Senggani

Senggani
BAB 52 MENCURI HATI


__ADS_3

Simbok Iyem membawa cemilan dan minuman yang sudah ia buat ke arah Isabella dan Eyang bersantai, Eyang yang sedang asyik mengobrol tentang keadaan hubungan Isabella dengan Rio. Simbol Iyem mengantarkan dengan tepat waktu dan siap untuk di nikmat.


Eyang yang menanti di tempat kesukaannya membuat dirinya nyaman dan lama dalam berbincang-bincang dengan Isabella.


Isabella menceritakan bahwa dirinya pergi dengan tidak sengaja dan tanpa memberitahu dikarenakan terburu-buru. Yang membuat Eyang percaya semudah itu. Isabella sangat pintar bersandiwara.


Rio semenjak mengetahui sikap Isabella yang seperti itu membuat dirinya malas untuk berhubungan baik dengan dirinya.


Sikap yang baik hanya bertutupkan kemauan yang ingin Isabella dapatkan darinya, bahkan dirinya meninggal Rio demi kekasih yang lebih darinya yang sedang bangkrut oleh ulah mereka dan Isabella yang suka membuang harta dengan seenaknya.


Isabella pergi meninggalkan dan kembali setelah menyelesaikan study dan Jalan-jalannya untuk kembali kedekapan Rio.


Rio yang mulai membuang perasaan sayangnya terhadapnya, demi wanita yang bisa mengantikan dirinya yang lebih baik.


Perasaan Rio yang semakin hari_semakin nmenudar bahkan dirinya semakin sayang terhadap wanita kampung yang penuh semangat dan juang untuk hidupnya, bahkan Rio sangat menyukai keberanian dan kegigihannua dalam menjalankan kehidupannya.


Isabella yang hanya manja banyak ulah di perusahaan ayahnya yang mengakibatkan ancaman perusahaan akan hancur atas ulah mereka berkeluarga.


" Permisi Eyang, ini minuman dan cemilan, silahkan non di minum dan nikmati, " Ucap Eyang Iyem


" Iya Mbok taruh situ saja," Jawab Eyang


" Terima kasih Mbok," Sahut Isabella


" Kalau begitu saya pamit dulu, masih banyak kerjaan Eyang, jika ada apa-apa bisa panggil simbok lagi Eyang," Ucap Simbok Iyem


" Iya sudah sana," Jawab Eyang


Isabella menjawab dengan paksa yang sangat memaksakan, dirinya bersandiwara agar terlihat baik di mata Eyang Sukma.


" Sayang sudah bisa di minuman dan dirasakan cemilannya, ini semua kesukaaan kamu," Ucap Eyang


" Iya Eyang, aku makan," Jawab Isabella


Isabella dengan binggung mencari dimana keberadaan Mama Yasmin untuk mencuri hati agar diri merasa baik di mata Mama Yasmin.


" Dimana tu mak Lampir itu, aku mah bertemu dengannya, " Batin Isabella

__ADS_1


" Sayang apakah tadi sudah bertemu dengan Rio, atau belum," Tanya Eyang


" Oh sudah Eyang barusan saya dari kantor bertemu dengan Mas Rio, setelah itu Isabella kesini," Jawab Isabella


" Syukurlah jika sudah, pasti dirinya senang atas kehadiran mu kembali setelah kamu pergi tidak ada kabar, kalau boleh tau kemarin kamu pergi kemana sayang," Ucap Eyang


" Oh Isabella ke Amerika Eyang untuk melanjutkan study saya, Ayah sangat terburu-buru saat itu, yang membuat diriku lupa untuk berpamitan dengan mas Rio dan keluarga sini, jadi sehingga menjadi desus bahwa aku pergi meninggalkan Rio dengan sengaja, sebenarnya tidak seperti itu," Jawab Isabella


" Ya sudah tidak apa, yang sudah terjadi biarlah terjadi, sekarang tinggal perbaiki hubungan baik dengan Rio, " Ucap Eyang


" Hahaha males aku harus minta pamit Rio, tetapi sekarang akun kembali untuk Rio, biarlah dibilang gila, emang aku akan mengambil semua aset milikinya, " Batin


Isabella yang bersandiwara itu berhasil bersandiwara dengan Eyang, melainkan Dengan Mama Yasmin tidak bisa terbohongi, melainkan Ayah Jadi yang lebih percaya kepada Mama Yasmin.


" Dasar wanita licik, aku tau maksud kedatangan mu kemari, walaupun akun belum tau tujuan sebenarnya kamu tapi aku telah membaca bahwa dirimu ingin melakukan itu terhadap keluarga ini, aku tidak akan biarkan itu," Batin Mama Yasmin


Sontak saat itu Isabella melihat Mama Yasmin yang berdiri mengambil sebuah buku di dekat Eyang kesenangan Eyang dari kaca, Isabella bersandiwara untuk menghampiri menyapanya.


Mama Yasmin sangat tidak suka terhadap Isabella, karena dirinya wanita yang suka menghamburkan uang dan bebas bertingkah, Mama Yasmin bersyukur jika putera sudah mulai menjauhi dirinya, walaupun Eyang yang masih ditutup dengan sikap dan sifat sandiwara Isabella dengan perkataan yang sangat dipercaya.


