
Rio menikmati makan siang di tempat duduk melihat Aira tidak ada membuat dirinya marah karena dia merasa Aira menjauhinya, bahkan dirinya sangat ingin kembali ke rumah Aira untuk menyanyakan soal yang telah di janjikan.
" Tuan sangat cemas sekali apa yang bisa Manuel bantu untuk itu," Ucap Manuel
" Tidak usah aku hanya kesal sekali, kenapa wanita itu tidak datang kesini, mungkin apa dirinya ingin menjauhi masalah ini, aku sangat marah kalau melihat orang yang tidak mau bertanggung jawab dalam berbuat," Jawab Rio
" Mungkin wanita itu sedang mencari sesuatu atau mencari bantuan untuk memenuhi Syarat atau perjanjian dari Tuan, jadi dirinya tidak ikut kesini," Ucap Manuel
" Tahlah aku juga tidak tau, tapi aku harus mencoba untuk selalu mengejarnya, kamu jangan lupa untuk terus mengawasi dirinya," Jawab Rio
" Baik Tuan, " Ucap Manuel
Aira yang dirumah sangat senang dan Aira melihat celengan yang sudah ia tabung selama itu, ia rela untuk membuka dan memecahkannya demi untuk membayar denda kepada Rio yang sebenarnya itu salah dari Rio, yang menyalahakan kepada Aira.
Aira seolah memandang celengan diatas lemari, dan dirinya bergegas untuk mengambil dan memecahkannya.
" Daripada aku nyusahkan Abah dan Ibu mungkin aku bisa Memecahkan Celengan yang selama aku kumpulkan untuk masa depanku, aku tidak mau menyusahkan keluargaku," Ucap Aira sambil mengambil
Aira mengambil celengan dan membawanya. Tak lama Aira langsung memecahkan celengannya.
" Aku harus merelakan, " Ucap Aira
Plok.... Menjadi dua dan uang berceceran
Aira mengambil dan menghitung satu persatu uang yang ada di dalam celengannya.
" Alhamdulillah lumayan juga uang yang aku kumpulkan, tapi tidak apa ini juga sangat berguna bagiku saat ini, alhamdulillah, tinggal sendikit lagi aku bisa mencarinya," Ucap Aira
Aira sangat bahagiakan hasil tabungannya membantu untuk menyelesaikan masalahnya, agar dirinya bebas dari lelaki itu.
"Afra ini sudah pada selesai nanti kamu ikut antar wadah ini kerumah ya, Ibu sudah ada makan malam dan cemilan malam nanti sekalian aku kasih ke kamu," Ucap Ibu
__ADS_1
" Baik Ibu nanti Afra bantu bawakan, " Jawab Afra
" Boleh juga tuh biar aku juga gak terlalu keberatan, dibantu Afra," Sahut Arief
Arief ini selalu ada cara agar diri tidak ketinggalan apa yang dilakukan Afra untuk Aira.
" Iya biar di bantu nanti, oh iya nanti makan malamnya agak malam kan, kalau iya Ibu kesini yang mendekati saja karena setelah ini Ibu mau menyimpan terlebih dahulu," Ucap Ibu
" Iya Bu, nanti kan seperti biasa dari pihak sini kerumah Ibu tanda waktu makan akan tiba gitu saja, " Sahut Arief
" Iya Sudah, kalau begitu, " Jawab Ibu
Ibu telah berjalan pulang dan disusul dengan Afra dan Arief membawa wadah yang kosong ke rumahnya, tanpa lama mereka langsung kembali lagi ke jurang senggani karena kerjanya masih banyak.
Rio yang saat itu masih mengikuti acara perusahaan, sambil memikirkan bahwa dirinya akan datang menghampiri wanita itu di rumahnya.
" Tuan mungkin saya bisa membantu Tuan, agar Tuan sedikit fokus untuk acara ini, saya melihat Tuan sedang memikirkan sesuatu, " Ucap Manuel
" Kalau begitu ya sudah Tuan," Ucap Manuel
Ayah Hadi dan para pemimpin telah menyampaikan segala program yang harus di lakukan di suatu proyek satunya, bahkan pembahasan semakin banyak, dan Rio tetap tidak bisa melupakan ingin memarahi wanita itu akhirnya, Rio dengan mencuri waktu dia keluar dari acaranya tanpa ada yang tau.
