Senggani

Senggani
BAB 66 TERHARU


__ADS_3

Aira sudah memasuki truk yang di kendarai oleh Renaldi, melaju dengan kecang, jalan yang sangat liku butuh kekuatan yang sangat ekstra. Aira bertemu dengan sahabat yang dekat dengan diri bahkan dirinya di suka oleh Renaldi.


Ibu Aira pun sudah merestui untuk hubungan mereka berdua ke jenjang yang lebih serius, tetapi Aira hanya menganggap Renaldi teman dan kakak yang selama ini ada untuknya tidak dianggap sebagai kekasih.


Perjalanan mereka penuh dengan kegembiraan karena dirinya tidak sabar untuk segera bertemu sang Ibu dan Abahnya dirumahnya, Aira sudah menahan kangen dan rindu yang mendalam terhadap mereka berdua.


Renaldi melihat perasan dan rasa Aira yang menahan rasa rindu yang mendalam terhadap keluarganya bahkan Renaldi juga merasakan rindu terhadap Aira seorang yang ia sayangi. Renaldi akhirnya mempercepat perjalanan untuk mengantar Aira agar cepat sampai di rumahnya untuk membuat Aira bahagia bertemu dengan keluarganya.


Rio yang merasa khawatir itu mulai memikirkan untuk tidak memberikan beban kepada Aira, khawatir Rio seolah menjadi hilang karena Rio yakin bahwa Aira baik-baik saja, Rio teringat bahwa ada seorang laki-laki yang sangat mencintai dirunya pasti dirinya bisa menjaga Aira baik-baik di kampung tempat tinggalnya.


" Lama sekali aku tidak bertemu denganmu, dan saat ini kamu pulang ke kampungnya, rasa cintaku sangat rindu dan ingin rindu kepadamu," Batin Renaldi


" Neng Aira, tumben Neng pulang, lama lho neng di kota, baru hari ini neng bisa pulang," Ucap Renaldi


" Iya Mas Renaldi, Aira baru dapat izin libur dari kerjaan Aira, jadi hari ini Aira sempatkan untuk pulang kampung, Aira lama tak kasih kabar dan melihat kondisi keluarga jadi rasanya ingin bertemu," Jawab Aira


" Iya, Aira aku tau kok dan paham soal itu, kapan kembali lagi ke kota," Ucap Renaldi


" Paling seminggu lagi Mas Renaldi," Jawab Aira


" Aku juga tau perasaan dan dari sorot matamu bahwa kamu sangat rindu dan kangen dengan keluargamu," Batin Renaldi


Krupuk yang di keringkan oleh Ibunya Aira pun sudah mulai kering yang seharian di keringkan di atas sengatan panas, bahkan Ibunya pun sudah hampir selesai b membuat kerupuk untuk esok anda harinya, sambil mengeringkan lagi kerupuk yang baru di buatnya.


Perasaan yang tidak terduga, bahwa Aira hari ini akan sampai di rumah untuk mengunjungi keluarga yang lama tak bertemu.


" Apa yang di bilang Mama betul, Pasti Aira akan selamat, aku tau bahwa di sana ada seseorang yang sangat mencintai Aira pasti dia akan menjaga dan menjemput Aira dengan baik, jadi aku tak usah khawatir berlebihan, " Ucap Rio


" Walaupun lelaki itu menyukai Aira aku tidak kenapa, karena setiap orang berhak menyukai siapa saja, saya yakin Aira yang berhak untuk untuk memilihnya," Ucapl Rio


" Ya sudah kalau begitu aku harus bersiap, sebentar lagi ada meeting dengan klien," Ucap Rio sambil meninggalkan taman

__ADS_1


" Alhamdulillah kerupuknya sudah kering, aku jadikan satu tempat saja, tempat ini biar aku kasih kerupuk yang baru aku buat biar sedikit kering," Ucap Ibu


Mama Yasmin menuju tempat dimana Ayah Hadi bersantai.


