Senggani

Senggani
BAB 69 MENARUH HATI


__ADS_3

Aira menjemput sang Abah dengan menaikan kursi roda dan mendorongnya dengan kekuatan. Tak kurang dan tidak sanggup melihat Aira, Renaldi langsung meminta ganti untuk diri yang akan mendorongnya.


" Renaldi udah datang, " Sahut Ibu


" Sudah, Ibu barusan, mari kita berangkat," Jawab Renaldi


" Sini biar aku saja yang mendorongnya, udah sini kamu langsung ke mobil bawa barang yang dibutuhkan," Ucap Renaldi


" Tidak apa Mas, aku saja, kalau begitu ya sudah, aku duluan,makasih ya Mas, " Jawab Aira


" Iya...," Ucap Renaldi


Akhirnya mereka menaiki mobil dan segera berangkat kerumah sakit terdekat, sesampai di rumah sakit, Abah Aira langsung dibawa ke ruang dan dilakukan pemeriksaan serta chek sebelum ke ruang terbaik.


Dengan waktu yang lama Aira, ibu dan Renaldi menunggu, akhirnya Aira keluar untuk membeli sebuah barang yang tertinggal, sambil menunggu dokter yang menangani Aira tiba. Tiba-tiba Aira menabrak seorang yang sedang buru-buru di pintu masuk rumah sakit. Orang itu berpenampilan rapi dan dirinya membantu barang yang terjatuh.


" Maaf, saya kurang hati-hati karena saya buru-buru," Ucap Dokter


" Tidak apa-apa Mas, saya juga tidak berhati-hati juga, buru-buru mau beli sesuatu, oh iya ini tas Mas, sekali lagi minta maaf ya mas," Jawab Aira


" Iya tidak apa, aku juga minta maaf," Ucap Dokter saling memandang, ada perasaan dihati sang dokter


Aira secepat itu meninggalkan dokter dan dokter sekejap berhenti sejenak melihat kecantikan dan keluguan Aira.


" Sungguh beda wanita itu, siapa namanya, ah sudah aku buru-buru ada pasien yang aku harus tangani," Batin Dokter sambil jalan


Pemeriksaan telah selesai, Abah Aira dibawa ke dalam ruang khusus dan sangat Dokter tiba dengan cepat datang dan menangani Abah Aira, Dokter menangani dengan baik sehingga apa yang telah terjadi terhadap Abah Aira masih memiliki harapan untuk sembuh.


Aira yang sedang membeli sesuatu untuk keluarganya pun telah cepat ingin segera melihat sang ayah di tangani oleh dan Dokter yang baru sampai, Aira sambil teringat dengan orang pria yang telah tertabrak saat itu, Aira menaruh rasa bersalah dengan kelalaiannya itu.


Dokter dengan serius dan melakukan penanganan yang terbaik untuk Abahnya. Dokter segera keluar dari ruang rawat sang Abah.


Ibu yang sangat panik itu ditenangkan dengan rangkulana Renaldi agar merasa tenang dan menerima jawaban atas penanganan sang Dokter.


Pintu terbuka dan Dokter keluar dari pintu kamar rawatnya.

__ADS_1


Ibu langsung berjalan menuju Dokter, terlepas dari rangkulan Renaldi.


" Dok... Bagaimana keadaan suami saya, apakah baik-baik saja," Tanya Ibu


" (Senyum manis dari Dokter) tenang saja ibu, bapak dalam keadaan baik, dan masih bisa ditangani, karena kalian sudah tepat waktu dan melakukan pengobatan dengan baik untuk meringankan dan membantu pemulihannya," Jawab Dokter


" Alhamdulillah, Terima kasih ya Alloh, Abah sebentar lagi Abah akan sehat dan kembali kesedia kala," Ucap Abah


" Ya sudah kalau begitu salah satu dari keluarganya bisa ikut saya ke ruangan, saya akan memberi penjelasan," Ucap Dokter


" Baik dokter, sebentar lagi saya akan memberi tahukanPuteri saya untuk segera ke ruangan dokter, " Jawab Ibu


" Ya sudah kalau begitu Ibu, saya tunggu di ruangan saya, permisi," Ucap Dokter


Akhirnya dokter meninggalkan Ibu dan segera menuju ke ruang. tak lama kemudian Aira pun telah berjalan menuju ke dalam rumah sakit dengan membawa barang yang di butuhkan saat itu.


