Senggani

Senggani
BAB 25 BANTUAN AIRA


__ADS_3

Rio berusaha untuk meminta bantuan teriakan agar ada orang yang tau bahwa dirinya berasa di dalam lubangan, Rio sudah berusaha akhirnya dirinya beristirahat untuk sejenak agar tenaganya kembali pulih dan kuat lagi.


Rio merasa capek dan sempat suaranya sedikit menjadi serak, untuk mengembalikan maka Rio menjaga tenaga untuk kembali meminta tolong.


Lubangan tidak begitu dalam hanya saja Rio tidak tau bagaimana cara untuk keluar dan medan tanah yang licin jika berusaha keatas takut terjatuh bahkan yang paling bikin takut yang tanah yang mudah longsor.


" Aku tidak tau bagaimana cara untuk keluar, rumput yang menjalar aku pegang selalu putus bahkan tidak membawa aku keatas tanah merasa mau jatuh longsor, aku harus bagaimana, " Ucap Rio


" Medan tanahnya licin, serta tidak layak untuk dipakai jalan, kenapa aku harus lewat sini, tapi aku harus semangat aku bisa," Ucap Rio


Manuel yang sudah kembali membawakan dokumen yang di minta oleh Ayah Hadi akhirnya keingat dengan Rio, bahkan Ayah Hadi juga mencarinya.


Ayah Hadi mengira bahwa Rio istirahat di tendanya tetapi tidak ada sama sekali Rio di tendanya.


" Alhamdulillah aku sudah mengambil dokumen Tuan besar, kau segera memberikan kepadanya, pasti sudah ditunggu olehnya, aku akan segera menuju kesana," Ucap Manuel


" Permisi Tuan, dokumen yang Tuan suruh sudah saya ambilkan ini dokumennya, silahkan Tuan terima," Ucap Manuel kepadanya sambil menyodorkan dokumennya


" Cepat sekali kamu, kalau begitu Terima kasih," Jawab Ayah Hadi


" Iya Tuan," Ucap Manuel


" Sebentar saya akan panggil Rio untuk tanya soal ini kamu tunggu di sini," Ucap Ayah Hadi


" Baik Tuan, silahkan," Jawab Manuel


Ayah Hadi menuju ke tenda milik Rio, sesampai disana Ayah Hadi kaget tidak ada siapa-siapapun.


" Rio...Rio..., " Ucap Ayah Hadi sambil membuka pintu tenda


" Kemana anak itu disini tidak ada orangnya, mungkin aku bisa tanya ke Manuel mungkin dirinya tau Rio kemana," Ucap Ayah Hadi


" Manuel kamu tau kemana Rio pergi, di tendanya tidak ada orangnya," Tanya Ayah Hadi


" Maaf Tuan, saya juga tidak tau tadi Manuel lihat seperti dirinya menuju ke tenda jika tidak ada berarti Manuel tidak tau," Jawab Manuel


" Dimana Tuan Muda tumben dirinya tidak ada, dan tidak memberikan tau kesana, mungkin apa ke rumah wanita itu," Batin Manuel

__ADS_1


" Apa Rio tidak bilang ke kamu jika mau kemana-mana dan harusnya jika di kemana-mana kamu selalu ada di dekatnya, " Ucap Ayah Hadi


" Tidak ada katakan dari Tuan Muda Tuan, juga saat itu Tuan Muda tidak mau di jaga dan di kawal jadi saya membiarkan," Jawab Manuel


" Ya sudah aku mengurus dokumen ini, tugas kamu cari Tuan muda," Ucap Ayah Hadi


" Baik Tuan," Jawab Manuel


Akhirnya Manuel mencari Rio, dan Ayah Hadi mengurus dokumen dan mengatur acara itu. Sore pun telah tiba, dan masakan yang di masak oleh Aira serta ibunya siap untuk diantar dan disajikan, Ayah Hadi sangat cemas terhadap anaknya bahkan dirinya juga harus mengatur acara. Manuel dan anak buahnya terus mencari keberadaan Rio. Sampai-sampai malam hari belum di temukan. Akhirnya mereka sejenak untuk makan malam dan istirahat serta menunggu pencarian Rio.


