Senggani

Senggani
BAB 33 BAHAGIA


__ADS_3

Rio kembali ke jurang senggani dengan berjalan kaki, sesampainya di jurang senggani dirinya langsung disuruh menemui Ayahnya.


Apakah Rio sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik, dihari terakhir. Di acara jurang senggani.


Ayah Hadi yang menunggu di tendanya dan menanti laporan dan hasil kerja dari sang Putera, Ayah Hadi juga melatih bahwa Rio harus mampu menjadi pemimpin yang sesungguhnya dengan baik.


Ayah Hadi sangat percaya dan mengikuti prinsip Mama Yasmin yang sangat ia cinta dengan sepenuh hatinya.


Manuel yang sedang duduk di dekat tendanya menunggu kedatangan Rio kembali ke tendanya, agar tidak ketinggalan kedatangan sang tuan muda.


Tak lama kemudian mereka datang, tak basa-basi Manuel berjalan menghampirinya.


Suasana jurang yang ramai dan setiap orang yang sedang berjalan kesana kemari, bahkan ada yang berlibur dan ada yang melakukan prewedding dan masih banyak lagi.


Suasana yang begitu ramai dah seru membuat jurang senggani tidak sepi dari pengunjung.


" Tuan muda, permisi," Ucap Manuel


" Iya Manuel, ada apa kamu langsung menghampiri, ada sesuatu kah," Jawab Rio dengan tersenyum


" Iya Tuan, maaf tadi saya dapat amanat dari Tuan Besar untuk menyampaikan ini kepada Tuan Muda, " Ucap Manuel


" Katakan saja, Ayah bilang apa ke kamu," Jawab Rio


" Apakah dokumen yang saya berikan dan Tuan besar berikan ke Tuan sudah selesai, segera untuk ke ruangan Tuan besar dan membawa dokumen tersebut, hanya itu saja Tuan Muda," Ucap Manuel


" Tenang saja aku akan segera kesana, kalau begitu tolong kamu ambilkan dokumen di tenda ku, aku akan segera menemui Ayah, " Jawab Rio


" Baik Tuan saya akan ambilkan dokumennya, tunggu sebentar, " Ucap Manuel


Manuel mengambil dokumen yang di mintak oleh Rio, dan Rio segera menemui sang Ayah untuk memberi tahu dan menjelaskan tentang isi dan laporannya.


Ayah Hadi yang sedang duduk santai dan sambil melihat dokumennya tak lama kemudian Rio datang untuk menemuinya.


Saat setelah Aira Dan Ibunya menyiapkan seperti biasanya, tak disangka terdengar suara yang keras dari samping rumah yang membuat mereka kaget dan penasaran soal itu.


" Tuan ini dokumen yang Tuan minta, " Ucap Manuel sambil memberi kepadanya

__ADS_1


" Ya sudah Terima kasih, ayo kita kerumah Ayah, " Jawab Rio


" Mari Tuan, " Ucap Manuel


" Permisi Ayah," Ucap Rio


" Iya Rio masuklah, bagaimana soal yang Ayah minta darimu juga tugasmu yang lain," Tanya Ayah Hadi


" Alhamdulillah sudah selesai, coba Ayah chek satu persatu, nanti jika ada yang salah bisa kasih tau ke saya, saya juga masih belajar dan maaf jika kurang teliti," Ucap Rio


" Sebentar aku chek dulu," Jawab Ayah Hadi


Ayah Hadi melihat satu persatu, dari awal sampai terakhir bahkan dari dokumen satu ke dokumen yang lainnya. Ekspresi Ayah Hadi yang seperti marah dan berdiam diri membuat Rio merasa takut jika ada yang tidak benar dalam kerjanya.