" Ibu Terima kasih, permisi, " Ucap Aira sambil mengambil barang dan berjalan menuju rumah sakit


" Ibu Alhamdulillah, Aira sudah membeli semua barang peralatan, oh iya Apakah Abah sudah di tangani dan dokter sudah keluar dari ruang penanganan, " Tanya Aira


" Ya sudah Aira akan keruangan dokter, Ibu dan Mas Renaldi silahkan makan,Aira sudah belikan makanan buat kalian, nanti Aira akan menyusul, ya sudah Aira tinggal dulu ke ruangan dokter," Ucap Aira


Akhirnya Aira menuju ruangan dokter.


Dokter yang sedang sibuk serta menunggu keluarga dari Abah, tak lama suara ketokan pintu oleh Aira.


Tok... Tok... Tok.. Suara pintu


" Permisi, " Ucap Aira


" Iya, silahkan masuk," Jawab Dokter dengan sibuk menulis dan memandang buku


Aira masuk dengan pelahan, sambil menuntut pintu dengan sopan, serta berjalan lirih menuju kursi depan dokter.


" Permisi, Dokter saya keluarga pasien yang baru Dokter tangani, bagaimana soal keadaan dan apa yang akan di sampai dokter," Ucap Aira yang masih belum di pandang oleh dokter

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter melihat kearah Aira dan sontak Aira kaget serta dokter melihat perempuan yang saat bertemu tadi.


Saling kaget dan menatap mata melotot.


" Ya Ampun, ini lelaki yang aku tabrak tadi, alhamdulillah aku bisa ketemu dengan, aku bisa meminta maaf kepadanya, ternyata dirinya dokter, sekalian dokter yang menangani Abah ku," Batin Aira sambil melotot


" Ternyata dia puterinya, sangat baik dan cantik, namun sungguh beda dengan wanita lain, alhamdulillah aku juga bisa bertemu dengannya lagi," Batin dokter


" Dokter, " Ucap Aira


" Iya silahkan duduk, " Jawab dokter


" Dokter sebelum Aira minta maaf soal kejadian tadi, Aira ingin meminta maaf lagi ke dokter, eh tidak tau ternyata bahwa mas seorang dokter dan yang kebetulan menangani Abah saya," Ucap Aira


" Sudah tidak apa, itu juga kesalah saya, ternyata kamu puterinya bapak yang saya tangani ya, tenang saya akan sampaikan bahwa Abah kamu bisa disembuhkan, tidak ada yang parah, tinggal operasi sedikit dan perawatan secara berkala akan kembali ke sedia kala, hanya saja mengalami pergeseran," Jawab Dokter


" Iya Dokter, saya akan mengikuti arahan dari dokter, dan saya percaya dan serahkan semua kepada dokter dengan baik," Ucap Aira


" Terima kasih atas kepercayaan kepada saya akan berusaha dan akan melakukan yang terbaik," Jawab Dokter


Disamping itu perasaan dokter merasa mengebu-gebu dan merasa panik, ada apa dengan rasa hatinya.


" Ada apa dengan hatiku, merasa berdebar-debar, kenapa ketika melihat Aira rasanya senang dan tenang, mungkin apakah aku suka terhadapnya," Batin Dokter


" Dokter, ..., " Ucap Aira


" Oh iya maaf...Ada apa Aira," Jawab Dokter


" Apakah ada yang dibicarakan lagi, kalau tidak saya izin meninggalkan tempat Dokter," Ucap Aira


" Sudah tidak ada Aira, silahkan, semangat dan yakin semua akan baik-baik saja," Jawab dokter


" Terima kasih, mari dokter," Ucap Aira


Akhirnya Aira kembali tempatnya, dokter menaruh hati terhadap Aira, mungkinkah perasaan dokter menjadi lebih dalam dan jauh, mungkin juga dokter dapat memiliki Aira sebagai istri yang di idamankannya.

__ADS_1


__ADS_2