Senggani

Senggani
BAB 41 TEST MASUK


__ADS_3

Keluarga Rio menikmati sarapan bagi bersama dengan hangat, sambil membicarakan soal bisnis kedepan hasil dari hasil rapat di jurang senggani. Harapan eyang dan Ayah semakin berkembang dan menambah lagi produksi baru di perusahaan food mereka. Rencana perkembangan sudah di tetapkan tinggal menjalankan dengan baik.


" Emang untuk program kedepan apa ada produk baru yang di buat serta di pasarkan ke luar Hadi," Tanya Eyang


" Iya Ma, ada produk terbaru dari pabrik kita, sudah kita bahas dalam rapat kemarin," Jawab Ayah Hadi


" Emang apa yang di produksi," Ucap Eyang


" Ada dua yaitu pasta kripik udang sama satunya yang khas dari Yasmin kemarin saya inovasikan Ma, " Jawab Ayah Hadi


" Untuk yang terakhir apa mungkin akan tembus, menu murahan gitu," Ucap Eyang


Mama Yasmin sekilas berhenti untuk menyuap makan ke mulut, bahkan Ayah Hadi mengangkat sendok dan menatap Eyang dengan kaget. Serta Rio yang terus makan.


" Ma, kan belum di coba, makanya kita coba saja dulu tidak tau malah menjadi produk andalan kita nanti, tidak tau kan nanti jadi kesukaan masyarakat," Sahut Mama Yasmin


" Harusnya itu yang pasti dan yang terkenal pasti lebih cepat dikenal, ini masakan menu kampung di jual dan di produksi, " Ucap Eyang


" Tidak apa Ma, kita berusaha untuk membuat produk yang unik, sudah Mama dukung saja untuk hasilnya kita tunggu nanti," Sahut Ayah Hadi


" Eyang tak salah kita berinovasi baru dan beda kan, " Sahut Rio


" Terserah kalian," Ucap Eyang


Eyang sangat sinis soal sesuatu yang berbaur dengan kampung dan katrok.mereka melanjutkan sarapan.


" Ya sudah kalau begitu, Ayah mau berangkat terlebih dahulu, ada Pimpinan yang akan bertemu, Kantor sekarang sudah aku serahkan ke Rio, kalau begitu nanti kamu handle semua penerima karyawan baru sayang," Ucap Ayah Hadi


" Baik Ayah, aku akan segera ke sana," Jawab Rio


" Iya Ayah hati-hati, Mama antar ke depan, " Jawab Mama Yasmin


" Ma Hadi berangkat dulu," Ucap Hadi sambil menciumnya


" Kalau begitu Rio juga mau bersiap diri, Mari Eyang," Sahut Rio


" Rio jangan lupa nanti kamu temui Eyang Sari ya, sampaikan salam Eyang untuknya nantu Eyang kirimkan alamatnya untuk mu," Ucap Eyang

__ADS_1


" Iya Eyang nanti aku akan kesana," Jawab Rio


Akhirnya mereka berangkat ke kantor, Eyang yang masih menikmati sarapan pagi di ruang makan.


" Sudah jangan di dengar kata Mama tadi kita coba siapa tau malah jadi brand produk terbaik kita, " Ucap Ayah Hadi


" Iya Yah, Mama sudah biasa tapi Terima kasih ide Mama sudah di Terima walaupun sederhana, tapi Mama yakin makan tadi itu unik karena Mama dapat dari salah satu orang wanita yang sangat baik hati dari daerahnya," Jawab Mama Yasmin


" Begitu Istri Ayah, ya sudah Ayah berangkat dulu, " Ucap Ayah Hadi


" Iya Yah, oh iya ini tasnya Ayah sampai mau ketingalan," Jawab Mama Yasmin


" Iya, ya susah Ayah berangkat assalamu'alaikum," Ucap Ayah Hadi


" Wassalamu'alaikum," Jawab Mama Yasmin sambil menciun tangannya


" Ayo pak kita langsung ke kantor saja, " Ucap Ayah Hadi sambil melihat dan mambaikan tangan


" Siap Tuan, " Jawab sopir pribadi


" Dah.... , " Ucap Mama Yasmin


Larisa dan Mama Hani bahkan Aira selesai sarapan pagi dan mereka berangkat bersama ke perusahaan, dengan jalan kaki mereka menikmati suasana jalan di kota. Aira yang sangat senang dirinya mendapatkan lowongan pekerjaan yang dengan di dapat dari kenalan barunya, harapan Aira dirinya bisa di terima bekerja di sana.


