
Setelah Aira bersih -bersih diri dirinya menyiapkan uang untuk dana berobat sang Abahnya, Aira didalam kamar mandi sambil meneteskan air mata karena perjuangan dirinya tidak sia-sia, serta Aira tidak sabar melihat sang Abah tercinta kembali kesedia kala.
Airmatanya terus meneteskan air matanya, mengingat cobaan yang dj hadapi Aira dan keluarga saat ini. Air mata terus menetes membasahi pipinya.
" Sayang, mandinya sudah, " Ucap Bilang dari balik pintu kamar mandi
" Iya bentar lagi biyung, " Jawab Aira sambil mengusap air matanya
" Kalau sudah selesai, segera istirahat, karena waktu sudah malam," Ucap Biyung
" Baik Biyung," Jawab Aira
Aira segera memberikan dirinya dan mengusup air matanya, Aira meyegerakan untuk menyelesaikan bersih dirinya.
Suara air yang mengalir di got terdengar, sambil romba-romba handuk kain mengeringkan tubuhnya. Sambil keluar dari kamar mandi menuju ke kamarnya.
Tak alama kemudian, handphone terdapat 10 lebih tak terjawab dari bos muda di tempat kerjanya, yang membuat dirinya binggung dan segera menghubungi balik.
Aira memasuki kamarnya, dan sontak sengaja melihat handphone yang terdapat notifikasi panggilam tak terjawab yang nampak jelas saat itu.
" Siapa yang memanggilku, 10 lebih panggilan tak terjawab, waduh mas, bagaimana ini, apakah aku hubungi balik atau bagaimana ya? ", ucap Aira sambil khawatir
" Ya Ampun ternyata panggilan dari Mas Rio, ya susah aku telpon balik aja, minta maaf kepadanya," Ucap Aira sambil menunggu telpon di angkat
Suara dering di handphonenya, serta Aira yang berjalan kesana-kemari sambil mengigit tanganya di mulutnya. Sambil muka menunggu jawaban darinya
Rio yang sedang khawatir di kamarnya.
" Mengapa Aira aku hubungan sama sekali tidak ada jawaban darinya, apakah yang terjadi kepadanya," Batin Rio sambil memandang dirinya di cermin kamarnya.
Tak sengaja Rio bergerak sedikit melihat handphone bercahaya, Rio secepat itu untuk melihatnya.
__ADS_1
" Aira... Menghubungi ku balik, syukurlah, " Ucap Rio dengan seneng
" Hallo...," Jawab Rio
" Assalamu'alaikum, Hallo Mas Rio, maaf jika Aira menganggu waktu malam Mas, Aira mengubungi Mas balik mungkin ada perlu apa Mas, " Ucap Aira
" Oh tidak ada, tadi aku hubungin balik hanya saja mau bilang soal kerja saja," Jawab Rio
Sebenarnya Rio tidak menyanyikan itu hanya saja Rio sangat rindi kepada Aira, yang perasaannya tidak bisa di bendung dan ditahan.
" Untuk itu belum tau Mas, saya izin dari kantor selama tiga hari, dan besok aku sama Abah aku baru pergi ke rumah sakit terdekat untuk merawat dan mengobati Abah saya, setelah waktu tiga hari sudah, aku segera kembali ke kantor untuk bekerja lagi," Ucap Aira
" Sudah kalau begitu, selesaikan semua urusanmu di desa, dan jika mau ke kota jangan lupa hubungi saya, " Jawab Rio
" Siap Mas," Ucap Aira
" Ya sudah waktu sudah malam., segera istirahat waktu sudah malam, selamat malam," Jawab Rio
Aira mengakhiri telponnya dan segera menuju ke ranjang tidurnya untuk menikmati malam, karena besok dirinya bangun pagi untuk membawa sang Abah ke rumah sakit terdekat dari rumah untuk berobat.
Malam yang panjang menemani Aira dalam tidurnya, mimpi indah serta memberikan kenyamanan untuk membuat tubuh semakin fit dan bertenaga lagi, sehingga pagi pun tiba, Aira segera bersih dan dan siap untuk mengantar sang Abah.
" Sayang sarapan sudah matang, segera sarapan, ibu akan segera memberikan sarapan kepada Abah dan segera berangkat biar tidak kesiangan," Ucap Ibu
" Iya, Ibu ini sudah hampir selesai dan menuju kesitu," Jawab Aira
Aira segera kelaur dan bersiap untuk sarapan pagi, menikmati sarapan pagi dengan nikmat, abah yang sudah siap hanya menunggu berangkat ke rumah sakit, tak lama kemudian Renaldi datang dengan membawa mobil yang bagus untuk mengantarkan Abah Aira, Renaldi rela meminjam mobil kepada tetangga demi wanita yang ia sayangi.
Renaldi pun tiba dan mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum," Ucap Renaldi
__ADS_1
" Waalaikumsalam, eh Mas Renaldi masuk Mas, " Jawab Aira
" Terima kasih Aira, Oh iya sudah siap, " Tanya Renaldi
" Oh sudah Mas, bentar saya akan panggil ibu dan mari kita bawa Abah ke mobil lalu berangkat," Jawab Aira
Aira menjemput sang Abah dengan menaikan kursi roda dan mendorongnya dengan kekuatan. Tak kurang dan tidak sanggup melihat Aira, Renaldi langsung meminta ganti untuk diri yang akan mendorongnya.
" Renaldi udah datang, " Sahut Ibu
" Sudah, Ibu barusan, mari kita berangkat," Jawab Renaldi
" Sini biar aku saja yang mendorongnya, udah sini kamu langsung ke mobil bawa barang yang dibutuhkan," Ucap Renaldi
" Tidak apa Mas, aku saja, kalau begitu ya sudah, aku duluan,makasih ya Mas, " Jawab Aira
" Iya...," Ucap Renaldi
Akhirnya mereka menaiki mobil dan segera berangkat kerumah sakit terdekat, sesampai di rumah sakit, Abah Aira langsung dibawa ke ruang dan dilakukan pemeriksaan serta chek sebelum ke ruang terbaik.
Dengan waktu yang lama Aira, ibu dan Renaldi menunggu, akhirnya Aira keluar untuk membeli sebuah barang yang tertinggal, sambil menunggu dokter yang menangani Aira tiba. Tiba-tiba Aira menabrak seorang yang sedang buru-buru di pintu masuk rumah sakit. Orang itu berpenampilan rapi dan dirinya membantu barang yang terjatuh.
" Maaf, saya kurang hati-hati karena saya buru-buru," Ucap Dokter
" Tidak apa-apa Mas, saya juga tidak berhati-hati juga, buru-buru mau beli sesuatu, oh iya ini tas Mas, sekali lagi minta maaf ya mas," Jawab Aira
" Iya tidak apa, aku juga minta maaf," Ucap Dokter saling memandang, ada perasaan dihati sang dokter
Aira secepat itu meninggalkan dokter dan dokter sekejap berhenti sejenak melihat kecantikan dan keluguan Aira.
" Sungguh beda wanita itu, siapa namanya, ah sudah aku buru-buru ada pasien yang aku harus tangani," Batin Dokter sambil jalan
__ADS_1
Pemeriksaan telah selesai, Abah Aira dibawa ke dalam ruang khusus dan sangat Dokter tiba dengan cepat datang dan menangani Abah Aira, Dokter menangani dengan baik sehingga apa yang telah terjadi terhadap Abah Aira masih memiliki harapan untuk sembuh.