" Isabella sangat pintar sekali dalam berbicara, sandiwara sangat piawai, tidak salah jika Mama masih percaya dengan ucapannya, juga sikap Mama yang kasar dan keras kepala, semoga Mama segera tau sikap Isabella dan Mama bisa menjadi orang yang baik," Batin Mama Yasmin


" Benar itu dia Nenek mampir itu," Batin Isabella


Isabella sontak berdiri untuk menghampiri Mama Yasmin. Isabella mulai bersandiwara dengan piawai agar terlihat oleh Eyang yang sangat sukan terhadapnya.Isabella sangat cerdik untuk melakukan rencana demi rencananya.


" Tante..., " Ucap Isabella sambil berjalan menuju kepadanya


Eyang Sukma hanya memandang Isabella menghampiri Mama Yasmin.


" Kenapa anak ini menyamperin saya, tidak ada kerjaan, pasti ada maksudnya tertentu, biar dilihat oleh Eyang, aku harus berhati-hati dengan wanita ini," Batin Mama Yasmin


" Iya Isabella ada apa, bisa tante bantu, jika tidak bisa kah tidak menganggu orang kan jika kita menganggu suatu pekerjaan tidak akan cepat selesai, bukan begitu Isabella. Seperti halnya kamu sudah kerja di perusahaan keluarga Kan harus di siplin dan tidak ada yang menganggu ketika rapat, ya seperti itu," Jawab Mama Yasmin


" Iihh sebel sekarang ini nenek lampir tidak bberubah sampai sekarang, sabar Isabella kamu bisa," Batin Isabella


" Aku lihat mulai beraksi ni muka Isabella, tapi untungnya dia cepat berganti gaya agar tidak ketahuan," Batin Mama Yasmin

__ADS_1


" Iya Tante, Isabella tidak menganggu kok hanya ingin bertemu tante dan membantu tante jika berkenaan," Jawab ngeles Isabella


" Rupanya Isabella juga pintar mengeles juga ini anak," Batin Mama Yasmin


Eyang melihat mereka saling berkata, pasti Eyang tau sikap Yasmin yang tidak di suka oleh Eyang, untuk menghadapi membela Isabella.


" pasti anak itu tidak suka terhadap Isabella akun harus kesana," Ucap lirik Eyang sambil berjalan


" Harusnya kamu itu beruntung sudah mau ditawarin oleh Isabella, malah ngatain dan sok ngajarin lagi, kamu disini hanya anak kampung yang di punggut anak saya, " Sahut Eyang


" Astaghfirullah Mama, bukan maksud begitu, Yasmin apa menolak, Yasmin hanya tidak mau merepotkan dirinya, jika dirinya mau membantu ya silahkan, " Jawab Mama Yasmin


" Asyik aku di bela oleh Eyang, mampus kau nenek lampir, beraninya main sama aku, " Batin Isabella


" Sudah Eyang, yang di bilang oleh Tante betul harusnya aku langsung saja membantu tidak perlu izin, mungkin Isabella belum bisa jadi Tante begitu kepada ku, itu wajar Eyang, jangan marahin tante jadi tidak enak Isabella," Sahut Isabella


" Diam kamu sayang, harus itu baik kamu meminta izin dulu, tapi kayaknya orang kampung ini tidak suka denganmu, tak tau kasta kamu dan dia sudah beda," Ucap Eyang


Mama Yasmin sudah kuat dan tahan dengan perlakuan dari Eyang, tapi Mama Yasmin akhirnya membolehkan.


" Ya sudah Eyang kalau begitu aku minta maaf ke kamu sayang, kalau kamu mau bantu tante silahkan, sekarang boleh itu permintaan kamu," Ucap Mama Yasmin


" Ih kok jadi gini sih, aku gak bisa dan aku jijik bagaimana, mau tidak mau aku harus kerjakan, " Batin Isabella


" Sukurin lho dikasih enak malah ajak main dengan aku, rasakan aku akan membuat dirinya berkerja biar tau rasanya kerja buka minta saja," Batin Mama Yasmin


" Ya sudah sayang ayo jika kamu mau menolong bersih ini dan cari dokumen, baik sekali kamu," Jawab Eyang


" Baik Eyang, Terima kasih tante, sebel sial, sial lagi, " Batin Isabella


" Isabella tolong ini bawa kesana, terus ini dikumpulin di sana, terus ini angkat taruh situ," Ucap Mama Yasmin dengan semangat


" Iya Tante," Jawab Isabella


Eyang yang sedang duduk membaca buli didekatnya membuat Isabella tidak berani untuk beristirahat bahkan dirinya merasa capek dan tidak kuat, karena sandiwara itu Isabella harus bisa terlihat baik di mata Eyang.


" Iih nenek lampir ini, aku udah gak kuat, sebel banget hari ini, ihh lihat tangan aku kusam, kuku cantik aku," Dan aku lelah sekali, " Batin Isabella sambil mengusap keringat di dahinya

__ADS_1


" Kasihan ya, ternyata fisik lemah, dan jiwa sok banget, rasakan itu rasanya jika kerja serius, kamu bisa belajar di hari ini, ini sangat bermanfaat untuk mu, " Batin Mama Yasmin sambil tersenyum


Isabella sangat capek dan ngos-ngosan setelah selesai, Isabella sangat banyak minum air dingin dan merasa capek dan lelah yang berlebih.


__ADS_2