" Ya sudah kita berangkat ke kantor, Aira siap kalau sudah kita berangkat ya," Ucap Mama Hani


" Siap sudah tante, " Sahut Aira


" Lets go, ayo kita berangkat, " Jawab Larisa


Mereka berjalan kaki untuk berangkat ke Kantor, sesampai di kantor dirinya menunggu di rumah penerima karyawan yang di tinggal oleh Larisa dan Mama Hani.


" Wau besar sekali perusahaannnya, baru kali ini aku masuk ke PT terkenal ini, sungguh keberuntungan aku jika aku bisa masuk di sini," Ucap kagum Aira


" Hem Aira, iya semoga kamu bisa bergabung dengan kami, kalau begitu kita masuk dulu," Sahut Larisa


" Ya sudah ayo," Ucap Aira

__ADS_1


Aira sangat kagum melihat kemewaan dan besarnya pabrik itu, sehingga diri merasa senang jika diterima di PT tersebut. Harapan yang di harapkan sangat besar untuk diterima berkerja di PT.


" Aira aku tinggal sama Mama ya, kita harus kerja di bagian Masing-masing, pokok kamu duduk disini dan tunggu nanti ada orang yang mengaturnya kamu ikut aja nanti ya, aku kerja dulu, semoga berhasil," Ucap Larisa


" Iya Larisa, Terima kasih ya, muach, " Jawab Aira


" Aira tante tinggal dulu, semangat semoga hasil terbaik, " Ucap Mama Hani


" Iya tante, Sama-sama," Jawab Aira


Larisa dan Mama Hani meninggalkan Aira mereka menuju ke tempat kerjanya masing-masing.


Rio mulai keluar dari rumah besarnya, Manuel melihat Rio dirinya sudah siap sedia dalam mobilnya, Manuel keluar dan langsung menghampirinya.


" Tuan, selamat pagi, " Ucap Manuel


" Pagi, Manuel, ya sudah kita langsung ke kantor saja,karena ada penerima karyawan baru, " Jawab Rio


" Mari Tuan," Ucap Manuel sambil menutup pintu mobil


Mereka melakukan perjalanan ke kantor. Tak di sangka kantor mulai banyak orang yang mengantri, Aira mendapatkan antrian yang cukup enak di nomer 10 jadi dirinya bisa duduk di tempat yang teduh. Rio tiba dan semua bersorak dengan kedatangan Rio yang mengetahui Rio pasti akan histeris, Aira saat itu penasaran dengan suara histeris dari semua orang.


Rio akhirnya bisa melewatinya dan masuk kedalam kantor, saat itu dirinya bertepasan dengan Aira karena dirinya tertutup dengan seorang karyawan yang sedang berdiri ketika di panggil urutannya. Jadi Aira tidak mengetahui Rio bahkan Rio juga tidak mengetahui Aira bahwa dirinya berasa di dekatnya.


Rio yang sampai di ruangnya ada laporan tentang semua pendaftaran yang masuk dan saat para panitia penerima karyawan dengan omelan yang keras menyebutkan nama Aira, sontak Rio kaget mendengar ucapannya, Rio segera ingin bertanya kepada panitia, ketika mau bertanya dirinya ditelpon Eyang untuk kesana sekarang tanpa ditunda, akhirnya Rio tak jadi bertanya dan dirinya langi berangkat untuk menuju ke Eyang Sari.


" Apa ada Aira apakah Aira yang aku kenal atau Aira orang lain, aku tanya biar jelas, aduh Eyang telpon lagi, " Ucap Rio


" Hallo, iya Eyang ada apa, " Jawab Rio


" Sekarang kamu temui Eyang Sari dia sudah menunggu mu, alamat sudah Eyang kirimkan ke chat kamu, " Ucap Eyang


" Iya Eyang, segara kesana," Jawab Rio


" Yah gak bisa tanya, ya sudahlah, Manuel ayo antar aku, " Ucap Rio


" Mari Tuan, " Jawab Manuel

__ADS_1


Mereka keluar untuk menemui Eyang Sari atas suruhan Eyangnya.


Proses test berjalan dengan rapi dan lancar, saatnya giliran Aira untuk memasuki ruang test di dalam ruangan, Aira dengan rasa percaya diri untuk bersemangat karena dirinya butuh uang untuk kesembuhan sang Abahnya, jadi Aira sangat memperjuangkan test masuk kerja di kantor berkenal dan termewah itu.


__ADS_2