Senggani

Senggani
BAB 55 MAKIN JADI


__ADS_3

Isabella sontak kaget karena dirinya merasa tersentak terdorong hingga ingin terjatuh. Isabella menjadi binggung dengan begitu banyak pertanyaan didalam hatinya yang paling dalam itu, bahkan Isabelle merasa bahwa Rio mulai teringat dengan sikap Isabella yang dilakukan kepada Rio. Rio sontak melepaskan pelukan dan berbicara untuk jangan mencoba untuk mendekatkan diri lagi.


Isabella tidak mau tau bahwa dirinya ingin kembali dan menjalani hubungan seperti sebelumnya.


Awalnya Rio merasa ini menjadi perjalanan kedua untuk mengenangan cintanya berdua bersama Isabella ternyata mengenang rasa sakit ketika kejadian yang telah diperbuat oleh Isabella.


Isabella sebenarnya masih mencintai Rio, tetapi dengan sikap yang suka foya-foya untuk mendekati orang kaya untuk mengambil uangnya bahkan, Isabella dengan keluarga besarnya memiliki rencana untuk menguasai harta orang kaya raya yang ada di kota itu, Isabella menjalani rencana ini agar dirinya lebih dekat dan mudah memuluskan rencana agar segera menjadi orang kaya dan bisa merebut perusahaan dan hartanya.


Mungkin suatu tanda bahwa datangnya Aira membuat jalan mereka tertolong dimana, Mama Yasmin yang yakin dan percaya bahwa Airalah yang pantas untuk menjadi penerus harta mereka.


Mama Yasmin menemukan Aira dengan perjuangan bahkan suatu jalan ajaib tanpa ada kenalan mau perjanjian, datangnya mereka seperti bidadari yang siap untuk menolongnya.


Rio akhirnya mundur untuk mencari tempat duduk karena rasa sesak di hatinya menbuat sesak nafas karena teringat dan terus mengingat kejadian yang membuatnya hilang arah tanpa tujuan.


Isabella yang sedang mengikuti sambil meminta penjelasan terhadap Rio soal itu, bahkan diri tidak mau untuk menjauhi dirinya, bahkan dirinya akan mengancam akan memberitahukan kepada Eyang soal ini.


" Lepaskan kenapa kita saling pelukan seperti ini, " Ucap Rio


" Tidak mau, kamu melupakan masa-masa kita saling memadu cinta di tempat ini, aku tidak akan melepaskanmu, " Jawab Isabella


" Lepaskan, aku sangat ingat kenangan indah di sini untuk hubungan baik dan penuh kenangan ini, tetapi kamu sudah menodai semuanya, aku tidak sanggup untuk mengulang lagi hanya bisa kita kenangan dan kita jalanin hidup yang baru, maafkan aku sekarang aku sudah memiliki sosok penganti diriku dan dirimu sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri," Ucap Rio


" Aku tidak mau, aku tetap akan menahan kekasihmu sampai kapanpun, bahkan kita pernah berjanji akan sehidup semati," Jawab Isabella


" Memang itu janji kita tetapi semua sudah ternoda, tidak akan terjadi," Ucap Rio


" Lepaskan, " Ucap Rio sambil melepaskan pelukan Isabella

__ADS_1


" Auw... Mas Rio sakit, " Jawab Isabella


Rio berjalan untuk menuju ke tempat duduk, karena dadanya mulai sesak karena memikirkan dan mengingat kejadian itu, Rio duduk untuk meringankan rasa sakit pada dirinya bahkan untuk sejenak membuat tenang agar hilang dengan sendirinya.


" Mas Rio tunggu... Mas....," Ucap Isabella


Rio menahan sakit dan menatap langit sambil menutup mata sambil tangannya bergerak keatas ke bawah untuk membuat dirinya rilex.


Isabella terdiam sejenak melihat Rio yang mulai sedih dan kesakitan, Isabella merasa binggung serta khawatir yang terjadi kepada Rio.