Malam itu Aira tidak ikut ke jurang senggani dia ingin menghabiskan waktunya untuk sendiri, Aira saat itu ingin menghabiskan malam di atas rumah bambu.


" Malam ini sungguh malam yang begitu indah, pemandangan bahkan suasananya membuat hati sejuk dingin," Ucap Aira


" Cahaya lampu, gunung bahkan pepohonan terlihat sangat membentukan keindahan di malam hari," Ucap Aira


" Bagaimana sudah ada kabar soal Rio," Tanya Ayah Hadi


" Belum Tuan, lagi proses pencarian," Jawab Manuel


" Baik Tuan saya akan cari dan berkerja sebaik mungkin untuk mencari Tuan muda," Jawab Manuel


" Ya sudab sana, saya tunggu informasi selanjutnya, " Ucap Ayah Hadi


" Iya Tuan, " Jawab Manuel


" Kamu dimana Rio, aku tidak usah memberi tau kepada Yasmin nanti malah membuat dirinya sedih dan binggung, cukup aku dan di usahakan untuk ketemu," Batin Ayah Hadi


Aira menikmati malam dengan cemilan yang telah di buat dirinya, sambil meminum air hangat untuk menghangatkan tubuhnya.


" Aira... Kamu diatas ya," Tanya Abah


" Iya Abah Aira diatas, ada apa Abah apakah ada yang Aira bantu, " Jawab Aira


" Tidak Abah mau izin sebentar mau ke rumah Pak sholeh jaga rumah sebentar ya," Ucap Abah


" Iya Abah, saya juga di atas sini jadi sambil menunggunya Abah, " Jawab Aira

__ADS_1


Abah yang sedang keluar sebentar untuk menemui pak sholeh karena ada kepentingan tersendiri, Tak lama malam semakin malam Ibu pulang ke rumah melihat Aira menikmati malam di rumah bambu membuat Ibu tidak mau menganggu waktunya.


" Terima kasih sudah di bantu, mampir dulu, " Ucap Ibu


" Tidak usah Ibu, kita juga masih banyak kerjaan dan tadi tidak bisa tinggal,salah saja buat Aira," Jawab Afra


" Heee, kalau gitu kita kembali lagi ke sana, mari Ibu, " Sahut Arief


" Iya hati-hati, " Jawab Ibu


" Rumah begitu sepi pada kemana orangnya, " Ucap Ibu sambil memasukkan wadah kosong


Ibu langsung melihat dari balik pintu rumah bambu melihat ada Aira disana, Ibu membiarkan dirinya untuk diatas menikmati malamnya, melihat senyum dan bahagia sang Puteri Ibu tidak mau menganggu moment yang sangat bagus itu.


" Ternyata Aira disana, melihat kamu bahagia Ibu jadi senang sayang, semoga kamu tetap bahagia, selamat menikmati malam," Ucap Ibu


" Anak itu sungguh senangnya, " Ucap Ibu sambil berjalan meninggalkan tempat dan menuju kedapur


Rio mulai mencoba lagi untuk berteriak siapa tau ada yang lewat di dekatnya, dan Rio mulai berteriak, dengan suasana malam yang hening membuat suara itu terdengar sedikit keras diatas rumah bambu, yang membuat Aira mendengarkan sumber suara minta tolong.


" Tolong.... Tolong... Bantu aku," Ucap Rio


" Sepertinya ada suara minta tolong, ngaco sih, coba aku dengarkan lagi, benar ada yang meminta tolong, aku dengar sumber suaranya dari jalan yang lama tidak dipakai," Ucap Aira


Aira bergegas turun dari rumah bambu dan masuk kamar berlari sambil mengambil senter untuk datang menuju ke jalan itu. Aura berjalan menyusuri di malam hari.


" Hallo apakah ada orang disitu," Ucap Aira


" Itu ada orang aku harus berteriak, tolong... Iya aku disini, " Ucap Rio


" Suaranya ada di sana, hallo kamu dimana, " Ucap Aira


" Aku disini, berada di dalam lubang, " Jawab Rio


" Ya Alloh bapak, apa yang terjadi sebentar aku akan mencari sesuatu untuk mengeluarkan bapak dari sini, " Ucap Aira


Aira sejenak untuk meninggalkan dan mencari sesuatu untuk membantu Rio kelaur dari lubang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2