" Kenapa muka Ayah seperti itu mungkin apa ada yang salah, yang menyebabkan ekspresi Ayah seperti itu, ah terserah aku tunggu aja hasilnya," Batin Rio


" Rio..., " Ucap garang Ayah Hadi


" Iya Ayah bagaimana," Jawab Rio


" Bahwa Ayah sudah melihat bahwa semuanya baik, dan hasilnya sudah tepat Terima kasih sudah belajar jadi orang terbaik, sekarang sudah bebaskan dirimu dan siapkan buat besok untuk bersenang-senang, sebelum kita ke kota untuk mengurus perusahaan dan menjalani program yang di hasil dari acara ini," Ucap Ayah Hadi


" Ternyata hasilnya baik dan benar aku kira tadi salah, ternyata ahhh bikin degdegan," Batin Rio


" Iya sayang, puaskan dirimu sebelum kita kembali ke kota, " Ucap Ayah Hadi


" Baik Ayah, kalau begitu Rio pamit mau packing serta bersiap buat acara besok," Jawab Rio


" Iya silahkan, " Ucap Ayah Hadi


" Mari, Ayah," Jawab Rio


Senyum jawab dari sang ayah Hadi kepada.


" Ayo Manuel kita kembali ke tenda saya, " Ucap Rio


" Mari Tuan, " Jawab Manuel

__ADS_1


Manuel dan Rio kembali ke tenda, Rio meminta bantuan untuk membantu packing barang yang sudah tidak di pakai agar memudahkan untuk pulang nanti. Manuel membantu Rio packing.


" Manuel kamu harus bantu aku sebentar, barang yang tidak dipakai kita packing hari ini juga," Ucap Rio


" Iya sudah mari Tuan, " Jawab Manuel


Manuel dan Rio merapikan barang dengan baik, yang tidak terpakai ia sendirikan dan packing dengan baik disisi tenda.


Hari mulai sore dan senja mulai datang, mereka bersih untuk bersih diri, setelah itu menikmati suasana sore di jurang senggani sambil menanti malam tiba untuk makan serta acara party senang-senang.


Tak lama itu malam pun semakin larut waktu malam tiba, makan malam mulai menjamu dan menikmati malam malam serta party di area jurang senggani.


Hiburan disuguhkan untuk menghibur malam itu. Dan party saat itu, para pegawai dan semua tersenyum lebar dan tertawa melepaskan segala sesuatu yang telah membuat dirinya banyak beban.


Lampu yang dipasang semenarik dan memberikan nuasa asyik untuk merayakan party.


Malam semakin larut semua semakin capek kembali ke tenda Masing-masing untuk istirahat, karena esok ada acara yang lebih menantang dan outbound, mereka memiliki untuk menjaga stamina untuk keesokan harinya.


Malam yang begitu dingin suasana dingin mulai menghampiri jurang senggani serta kabut dingin bahkan suara sunyi dan gelap di sekitar hutan jurang senggani, terasa suram dimalam hari.


Mereka menikmati malam dengan penuh perasaan beda, tubuh terasa dingin seperti berselimut es bahkan memakai selimut kain yang tebal masih terasa dingin sampai di tulang-tulangnya.


Keesokan harinya. Pengelola sudah menunggu dan bersiap di tempat outbound. Para pemandu serta pengawal sudah bersiap menunggu para perusahaan datang untuk outbound.


Rio yang sudah bersiap memakai baju olah raga dan bertranining bahkan semua seragam dengan kompak.


Para sedang berjalan berbondong-bondong untuk berjalan menuju tempat outbound. Bahkan semua mengisi asupan sarapan pagi dengan kenyang dan tak lupa dengan asupan untuk energi tetap terjaga.


Aira saat itu sudah tidak ada pekerjaan yang di kerjakan, artinya Aira bisa ikut dan bisa bergabung dengan pengelola jurang senggani sebagai jatah pengelola juga.


Aira akhirnya mengikuti outbound dengannya senang. Bahkan Ibu memberikan izin kepada untuk ikut.


" Sayang ini sudah tidak ada kerjaan, kamu bisa ikut Outbound hari ini, karena semua sudah selesai, dan ini tinggal buang saja karena kita tidak banyak bawa wadah, ayo bersiap, pasti Afra juga menunggu mu," Ucap Ibu


" Beneran Ibu, ya sudah kalau begitu aku bersiap diri, Terima kasih Ibu, " Jawab Aira dengan bahagia


" Sama-sama, sudah sana, keburu aja biar gak telat," Ucap Ibu

__ADS_1


Akhirnya Aira menuju ketempat outbound itu dan Rio melihat Aira datang merasa senang, namum menjadi sedikit tidak suka dengan adanya Afra dan Arief.


__ADS_2