" Bagaimana Ma, apakah yang dipermasalahkan oleh Rio," Tanya Ayah Jadi


" Katanya sedang khawatir kepada seseorang yang ia sayangi, dirinya sedang pulang ke rumah keluarga orang tua, tapi Mama sudah bilangin pada Rio bahwa dirinya akan baik-baik saja, tenang saja pasti akan baik, agar Rio mulai sedikit menghilangkan rasa cemas dan khawatir yang berlebihan terhadap wanita tersebut, " Jawab Mama Yasmin


" Emangnya Mama tau siapa wanita itu, " Tanya Ayah Hadi


" Belum tau lah Yah, Kemarin aku udah bilang ke Ayah bisa cari tau di perusahaan jika pasangan Rio yang datang keperusahaan," Jawab Mama Yasmin


" Ayah juga lupa, ya sudah nanti kalau lagi di perusahaan Ayah akan coba mencari tau soal itu, " Ucap Ayah Hadi


" Iya Yah, sudahlah paling dia juga sudah sedikit membaik, bahwa hari ini dia ada acara meeting," Jawab Mama Yasmin


Perjalanan Aira masih sedikit lumayan jauh, jalan yang berliku dan naik turun bak seperti lembah dan bukit yang sangat menantang ekstra.


" Aira maaf ya jika kita di pertengahan jalan dan sekitar desa sini sampai di desa kamu selalu berhenti di setiap titik," Ucap Renaldi


" Tidak apa Mas, Aira juga tau setiap hari aktivitas dan jasa, sekarang semakin banyak ya mas, " Jawab Aira


" Iya makin banyak, sebentar aku akan turunkan terlebih dahulu kamu tunggu di sini," Ucap Renaldi


" Baik Mas tenang saja, " Jawab Aira


Renaldi menurunkan barang titipan dari penjual yang sedang pulang untuk naik ke desa, titipan banyak dan sesuai dengan siapa yang menitipkan barang.


Perjalanan mereka mulai berjalan lagi bahkan setiap titik di berhenti sejenak untuk melakukan hal yang sama.


Renaldi terus berusaha secepat mungkin agar sampai di rumah Aira dengan cepat dan tidak terlalu malam sekali.

__ADS_1


Tak disangka waktu mulai sore, senja mulai menghiasi suasana menjadi gelap dan merah. Sinar matahari yang nampak sinar merah dari arah terbenamnya matahari di sudut hutang nan indah.


Syukurlah semua titik telah selesai bahkan sekarang hanya fokus untuk perjalanan ke rumah Aira yang berada di atas.


Ibunya pun untuk segera menyimpan kerupuk yang sudah kering dmne tempat plastik yang tahan terhadap krupuk. Serta membersihkan halaman untuk pengeringan kerupuk esokan harinya.


Aktivitas pun setitik selesai bahkan saatnya Ibu membersihkan Rumah dan disusuk untuk membersihkan Abah agar terasa sehat dan fresh.


Ibu pun dengan sabar dan pelan merawat Abah, membersihkan temoat tidur, mengusap dengan air bagian tubuh dan mengantikan Baju yang bersih. serta memberikan makan untuk Abah, Ibu menyuap ini Abah dengan rasa harapan penuh dan senang dengan nafsu Abah yang masih baik.


Perjalanan Renaldi yang hampir sampai rumah Aira tinggal melewati satu desa lagi untuk sampai di rumah Aira. Renaldi memberikan aba-aba kepada Aira bahwa sebentar lagi akan segera sampai lokasi tujuan.


Waktu semakin menunjukkan waktu magrib telah tiba, untuk sejenak mereka berhenti menunggu waktu magrib selesai dan setelah magrib di mulai untuk perjalanan.


" Sebentar lagi kita sampai, tetapi sebelum itu kita berhenti sejenak karena waktu magrib tiba, tidak apa ya Aira," Ucap Renaldi


" Tidak apa Mas, tenang saja kita juga harus hari-hatikan, sebentar lagi kita juga sampai kok," Jawab Aira


" Ya sudah sebentar ya," Ucap Renaldi


Waktu magrib pun selesai mereka meneruskan perjalanannya.


" Ya sudah ayo kita lanjutkan perjalanan, sudah selesai magrib, " Ucap Renaldi


" Baik Mas, ayo," Jawab Aira


Tak lama kemudian lampu truk telah menerangi halaman rumah, mereka keluar dari truk. Ibu pun penasaran suara mobil yang datang sontak dirinya melihat kedepan, tak disangka Ibu melihat Aira sehingga dirinya senang dan air mata terjatuh sambil berlari untuk menghampirinya.


" Aira..., " Teriak Ibu


" Ibu sayang,...., " Jawab Aira

__ADS_1


Mereka saling berpeluksn dan sambil meneteskan air mata.


__ADS_2