" Sayang Ibu sudah pulang, bagaimana denganmu sudah baik-baik sajakan," Teriak Ibu
" Itu suara ibu, aku harus segera kesana, iya Ibu alhamdulillah sudah bagaimana Ibu tadi tidak repotkan," Jawab Aira sambil berjalan menemuinya
" Alhamdulillah baik sayang, tadi aku di bantu oleh Afra dan Arief jadi tidak kualahan, tenang saja," Ucap Ibu
" Alhamdulillah kalau begitu, oh iya sekarang ibu hari ini menyiapkan makan malam kan, sekarang Ibu istirahat sebentar biar Aira karena Aira susah istirahat nanti kalau Ibu selesai istirahat bisa kesini," Jawab Aira
" Tidak Ibu mau menyiapkan dan bantu kamu sayang," Ucap Ibu
__ADS_1
" Sudah percaya sama Aira, sekarang Ibu ke kamar istirahat dulu pasti capek karena waktu masih panjang, nanti Aira kerjakan yang bisa di jangkau untuk yang besar nanti bersama Ibu," Jawab Aira
" Terima kasih sayang, ya sudah Ibu ke kamar dahulu ya," Ucap Ibu
" Iya Ibu sekamat istirahat," Jawab Aira
Aira memulai untuk mencuci cemilan untuk nanti bahkan dibersihkan agar nampak enak dan bersih, memotong sayuran untuk menu malam bahkan menakar beras untuk di tanak nantinya.
Rio akhirnya berjalan untuk menuju ke rumah Aira ketika berangkat ke sana rencana Rio mencari jalan yang di mana tidak ada yang tau tentangnya, melewati sedikit jalan semak yang lama tidak di pakai karena banyak batu kecil yang menganggu jalan kaki.
" Aku harus mencari jalan pintas dan jalan yang tidak ada yang tau aku jika aku mau ke rumah wanita itu, mungkin aku bisa lewat jalan itu, jalan itu juga jalan untuk ke arah sabar seperti," Ucap Rio
Akhirnya Rio memilih jalan itu, dirinya tidak tau bahwa jalan tersebut sudah di ganti dialihkan jalan yang baru, juga dirinya belum tau bahwa di samping terdapat sebuah lubangan pembuangan air yang ketutup semak yang tidak terlihat mata.
Tak lama kemudahan Rio berjalan dan tak tau bahwa ada jalan yang berlumpur yang membuat licin Rio akhirnya jatuh di lubangan tersebut
Aw.... Aw... Blok.....
Suara keras terjatuh.
Acara perusahaan mulai selesai dan waktunya untuk beristirahat, semua kembali ke tenda Masing-masing, dan Ayah Hadi mengira bahwa Rio sudah kembali ke tenda lebih dahulu dan membiarkannya.
" Manuel tolong ambil bapak dokumen di gedung dinas pariwisata di atas karena tadi ada yang mengirim dokumen dan aku suruh kirim ke alamat sini, sekarang kamu ambil biar segera saya lihat," Tanya Ayah Hadi
" Baik Tuan saya ambilkan," Jawab Manuel
Aira dengan sibuknya menyiapkan sesuatu untuk nanti, bahkan dirinya mengupas rempah-rempah untuk bumbu nanti.
Rio terbangun dari pingsan, dan kaget bahwa dirinya sudah berada didalamnya dan Rio berusaha naik dan meminta bantuan, karena diri orang kota yang tidak tau bagaimana caranya untuk naik makan akhir dirinya lemah dan hanya duduk untuk menunggu bantuan orang lain.
" Aku dimana ini, tolong... Tolong, siapapun yang ada disitu bantuan keluar dari sini karena aku sudah lemas, aku juga tidak tau bagaimana caranya," Ucap Rio minta tolong
__ADS_1
Tidak ada respon dan orang yang melewati jalan itu, sejenak Rio untuk berdiam untuk mengembalikan tenaganya agar dirinya mampu keluar.