Ucap Isabella


" Ya sudah aku mau ke rumah keluarga Rio, pasti Eyang Sukma sudah kangen denganku, apa lagi bahwa aku datang kesana pasti dirinya sangat senang kedatangan diriku," Ucap Isabella


Isabella berjalan meninggalkan ruangja Rio sambil melihat pintu ruangan dan membuangkan wajahnya dengan sinis.


Aira berjalan ke ruangan sambil mengomel dan sangat ketakutan tangannya berpegang saling erat menjadi satu dengan kejadian tadi di dalam ruangan Rio.


" Aduh bagaimana ini, ternyata wanita itu pacara mas Rio, aku takut jika dirinya mengadu kepadanya, jika dilakukan kepada mas Rio berabe lah, aku butuh kerja disini, aku harus meminta maaf jika ketemu dengan mbak tadi," Ucap Aira


" Apakah maafku di Terima ya, seperti pacar mas Rio sangatlah angkuh dan sombong, ah yang penting akun kerja dan nanti jika ada apa-apa aku akan bertanggung jawab, jangan di ulang lagi Aira," Ucap Aira


Isabella sampai di rumah mewah, Isabella memasuki rumah Rio kedua kalinya dengan perasaan kagum karena rumah Rio semakin hari semakin bagus karena dilakukan perbaikan dan penataan baru barang-barang dirumah mewahnya, membuat Isabella merasa menjadi seorang nyonya besar di rumah itu.

__ADS_1


Isabella duduk dishofa dengan mengoyangkan tubuhnya bahkan dirinya menjatuhkan di shofa tersebut sambil memegang barang-barang mewah di rumah itu, Mama Yasmin yang tidak sengaja melihat dari kejauhan membuat dirinya mengelus dada atas sikap dan perilaku Isabella yang merasa kampungan.


" Wau, rumah Mas Rio semakin bagus saja, aku baru masuk sudah seperti ini, beda dengan jaman dahulu, hiasannya baru semua, shofa nya sangat empuk dan sangat elegan, bahkan penataan sebagus ini pastinya biaya untuk rumah ini tidak sedikit, aku tidak akan sia-sia kan kesempatanku lagi untuk mendapatkan Mas Rio kembali, " Ucap Isabella


" Ih empuk sekali, terasa lembut di pantat, di pegang lembut dan wangi, " Ucap Isabella sambil membuang tasnya di shofa


" Wau barang-barangnya indah sekali, gucinya besar sekali, bunganya bagus sekali, wau seperti berlian yang mengkilap jernih di hatiku," Ucap Isabella


Mama Yasmin berjalan untuk menuju kebawah melihat Isabella di ruang tamu dengan sikap begitu dirinya berhenti sejenak.


" Isabella... Rupanya dia datang lagi, kemana saja dia, aduh... Wanita itu datang lagi pasti ada maunya, setelah lama dirinya menghilang tanpa kabar bahkan keluarga tak pernah cerita tentang dirinya selain study lanjut ke Amerika," Ucap Mama Yasmin


" Sikapnya seperti orang yang tidak melihat barang mewah saja, kantor sekali padahal dirinya orang kaya, tapi sikapnya seperti gila harta, Isabella... Isabella, " Ucap Mama Yasmin sambil mengelengkan kepalanya


Tak lama Eyang pun tak sadar datang, Isabella pun sadar dengan suara kaki berjalan Isabella langsung bergaya seperti tamu.


Isabella menyapa Eyang, sontak Eyang Sukma menjawab dengan senang serta bahagia kedatangan Isabella yang dari Amerika.


" Seperti ada orang yang berjalan kesini, akun harus kembali ke sikap baik," Ucap Isabella


" Isabella... Ya Ampun kamu dari mana saja, Eyang sangat rindu kepadamu, apa benar sayang baru pulang dari Amerika," Jawab Eyang


" Iya benar Eyang Isabella baru pulang dari Amerika, jadi baru bisa kesini dan bisa bertemu dengan Eyang," Ucap Isabella


" Bagaimana lancar studynya," Tanya Eyang


" Lancar Eyang, bahkan sekarang Isabella juga diberikan amanat untuk kerja di perusahaan ayah Isabella, " Jawab Isabella


" Syukurlah kalau begitu," Ucap Eyang


" Iya Eyang, Eyang baik-baik saja ya, lama tidak bertemu," Jawab Isabella


" Eyang baik saja, " Jawab Eyang


" Ohiya ayo ikut Eyang kita santai di ruang kesayangan Eyang," Ucap Eyang

__ADS_1


" Iya Eyang mari," Jawab Isabella


Mereka menuju ke ruang santai kesayangan Eyang. Dan berbincang-bincang dengan lama, mereka sudah cocok sama lain dengan sikap yang sama.


Mama Yasmin pun melanjutkan aktivitas seketika pulang dari acara dengan teman-temannya.


Mama Yasmin membuat cemilan untuk dirinya sendiri.


" Mbok Iyem," Ucap Mama Yasmin


" Iya ndoro, tolong buatkan minuman dan cemilan itu di ruang kesayangan Eyang ada Isabella, nanti Eyang bisa marah jika kamu tidak segera kesana, " Ucap Mama Yasmin


" Baik ndoro segera saya buatkan, Terima kasih doro atas informasinya," Jawab Simbok Iyem


" Sama-sama, ya sudah sana mbok di buatkan, " Ucap Mama Yasmin


" Baik ndoro, permisi," Jawab Simbok Iyem


Simbok Iyem berangkat membuatkan minuman dan cemilan untuk nona Isabella, simbok yang sat itu juga binggung kedatangan Isabella lagi di kehidupannya kesukaan yang amat susah dan serba orang modern.


" Nona Isabella lagi datang, pasti kesukaannya aneh-aneh bahkan cemilannya pasti susah, " Ucap Simbok Iyem


" Yem... Yem... Kesini," Teriakan Eyang


" Itu suara Eyang, aku tinggal dulu biar matang, untuk doro Puteri memberi tau aku bisa tinggal nunggu matang, kalau enggak pasti sudah dapat omelan," Ucap Simbah Iyem


" Iya Eyang, sebentar," Jawab Simbok Iyem


Tak lama Simbok Iyem menuju ke tempat Eyang sedang memanggilnha, sambil tak lama simbok kembali mengambil untuk mengantarkan ke tempat mereka.


" Iya Eyang bisa simbok bantu, " Ucap Simbok Iyem


" Biasa ini ada Isabella sekarang siapakan seperti biasanya," Ucap Eyang


" Baik Eyang, permisi," Jawab Simbok Iyem

__ADS_1


" Alhamdulillah sudah matang, aku harus segera bawa kesana minuman sudah siap," Ucap Simbok Iyem


__ADS_2