" Terasa sesak dan sakit sekali, ayo jangan pikiran itu coba untuk tenang Rio, semua ini dari pikiran dan rasa hatimu yang menyebut sehingga menjadi diriku seperti ini, mulailah untuk menenangkan diri jangan terus mengingat agar dirinya tidak seperti ini, " Batin Rio


" Au... Sakit, " Ucap Rio


" Aduh bagaimana ini, seperti Mas Rio sedang sakit, rapi apa ya, apa mungkin aku harus mengajaknya untuk ke dokter, " Batin Isabella


" Mas... Apa yang terjadi, apakah Isabella bisa membantu, ayo kita ke rumah sakit seperti mas sedang sakit, " Tanya Isabella


" Tidak perlu aku tidak sakit hanya pusing sedikit, bahkan sesak, sekarang sudah membaik Terima kasih, " Jawab Rio


" Syukurlah kalau tidak sakit, aku takut dan khawatir keadaan mas tadi, kenapa mas tinggalin dan lepas pelukan Isabella, tolong kita perbaiki hubungan kita," Ucap Isabella


" Untuk itu aku juga memikir sambil memutuskan, aku sudah sangat kecewa terhadap mu, yang pernah kau lakukan kepadaku, perlu waktu untuk menerimanya, aku tidak akan memberikan janji tetapi kita jalani dengan perjalanan waktu apakah kita tetap masih bisa di perbaiki atau kita akan jauh dengan sendirinya," Jawab Rio


" Ya sudah oke, Isabella akan terima aku akan yakin tentang itu, " Ucap Isabella


" Sudah aku mau menenangkan diri sebentar kamu bisa pesen makanan buat kamu," Jawab Rio

__ADS_1


" Oke aku kalau kamu mau seperti itu, " Ucap Isabella


Melihat Isabella yang sekarang menjadi berubah karena rasanya Isabella menjadi wanita yang boros dan lebih dari boros, melihat biru Rio kaget kegiatannya makin jadi dan makin rakus. Melihat seperti itu Rio dengan pelan untuk menghioangkan rasanya dengan mudah dan tanpa ada rasa lagi di hatinya.


" Rupanya dirinya semakin jadi mungkin kata Mama benar jika banyak orang yang mendekati diriku yang dua mau hanya harta, cintanya hanya sebatas untuk mendapatkan semuanya, beda dengan cinta tulus," Batin Rio


Isabella memesan berbagai macam makanan dan minuman, semua dengan harga yang mahal dia sangat menikmati dan sangat bangga dengan tawaran Rio, bahkan dirinya tidak tau bahwa diri sudah di tes dan di nilai oleh Rio untuk kedua kalinya ternyata semua sudah jelas hanya ada maksud bertentu.


Pesanan semua sudah datang dan memenuhi meja, melihat itu Rio sangat kaget mungkin apa bisa habis makan sebanyak-banyaknya itu tetapi Isabella hanya memakan sebagai makanan dan minuman, Rio sangat tidak suka mengamburkan uang yang tidak berguna.


" Mas sudah semua ayo makan, ini katanya mss yang suruh pesen makanan dan minuman, Isabella sudah memesankan, jadi aku kita makan bersama," Ucap Isabella


" Iya, " Jawab Rio dengan sinis


Daripada membuat Isabella tambah banyak bicara akhirnya Rio mengikuti dirinya untuk makan secukupnya agar Isabella merasa puas dan bahagia.


Setelah mereka makan dan menikmati di bukit itu, Isabella masih meminta untuk jalan-jalan ke supermarket yang biasa mereka habiskan disana, Rio saat itu hanya bisa mengikuti bahkan diri juga ikut takut pas yang Isabella katakan kepada Eyang jika Rio tidak mau menurut dirinya.


" Kenyang sekali... Mas Terima kasih udah mau aku ajak di bukit kita pertama kali kenal dan menjalani hubungan ini, dan akun harap kita bisa baik lagi, " Ucap Isabella


" Sekarang kita ke supermarket yang biasa kita habiskan setelah dari sini kita belanja, kita makan es cream sambil jalan-jalan, bagaimana," Ucap Isabella


" Sebenarnya aku mau saja tetapi saat ini aku sudah tidak ada rasa untuk itu, tetapi aku akan mengikuti hanya sebatas untuk menjalin perintah dari Eyang, aku harus berani jika suatu saat seperti ini makin jadi," Batin Rio


" Sudah silahkan, " Jawab Rio dengan biasa


" Ya sudah ayo kita berangkat, " Jawab Isabella

__ADS_1


Mereka berangkat dan meninggalkan bukit, serta tidak lama bangunan yang menjulang tinggi bahkan semua dengan produk baru dan indah membuat mata Isabella haus dengan barang mewah. Dirinya langsung mengambil segala macam yang terlihat suka di pandang olehnya.


__ADS_2